Trump Dorong Rakyat Iran Gulingkan Pemerintah dan Desak Militer Menyerah

Table of Contents
Trump Dorong Warga Iran Gulingkan Pemerintah, Desak Militer Teheran Menyerah
Trump Dorong Rakyat Iran Gulingkan Pemerintah dan Desak Militer Menyerah

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendorong warga sipil Iran untuk menggulingkan pemerintahan mereka sendiri. Seruan provokatif ini muncul setelah Washington dan Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam pernyataan video yang dilansir oleh CNN, Trump menegaskan bahwa momen kebebasan bagi rakyat Iran telah tiba. Ia meminta masyarakat untuk segera mengambil alih kendali pemerintahan demi masa depan generasi yang akan datang.

Operasi Militer Besar-besaran Terhadap Teheran

Trump menyebutkan bahwa Amerika Serikat saat ini sedang menjalankan operasi militer yang besar dan berkelanjutan di wilayah Iran. Langkah ini diklaim bertujuan untuk mencegah kediktatoran radikal yang dianggap mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika.

Serangan udara tersebut secara khusus menargetkan infrastruktur pertahanan dan industri persenjataan milik pemerintah Iran. Trump menegaskan bahwa rudal-rudal milik Teheran akan dihancurkan hingga lumat dengan tanah oleh kekuatan militer AS.

Presiden ke-47 AS tersebut juga mengeklaim bahwa dirinya berani mengambil langkah yang tidak pernah dilakukan oleh para pendahulunya. Ia merasa telah memberikan bantuan nyata yang selama ini diminta oleh rakyat Iran namun tidak pernah dikabulkan pemimpin sebelumnya.

"Amerika mendukung Anda dengan kekuatan luar biasa dan daya hancur yang dahsyat," ujar Trump dalam pesan videonya. Ia mendesak warga untuk tidak membiarkan kesempatan langka ini hilang begitu saja dari genggaman mereka.

Operasi Militer Besar-besaran Terhadap Teheran

Tawaran Kekebalan bagi Militer dan Garda Revolusi

Selain menyasar warga sipil, Trump juga memberikan ultimatum kepada personel militer dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menyerukan agar seluruh aparat keamanan, termasuk kepolisian, segera meletakkan senjata mereka dan menyerah.

Trump menjanjikan pemberian kekebalan penuh bagi setiap anggota militer yang bersedia berhenti melakukan perlawanan saat ini juga. Pesan tersebut disampaikan secara tegas melalui platform media sosial Truth Social pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Namun, ancaman keras juga menyertai tawaran tersebut bagi mereka yang tetap memilih untuk setia kepada pemerintahan Teheran. Trump memperingatkan bahwa siapa pun yang menolak untuk menyerah akan menghadapi kematian yang pasti di medan laga.

Ia menekankan bahwa mereka yang menyerah akan diperlakukan secara adil dan mendapatkan perlindungan total dari pihak Amerika Serikat. Upaya ini dipandang sebagai strategi untuk memecah belah loyalitas militer Iran dari dalam selama agresi berlangsung.

Hingga saat ini, situasi di Iran dilaporkan masih sangat tegang dengan serangan udara yang terus membombardir titik-titik strategis. Dunia internasional terus memantau dampak dari seruan revolusi yang digaungkan oleh gedung putih tersebut.

Trump menutup pernyataannya dengan mengajak rakyat Iran untuk segera menentukan takdir mereka demi masa depan yang lebih makmur. Ia yakin bahwa keruntuhan pemerintahan saat ini adalah satu-satunya jalan menuju kemajuan bagi bangsa Iran.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan serangan AS terhadap Iran terjadi?

Serangan udara besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Apa tujuan utama serangan Amerika Serikat ke Iran menurut Trump?

Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan industri rudal Iran dan mencegah kediktatoran radikal mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Apa janji Trump kepada anggota militer Iran yang menyerah?

Donald Trump menjanjikan kekebalan penuh (full immunity) dan perlakuan yang adil bagi anggota Garda Revolusi, angkatan bersenjata, dan polisi yang meletakkan senjata.

Melalui media apa Trump menyampaikan seruannya?

Pernyataan video Trump dirilis melalui media sosial Truth Social dan diberitakan oleh saluran berita CNN.



Ditulis oleh: Rizky Ramadhan

Baca Juga

Loading...