Fokus Utama IPNU-IPPNU: Gus Rozin Ingatkan Pentingnya Kaderisasi Pelajar

Table of Contents
Gus Rozin: IPNU-IPPNU Jangan Kehilangan Fokus Kaderisasi Pelajar
Fokus Utama IPNU-IPPNU: Gus Rozin Ingatkan Pentingnya Kaderisasi Pelajar

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indonesia - Menjelang perhelatan akbar Kongres IPNU XXI dan IPPNU XX yang dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah pada November 2026, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, melayangkan peringatan penting. Ia menekankan agar organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tidak mengesampingkan misi utamanya sebagai garda terdepan dalam kaderisasi generasi muda berhaluan pelajar.

Perkuat Basis di Sekolah dan Pesantren

Dalam sebuah kesempatan pada Ahad, 4 Oktober 2026, di Aula Gedung PWNU Jawa Tengah, Gus Rozin secara lugas menyampaikan urgensi penguatan kaderisasi di tingkat paling dasar.

"Harus lebih fokus pada level pelajar.

Di Jawa Tengah saja ada empat ribuan sekolah Ma’arif dan pesantren yang belum sepenuhnya terjangkau," tegasnya.

Menurut Gus Rozin, sekolah dan institusi pendidikan berbasis pesantren adalah ladang strategis untuk menumbuhkembangkan kader-kader muda NU yang siap estafet perjuangan organisasi.

Gus Rozin melihat perlunya sinergi yang lebih erat antara PWNU, badan otonom (banom) NU, serta jajaran pengurus IPNU dan IPPNU di semua tingkatan.

Ia berpendapat, meski ekspansi gerak organisasi ke berbagai sektor penting, hal tersebut tidak boleh sampai mengorbankan perhatian terhadap basis kaderisasi utama, yakni sekolah dan pesantren.

Upaya ini dapat dioptimalkan melalui kolaborasi aktif dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) untuk memperkuat kehadiran dan peran komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan pendidikan tersebut.

Kaderisasi di Komisariat: Jembatan Menuju Kepemimpinan

Gus Rozin memaparkan bahwa potensi penguatan kaderisasi di ribuan sekolah jaringan Ma’arif NU dan pesantren di Jawa Tengah sangatlah besar.

Ia mengingatkan bahwa proses kaderisasi yang efektif tidak hanya berhenti di tingkat cabang atau wilayah.

Organisasi perlu hadir lebih dekat dengan denyut nadi kehidupan sehari-hari para pelajar.

"Dari komisariat, kader dapat memperoleh ruang untuk belajar berorganisasi, mengembangkan kepemimpinan, membangun jejaring, sekaligus memahami nilai-nilai ke-NU-an," jelasnya.

Melalui penguatan komisariat, diharapkan para kader mendapatkan platform yang memadai untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, belajar mengelola organisasi, memperluas jejaring, serta mendalami ajaran dan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama.

Ini merupakan investasi jangka panjang untuk keberlangsungan organisasi dan peran NU di masyarakat.

Perkuat Basis di Sekolah dan Pesantren

Program Kerja Realistis dan Kemandirian Organisasi

Selain menyoroti pentingnya fokus pada akar rumput, Gus Rozin juga mengimbau para pengurus IPNU dan IPPNU untuk menyusun program kerja yang realistis.

Mengingat masa khidmat kepengurusan yang terbatas, ia menyarankan agar penetapan target dan agenda organisasi mempertimbangkan siklus konsolidasi pasca-pelantikan dan persiapan agenda selanjutnya.

"Program kerja tidak seharusnya hanya berorientasi pada banyaknya kegiatan.

Yang lebih penting adalah memastikan program tersebut memiliki dampak nyata terhadap kader dan dapat diteruskan oleh kepengurusan berikutnya," pesannya.

Aspek kemandirian organisasi juga menjadi perhatian serius Gus Rozin.

Ia mendorong kader IPNU dan IPPNU untuk menumbuhkan karakter yang kuat, mandiri, dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan eksternal yang dapat menyimpang dari tujuan organisasi.

"Hal-hal yang kurang baik di rumah orang tua kita atau kakak-kakak kita tidak usah ditiru.

Lepaskan diri dari kooptasi politik.

IPNU dan IPPNU harus membangun karakter yang kuat," tegasnya.

Ia menekankan bahwa organisasi pelajar NU harus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang unggul, mampu belajar kepemimpinan dan pengabdian, sembari tetap menjaga independensi organisasinya.

Kongres sebagai Momentum Evaluasi dan Arah Gerak

Kongres IPNU XXI dan IPPNU XX yang akan diselenggarakan di Jawa Tengah di November 2026 mendatang, dinilai Gus Rozin sebagai momen krusial. Forum ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga kesempatan emas untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap perjalanan organisasi dan merumuskan arah gerakan di masa depan. Ia berharap kongres mampu menjawab tantangan zaman yang kian kompleks, terutama dalam hal kaderisasi pelajar.

Beberapa pekerjaan rumah utama yang perlu mendapatkan perhatian serius antara lain penguatan fungsi komisariat, perluasan jangkauan basis kader di sekolah dan pesantren, penguatan sinergi dengan ekosistem pendidikan NU, serta penanaman karakter organisasi yang kokoh.

"Bagi IPNU dan IPPNU, kembali memperkuat akar kaderisasi berarti memastikan organisasi tetap dekat dengan pelajar.

Sebab, masa depan organisasi bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin di tingkat atas, tetapi juga oleh seberapa kuat kaderisasi berlangsung di tingkat paling bawah," pungkas Gus Rozin, menggarisbawahi pentingnya fondasi kaderisasi yang kuat untuk keberlanjutan organisasi.

Pesan Gus Rozin ini disampaikan dalam rangka menghadapi dinamika organisasi dan persiapan menuju kongres yang menjadi penentu arah strategis IPNU dan IPPNU ke depan, menegaskan kembali komitmen terhadap pembinaan generasi muda NU yang berkarakter dan berdedikasi.

Baca Juga

Loading...