Pembangunan Berkelanjutan NU: Perkuat Warga Hadapi Bencana dan Bangkitkan Ekonomi
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Depok, Indonesia – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas mendorong implementasi pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Penekanan utama diberikan pada penguatan ketahanan terhadap bencana, upaya pelestarian lingkungan hidup, serta peningkatan kemandirian ekonomi bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU). Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya tangguh menghadapi berbagai ancaman, tetapi juga memiliki kesejahteraan yang lebih baik.
Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, KH Abdul Ghaffar Rozin, yang akrab disapa Gus Rozin, menjelaskan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan memiliki cakupan yang sangat luas.
Hal ini sejalan dengan kerangka global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Menurutnya, ketiga aspek ini harus berjalan secara harmonis dan saling mendukung agar program pembangunan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan terukur bagi masyarakat.
Membangun Masyarakat Tangguh Bencana dan Berketahanan Iklim
Dalam Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, pada Jumat (23/10/2026), Gus Rozin menggarisbawahi pentingnya perhatian PBNU terhadap perlindungan dan pelayanan bagi masyarakat yang mendiami wilayah rawan bencana.
Upaya konkret yang digalakkan meliputi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, serta restorasi ekosistem lingkungan.
"Outcome-nya adalah masyarakat tangguh yang tangguh bencana dan berketahanan iklim," ujar Gus Rozin, menekankan bahwa ketahanan terhadap perubahan iklim menjadi elemen krusial dalam pembangunan saat ini.
Lebih lanjut, Gus Rozin menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak boleh hanya terpaku pada aspek perlindungan lingkungan semata.
Pembangunan yang ideal harus mampu secara signifikan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Termasuk di dalamnya adalah ancaman bencana alam yang kian meningkat dan dampak serius dari perubahan iklim global.
Oleh karena itu, strategi pemberdayaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk membekali warga agar memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik sekaligus mampu meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan.
Penguatan Ekonomi dan Kewirausahaan Warga NU
Selain fokus pada ketahanan bencana dan pelestarian lingkungan, PBNU juga memberikan dorongan kuat untuk penguatan sektor kewirausahaan sebagai pilar utama peningkatan kemandirian ekonomi warga NU.
Gus Rozin memaparkan bahwa pembinaan kewirausahaan perlu dilakukan secara terarah dan komprehensif.
Ini mencakup peningkatan keterampilan yang relevan, pendampingan intensif bagi para pelaku usaha, serta upaya perluasan akses terhadap berbagai lembaga keuangan.
Tujuannya adalah agar warga dapat mengembangkan usaha mereka secara mandiri dan berkontribusi nyata dalam memperkuat sektor ekonomi riil.
"Pembinaan kewirausahaan warga ini adalah bagaimana warga kita berdaya. Sektor riil ini memperbanyak pelaku usaha UMKM yang mandiri. Dibekali dengan skill, akses terhadap lembaga keuangan, dan seterusnya," jelas Gus Rozin. Pemberdayaan ekonomi ini dipandang sebagai komponen vital dalam pembangunan berkelanjutan, karena berpotensi membuka lebih banyak peluang usaha, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan secara agregat memperkuat kesejahteraan masyarakat. Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga, sehingga mereka tidak hanya menjadi konsumen atau pekerja, tetapi juga menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja.
Advokasi Ekosistem Ekonomi yang Berpihak
Gus Rozin juga menyoroti krusialnya advokasi bagi kelompok masyarakat yang menjadi tulang punggung ekonomi NU, yaitu petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Ia mengamati bahwa ketiga kelompok ini, meskipun merupakan mayoritas dari warga NU, masih menghadapi berbagai persoalan signifikan dalam ekosistem usaha yang mendukung keberlangsungan mereka.
"Warga NU itu mayoritas adalah kalau tidak petani, ya pelaku UMKM atau nelayan.
Tiga sektor ini ekosistemnya tidak berpihak semuanya," tegasnya.
Oleh karena itu, PBNU berpandangan bahwa penguatan ekonomi warga tidak cukup hanya sebatas pembinaan dan peningkatan keterampilan.
Diperlukan pula adanya kebijakan yang secara proaktif menciptakan ekosistem usaha yang lebih adil dan memberikan ruang yang memadai bagi petani, nelayan, serta pelaku UMKM untuk bertumbuh kembang.
PBNU memposisikan diri secara strategis untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah guna merumuskan kebijakan ekonomi yang benar-benar berpihak kepada kelompok-kelompok rentan tersebut.
"Menjadi kewajiban Nahdlatul Ulama bagaimana kita bisa memberikan masukan kepada pemerintah biar tercipta satu ekosistem ekonomi yang berpihak pada tiga klaster ini," pungkas Gus Rozin.