Serangan Israel di Iran: Lima Siswi Tewas dalam Ledakan Sekolah Minab
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Lima orang siswi dilaporkan tewas setelah sebuah sekolah dasar perempuan di kota Minab, provinsi Hormozgan, Iran selatan, menjadi sasaran serangan udara Israel pada Sabtu pagi. Media lokal melaporkan bahwa proyektil menghantam gedung pendidikan tersebut saat serangan udara berlangsung di wilayah pesisir Iran.
Kantor berita Mehr, dengan mengutip pernyataan resmi dari pejabat provinsi, mengonfirmasi bahwa sekolah tersebut terkena dampak langsung selama agresi militer yang terjadi di awal hari. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai identitas para korban maupun tingkat kerusakan infrastruktur di lokasi kejadian.
Eskalasi Serangan Gabungan Amerika Serikat dan Israel
Operasi militer ini diklaim sebagai serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu dini hari ke beberapa titik di Iran. Pihak penyerang menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk menghapus ancaman yang ditimbulkan oleh otoritas di Teheran terhadap stabilitas kawasan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump merilis pernyataan video terpisah untuk menjelaskan justifikasi serangan tersebut. Dalam rekaman tersebut, kedua pemimpin juga memberikan isyarat kuat mengenai dukungan terhadap upaya pergantian pemerintahan di Iran.
Iran segera merespons insiden mematikan ini dengan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional mereka. Teheran bersumpah untuk memberikan balasan yang setimpal dan dilaporkan telah meluncurkan serangan balasan segera setelah agresi terjadi.
Dampak Terhadap Diplomasi Nuklir di Jenewa
Tragedi di Minab ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sangat sensitif yang sedang dimediasi oleh pemerintah Oman. Oman diketahui sedang memfasilitasi dialog terkait program nuklir Iran yang melibatkan perwakilan dari Washington dan Teheran secara intensif.
Putaran perundingan terbaru antara kedua negara tersebut baru saja diselesaikan di Jenewa, Swiss, pada hari Kamis lalu. Serangan udara ini dikhawatirkan akan merusak kemajuan yang telah dicapai dalam meja perundingan dan memicu ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.
Situasi di provinsi Hormozgan saat ini dilaporkan masih dalam kondisi waspada tinggi dengan pengerahan pasukan keamanan tambahan di sekitar area sipil. Warga setempat menyatakan kekhawatiran mendalam karena fasilitas publik seperti sekolah kini menjadi zona terdampak konflik bersenjata.
Para pengamat internasional menyoroti bahwa keterlibatan militer langsung dari Amerika Serikat menandakan babak baru dalam konfrontasi fisik di wilayah tersebut. Komunitas global kini mendesak adanya de-eskalasi segera guna mencegah bertambahnya korban jiwa dari kalangan warga sipil yang tidak bersalah.
Evakuasi korban di sekolah dasar Minab masih terus diupayakan oleh tim penyelamat setempat di bawah pengawasan ketat otoritas militer Iran. Pemerintah Iran diperkirakan akan membawa kasus penyerangan fasilitas pendidikan ini ke forum internasional sebagai bukti pelanggaran hukum kemanusiaan.
Ditulis oleh: Rina Wulandari