Serangan Udara Israel-AS Hantam Sekolah di Iran, Lima Siswi Tewas
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Serangan udara gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan menewaskan lima siswi di sebuah sekolah perempuan di Iran bagian selatan. Insiden maut ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dan menjadi korban jiwa sipil pertama yang dikonfirmasi dalam operasi militer tersebut.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, serangan yang menghantam fasilitas pendidikan tersebut berlokasi di kota Minab. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik strategis karena menjadi tempat berdirinya pangkalan Garda Revolusi paramiliter Iran.
Konteks Operasi Militer Skala Besar
Amerika Serikat dan Israel memulai operasi tempur besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari 2026 sebagai puncak dari ketegangan yang meningkat. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa intervensi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi rakyat Iran guna mengambil kendali atas masa depan mereka.
Dalam pesan videonya, Trump mendesak warga Iran untuk bangkit melawan kepemimpinan Republik Islam yang telah berkuasa sejak revolusi 1979. "Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi," tegas Trump sebagaimana dikutip dari The Associated Press.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut mengonfirmasi tujuan strategis dari serangan gabungan ini. Ia menyatakan bahwa operasi tersebut menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib mereka sendiri di tengah tekanan politik domestik.
Eskalasi di Teheran dan Serangan Balasan
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa beberapa serangan udara pertama diduga menyasar area di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Media lokal di Teheran melaporkan kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dari berbagai penjuru ibu kota seiring intensitas serangan yang meningkat.
Iran segera merespons agresi tersebut dengan meluncurkan gelombang rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan wilayah Israel. Tidak hanya itu, militer Iran juga memperluas jangkauan serangan ke instalasi militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Dampak dari eskalasi ini mulai merembet ke negara tetangga, di mana serpihan rudal yang jatuh di ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) menewaskan satu orang. Kondisi keamanan yang memburuk memaksa UEA dan Irak untuk menutup wilayah udara mereka bagi penerbangan komersial sepenuhnya.
Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri Iran
Menanggapi situasi perang yang pecah, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan menantang melalui platform media sosial X. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan ragu untuk membalas setiap serangan yang mengancam kedaulatan tanah air mereka.
"Waktunya telah tiba untuk membela tanah air dan menghadapi serangan militer musuh," tulis kementerian tersebut. Hingga saat ini, situasi di kawasan Teluk tetap mencekam dengan mobilisasi armada tempur Amerika yang terus bergerak masuk ke wilayah konflik.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Di mana lokasi spesifik sekolah yang terkena serangan udara?
Sekolah tersebut berada di kota Minab, Iran bagian selatan, yang juga merupakan lokasi pangkalan Garda Revolusi.
Kapan serangan gabungan AS dan Israel ini dimulai?
Serangan besar-besaran tersebut diluncurkan pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Bagaimana bentuk balasan yang dilakukan oleh Iran?
Iran meluncurkan drone dan rudal ke Israel serta menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Siapa saja pemimpin yang terlibat dalam pengumuman operasi ini?
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah tokoh utama yang mengumumkan operasi gabungan ini.
Ditulis oleh: Eko Kurniawan
