Trump Ancam Bom Infrastruktur Iran, Ketegangan Regional Timur Tengah Meningkat

Table of Contents
Iran war live: Trump threatens to bomb a power plant for each ship strike | US-Israel war on Iran News | Al Jazeera
Trump Ancam Bom Infrastruktur Iran, Ketegangan Regional Timur Tengah Meningkat

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran menyusul ketegangan yang terus memuncak di kawasan Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa AS akan merespons setiap serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dengan menargetkan infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik atau jembatan di dekat Teheran.

Ancaman tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak menentu antara Washington dan Teheran. Para pakar hukum konflik bersenjata internasional memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pemimpin Baru Hamas Berbicara Soal Stabilitas Regional

Sementara itu, pemimpin baru Hamas, Khalil al-Hayya, menyampaikan pernyataan publik pertamanya sejak pengangkatannya pada hari Senin. Dalam pernyataannya, al-Hayya menegaskan bahwa stabilitas di Timur Tengah hanya akan tercapai jika hak-hak rakyat Palestina terlindungi dan terjamin.

Al-Hayya menekankan bahwa apa yang sedang terjadi di kawasan tersebut membuktikan bahwa stabilitas rakyat Palestina adalah kunci stabilitas regional secara keseluruhan. Ia mendesak komunitas internasional untuk bertindak, memperingatkan bahwa standar keadilan akan runtuh sepenuhnya jika Gaza terus dibiarkan tanpa perlindungan.

Diplomasi di Tengah Krisis: Upaya Mediasi dan Hambatan

Pemimpin Baru Hamas Berbicara Soal Stabilitas Regional

Di sisi lain, al-Hayya memberikan apresiasi kepada negara-negara mediator, termasuk Mesir, Qatar, dan Turki, yang terus berupaya menghentikan pertumpahan darah di Gaza. Ia menuntut negara-negara sponsor perundingan untuk menekan pemerintah Israel agar mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.

Namun, jalan menuju perdamaian tampak terjal karena Washington menyatakan kesulitan untuk terlibat dalam negosiasi dengan Iran. Sekretaris Negara dan Penjabat Penasihat Keamanan Nasional AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa meskipun ada tawaran dari Iran, pihak AS ragu untuk terlibat karena menilai pihak Iran tidak bertindak dengan itikad baik.

Rubio secara khusus menyoroti adanya pelanggaran memorandum pemahaman yang dilakukan oleh Iran. Di tengah kebuntuan diplomatik ini, upaya dari pihak luar seperti Pakistan yang menyambut pejabat tinggi Iran tetap dilakukan guna meredakan ketegangan.

Trump Klaim Dukungan Publik untuk Perang Iran

Di dalam negeri, Presiden Trump mengklaim bahwa publik Amerika Serikat tidak menentang perang yang diluncurkan terhadap Iran. Ia menyatakan hal tersebut kepada para wartawan saat dalam perjalanan menuju upacara untuk tentara AS yang tewas dalam pertempuran.

Meskipun Trump mengklaim dukungan tersebut nyata, jajak pendapat menunjukkan ketidakpopuleran yang meningkat atas serangan yang dilakukan AS di Republik Islam Iran sejak bulan Februari. Trump menanggapi kekhawatiran ini dengan mengatakan bahwa orang Amerika mungkin tidak menginginkan harga bensin tinggi, namun mereka tidak menentang perang.

Terlepas dari klaim tersebut, ketidakpastian mengenai survei mana yang dirujuk oleh sang presiden tetap menjadi tanda tanya besar. Sementara itu, ribuan keluarga Palestina di Gaza masih menanti jawaban mengenai nasib anggota keluarga mereka yang hilang, baik yang tertahan di penjara Israel atau terkubur di bawah reruntuhan.

Baca Juga

Loading...