Trump Serang Iran Tanpa Izin Kongres: Pendukung MAGA Merasa Dikhianati
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Donald Trump kini menghadapi gelombang protes keras dari basis pendukung setianya, MAGA, setelah meluncurkan serangan militer ke Iran. Langkah mendadak ini dilakukan tanpa persetujuan resmi dari Kongres Amerika Serikat pada Sabtu pagi waktu setempat.
Dalam pengumumannya, Trump menyatakan bahwa operasi tempur besar tersebut bertujuan untuk melenyapkan program nuklir Iran secara permanen. Ia bersumpah untuk menghancurkan fasilitas yang sebelumnya ia klaim telah dilumpuhkan beberapa bulan lalu demi keamanan nasional.
Reaksi Keras Tokoh Sayap Kanan
Keputusan tersebut memicu kemarahan tokoh-tokoh pro-Trump yang selama ini mendukung kebijakan anti-intervensi militer di luar negeri. Andrew Tate secara terbuka menyatakan melalui media sosial bahwa tidak ada satu pun pendukung yang menginginkan perang ini.
Anggota Kongres dari faksi MAGA, Anna Paulina Luna, segera menyerukan doa bagi keselamatan seluruh personel militer dan warga sipil. Ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas dampak kemanusiaan yang mungkin terjadi akibat eskalasi militer di wilayah tersebut.
Kritik tajam juga datang dari Marjorie Taylor Greene yang merasa dikhianati oleh kebijakan luar negeri terbaru sang presiden. Greene mengunggah video lama Trump yang mengkritik Perang Irak dan menyebut langkah ini sebagai pengulangan kesalahan masa lalu.
Penulis sayap kanan Cassandra Macdonald menyatakan kekecewaannya dengan menyebut tindakan Trump sebagai pengorbanan tentara terbaik demi kepentingan negara asing. Ia menggambarkan situasi ini sebagai momen yang sangat mengecewakan bagi gerakan Amerika First.
Legalitas dan Kontroversi Militer
Serangan udara tersebut berlangsung di tengah malam saat sebagian besar warga Amerika Serikat sedang tertidur lelap. Tindakan ini dianggap melanggar hukum karena tidak melalui proses persetujuan legislatif yang diwajibkan oleh undang-undang perang.
Hanya beberapa jam sebelum serangan, Wakil Presiden JD Vance sempat mencoba meredakan kekhawatiran publik melalui wawancara dengan Washington Post. Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan terseret ke dalam konflik jangka panjang tanpa tujuan yang jelas.
Republika Thomas Massie menanggapi serangan tersebut sebagai tindakan perang ilegal yang mengabaikan wewenang konstitusional Kongres. Massie selama ini merupakan penentang keras keterlibatan militer Amerika di Timur Tengah tanpa diskusi terbuka.
Pernyataan Resmi Donald Trump
Melalui video berdurasi delapan menit, Trump berupaya membenarkan operasi militer tersebut karena Iran menolak kesepakatan nuklir yang baru. Ia secara eksplisit menyerukan kepada rakyat Iran untuk segera melakukan kudeta dan menggulingkan pemerintahan mereka.
Trump mengakui adanya risiko jatuhnya korban dari pihak militer Amerika Serikat dalam menjalankan misi berbahaya ini. Namun, ia tetap bersikeras bahwa pengorbanan tersebut adalah misi mulia demi masa depan generasi mendatang di seluruh dunia.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa pendukung MAGA marah atas serangan ke Iran?
Banyak pendukung MAGA menganut prinsip 'America First' yang menolak keterlibatan Amerika dalam perang luar negeri yang tidak perlu dan tidak mendapatkan persetujuan rakyat melalui Kongres.
Apakah serangan tersebut memiliki dasar hukum?
Kritikus dan anggota Kongres seperti Thomas Massie menyatakan serangan itu tidak sah secara hukum karena dilakukan tanpa persetujuan dari Kongres Amerika Serikat.
Apa tujuan utama Trump menyerang Iran?
Trump menyatakan tujuannya adalah untuk melenyapkan program nuklir Iran secara total dan mendorong terjadinya pergantian rezim oleh rakyat Iran sendiri.
Ditulis oleh: Rudi Hartono
