Analisis Krisis Iran 2026: Trump Pilih Jalur Konfrontasi Demi Perubahan Rezim
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Donald Trump, dengan dukungan penuh dari militer Israel, kini secara terbuka mengupayakan perubahan rezim di Iran. Langkah drastis ini menandai pergeseran radikal dari upaya diplomasi yang sebelumnya sempat menunjukkan titik terang di meja perundingan.
Laporan dari Alistair Bunkall menyebutkan bahwa situasi saat ini telah memasuki fase krusial dengan pendekatan tanpa kompromi. Hanya dalam kurun waktu 36 jam, dinamika hubungan kedua negara berubah drastis dari dialog menjadi ancaman konfrontasi militer langsung.
Kegagalan Diplomasi di Geneva
Sebelum ketegangan memuncak, utusan Trump telah bertemu dengan delegasi tingkat tinggi Iran di Geneva untuk mencari solusi diplomatik. Sumber internal menyebutkan bahwa diskusi tersebut awalnya berjalan sangat positif dan memberikan harapan bagi stabilitas kawasan.
Kedua belah pihak dikabarkan hampir mencapai kesepakatan sementara meskipun terdapat beberapa celah signifikan yang sulit dijembatani. Namun, satu isu krusial yang sengaja tidak dibahas adalah program rudal balistik milik Iran yang terus berkembang.
Absennya pembahasan rudal balistik ini memicu kekhawatiran mendalam bagi pihak Israel yang merasa terancam secara langsung. Yerusalem memandang program tersebut sebagai ancaman eksistensial yang tidak bisa diabaikan dalam perjanjian internasional mana pun.
Upaya Mediasi Oman yang Terhenti
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, sempat terbang mendadak ke Washington untuk menemui Wakil Presiden JD Vance secara pribadi. Albusaidi berupaya memberikan pengarahan langsung guna menyelamatkan proses perdamaian yang mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan.
Diplomat senior tersebut bahkan melakukan wawancara langka di televisi Amerika Serikat untuk menjelaskan proposal yang sedang dipertimbangkan. Upaya jujur ini dilakukan demi menjaga agar kedua belah pihak tidak meninggalkan meja perundingan di tengah tekanan politik.
Sinyal keruntuhan diplomasi mulai terlihat jelas pada Jumat pagi melalui instruksi mendadak dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Duta Besar Mike Huckabee mengeluarkan peringatan darurat kepada seluruh staf untuk segera meninggalkan Israel pada hari itu juga.
Evakuasi Diplomatik dan Ancaman Serangan
Peringatan tersebut terkesan sangat mendesak dan tidak menyerupai prosedur evakuasi diplomatik yang biasanya terencana dengan matang. Hal ini mengindikasikan bahwa Washington telah memiliki informasi intelijen mengenai serangan militer yang akan segera terjadi.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang sejak awal skeptis terhadap negosiasi, diduga telah memutuskan untuk mengambil jalur militer. Keputusan ini kemungkinan besar merupakan langkah terkoordinasi untuk melumpuhkan infrastruktur pertahanan Iran secara permanen.
Diplomat Inggris di Tel Aviv juga dilaporkan telah dipindahkan ke Yerusalem demi alasan keamanan yang sangat ketat. Langkah serupa pernah diambil saat pecahnya Perang 12 Hari yang mengguncang kawasan tersebut pada Juni tahun lalu.
Dampak Eskalasi di Kawasan Timur Tengah
Kedutaan besar Barat dan pos-pos militer di seluruh Timur Tengah kini mulai dikosongkan dari staf non-esensial secara bertahap. Ketegangan memuncak saat laporan mengenai serangan udara mulai bermunculan pada Jumat malam di berbagai titik strategis.
Trump kini berkomitmen penuh pada strategi perubahan rezim dengan bantuan kekuatan udara dan intelijen dari pihak Israel. Serangan dilaporkan tidak hanya menyasar wilayah perbatasan, tetapi juga lokasi strategis di jantung pertahanan Iran.
Meskipun kemampuan rudal Iran melemah akibat serangan tahun lalu, rezim Teheran diprediksi tidak akan menyerah begitu saja. Mereka kemungkinan besar akan melawan habis-habisan dan berisiko menyeret seluruh kawasan ke dalam konflik bersenjata yang lebih luas.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang memediasi pembicaraan antara AS dan Iran di Geneva?
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, bertindak sebagai mediator utama dalam beberapa putaran pembicaraan diplomatik tersebut.
Mengapa Israel keberatan dengan poin-poin kesepakatan di Geneva?
Israel khawatir karena program rudal balistik Iran tidak dimasukkan ke dalam agenda pembahasan, yang dianggap sebagai ancaman langsung bagi mereka.
Apa instruksi mendadak dari Duta Besar Mike Huckabee?
Huckabee memerintahkan seluruh staf kedutaan yang ingin meninggalkan Israel untuk melakukan evakuasi segera pada hari Jumat tersebut.
Ditulis oleh: Doni Saputra
