Serangan Udara AS-Israel di Iran: 40 Siswi Sekolah Dasar Tewas
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Setidaknya 40 siswi dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Serangan mematikan ini terjadi pada Sabtu pagi saat ketegangan militer antara negara-negara tersebut meningkat secara drastis.
Target serangan adalah Sekolah Shajareh Tayyebeh yang berlokasi di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Menurut laporan kantor berita Tasnim dan Fars, para korban jiwa merupakan anak-anak yang diperkirakan berusia antara tujuh hingga 12 tahun.
Tragedi di Sekolah Shajareh Tayyebeh
Ledakan hebat akibat rudal tersebut menyebabkan bangunan sekolah hancur dan membuat banyak siswa terjebak di bawah reruntuhan. Sumber di lapangan melaporkan bahwa upaya penyelamatan sedang berlangsung di tengah kondisi infrastruktur yang luluh lantak.
Data terbaru menunjukkan terdapat sekitar 170 siswi yang sedang berada di dalam sekolah saat serangan udara itu terjadi. Selain korban tewas, otoritas kesehatan setempat mencatat setidaknya 45 orang lainnya mengalami luka-luka serius.
Rekaman video yang diunggah oleh akun Telegram yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperlihatkan warga sipil yang panik. Mereka terlihat berusaha menggali puing-puing bangunan dengan tangan kosong untuk mencari korban yang masih tertimbun.
Eskalasi Serangan di Berbagai Kota
Asap tebal terlihat membubung tinggi dari pemukiman warga di sekitar sekolah, sementara kendaraan yang hancur berserakan di jalanan. Suasana di lokasi dipenuhi isak tangis dan teriakan warga yang syok melihat dampak kerusakan serangan tersebut.
Selain wilayah selatan, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel juga menargetkan ibu kota Teheran secara intensif. Ledakan keras terdengar di seluruh penjuru kota saat warga mulai berangkat bekerja pada hari pertama pekan kerja di Iran.
Laporan mengenai serangan udara juga datang dari berbagai kota strategis lainnya termasuk Qom, Karaj, Isfahan, hingga Kermanshah. Meski jumlah total korban belum diumumkan secara resmi, eskalasi ini menandakan dimulainya operasi militer skala besar.
Pernyataan Resmi Amerika Serikat
Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah dipindahkan ke tempat yang aman demi alasan keamanan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk mengeliminasi ancaman nyata dari rezim Teheran.
"Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi tempur utama di Iran untuk membela rakyat Amerika," ujar Trump dalam pernyataan resminya. Ia menegaskan bahwa Washington berkomitmen penuh untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir di masa depan.
Trump juga mengancam akan menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran dan menghentikan aktivitas kelompok proksi di kawasan tersebut. Pesan tersebut disampaikan sebagai peringatan keras terhadap pengaruh militer Iran yang dianggap mendestabilisasi keamanan dunia.
Ditulis oleh: Rina Wulandari
