Operasi Deru Singa: Pernyataan Lengkap Benjamin Netanyahu Terkait Serangan Terhadap Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengumumkan peluncuran serangan militer besar-besaran terhadap Iran dalam sebuah pesan rekaman pada Sabtu pagi. Operasi yang diberi nama "Operasi Deru Singa" ini dilakukan melalui kampanye gabungan antara militer Israel dan Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah untuk mengakhiri ancaman dari rezim Ayatollah di Iran secara permanen. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah menyerang fasilitas Pengawal Revolusi, kelompok Basij, serta berbagai situs rudal balistik strategis.
Target Operasi Militer dan Dukungan Amerika Serikat
Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer kali ini dirancang untuk menjadi jauh lebih kuat dibandingkan perang 12 hari yang terjadi pada Juni lalu. Ia menekankan bahwa serangan ini merupakan langkah preventif agar Iran tidak menjadi negara dengan kekuatan nuklir yang tidak tersentuh.
Operasi ini dilakukan dengan koordinasi penuh di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut Netanyahu sebagai pemimpin pemberani. Menurutnya, kerja sama ini membuktikan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan kebohongan rezim Teheran terus berlanjut dalam negosiasi yang sia-sia.
Pesan untuk Rakyat dan Militer Iran
Perdana Menteri Netanyahu juga memberikan pesan khusus kepada warga sipil Iran dan tentara reguler atau Artesh agar tidak melihat Israel sebagai musuh. Ia mengklaim bahwa musuh bersama bagi kedua bangsa adalah rezim opresif yang telah menyengsara rakyatnya sendiri selama puluhan tahun.
Ia bahkan menawarkan jaminan keamanan bagi setiap personel militer Iran yang bersedia meletakkan senjata dan berhenti mendukung rezim saat ini. Netanyahu mengajak seluruh kelompok etnis di Iran, termasuk Kurdi, Azeri, dan Baloch, untuk mengambil alih takdir bangsa menuju Iran yang bebas.
Konteks Hari Raya Purim dan Harapan Masa Depan
Penyampaian pidato ini bertepatan dengan persiapan hari raya Purim, sebuah peringatan sejarah tentang penyelamatan bangsa Yahudi dari ancaman pemusnahan di Persia kuno. Netanyahu mengaitkan narasi sejarah tersebut dengan situasi modern dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial dari Iran.
Netanyahu menutup pesannya dengan meminta warga Israel untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi dari Komando Front Dalam Negeri demi keselamatan bersama. Ia optimis bahwa hasil dari operasi ini nantinya akan membuka jalan bagi perdamaian serta kemakmuran antara Israel dan Iran di masa depan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Operasi Deru Singa?
Operasi Deru Singa adalah kampanye militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas militer dan situs rudal balistik di Iran.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam operasi ini?
Operasi ini melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), intelijen Mossad, serta militer Amerika Serikat di bawah koordinasi pemerintahan Donald Trump.
Apa perbedaan operasi ini dengan perang di bulan Juni?
Netanyahu menyatakan bahwa Operasi Deru Singa direncanakan jauh lebih kuat dan masif dibandingkan Operasi Rising Lion yang terjadi selama 12 hari pada bulan Juni.
Apa target spesifik dari serangan Israel tersebut?
Target utamanya meliputi fasilitas Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), pangkalan Basij, dan situs-situs penyimpanan rudal balistik yang dianggap mengancam keamanan kawasan.
Ditulis oleh: Rizky Ramadhan