Cerita Ojol Ikut War Sembako Murah di Polres Indramayu
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Seorang pengemudi ojek online bernama Ikhsan Maulana Hatta (35) tampak antusias mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) di Mapolres Indramayu. Kegiatan berburu sembako atau yang populer disebut "war" ini berlangsung pada Selasa (24/2/2026) di tengah kerumunan warga.
Ikhsan yang masih mengenakan jaket hijau khas ojolnya terlihat mencolok di antara antrean panjang masyarakat yang ingin mendapatkan harga pangan terjangkau. Bapak satu anak ini sengaja menyempatkan diri datang ke lokasi tepat saat pembukaan pukul 15.00 WIB setelah selesai bekerja.
Antusiasme Warga dalam Gerakan Pangan Murah
Di tangan kirinya, Ikhsan sudah menenteng dua kantong plastik putih yang berisi komoditas cabai serta daging ayam segar. Sementara itu, tangan kanannya terlihat sibuk membalas pesan WhatsApp dari sang istri untuk menanyakan kebutuhan dapur lainnya.
"Lagi nanya istri mau beli apa lagi mumpung di sini," ujar Ikhsan kepada wartawan di lokasi GPM Mapolres Indramayu. Bagi warga Perumahan Bumi Aman Sejahtera (BAS) Bhayangkara ini, program GPM adalah kesempatan berharga untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.
Kebutuhan pokok biasanya mengalami lonjakan harga yang signifikan setiap memasuki awal Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri. Ikhsan mengaku sangat terbantu dengan adanya intervensi harga melalui bazar pangan murah yang rutin diadakan instansi pemerintah.
Perbandingan Harga Pasar dan Bazar GPM
Ikhsan menjelaskan bahwa dirinya langsung mengincar daging ayam yang dibanderol seharga Rp 36.000 per kilogram pada acara tersebut. Harga ini terhitung jauh lebih ekonomis dibandingkan harga di pasar tradisional yang sudah menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram.
Selain daging ayam, ia juga berhasil mengamankan stok cabai hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 saja. Menurutnya, besaran uang tersebut tidak akan mendapatkan jumlah cabai yang sama jika ia membelinya di pasar umum.
"Tadi juga beli cabai Rp 5.000, kalau di pasar uang segini tuh tidak dapat sebanyak ini, Mas," tuturnya sambil menunjukkan belanjaannya. Selisih harga yang cukup lebar ini menjadi alasan utama mengapa warga rela mengantre sejak sore hari.
Tantangan Antrean dan Stok yang Terbatas
Meskipun sudah datang tepat waktu, Ikhsan mengaku terkejut melihat antrean warga yang sudah mengular di depan stan-stan sembako. Tingginya minat masyarakat membuat beberapa bahan pokok incaran warga habis dalam waktu yang relatif singkat.
Ikhsan mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak sempat membeli bagian iga sapi yang dijual dengan harga miring sekitar Rp 45.000. "Tadinya mau beli iga juga, tapi sepertinya sudah habis karena banyak sekali yang mengantre tadi," tambahnya.
Kehadiran Ikhsan di setiap agenda GPM, baik yang digelar pemerintah maupun instansi kepolisian, menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi pekerja sektor informal. Ia berharap program serupa terus dijalankan secara konsisten guna menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Polres Indramayu dilaksanakan?
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Februari 2026, mulai pukul 15.00 WIB.
Berapa selisih harga daging ayam di GPM dibandingkan harga pasar?
Harga daging ayam di GPM adalah Rp 36.000 per kilogram, sedangkan di pasar tradisional mencapai Rp 40.000 per kilogram.
Apa saja bahan pangan yang dijual dalam program GPM tersebut?
Bahan pangan yang tersedia meliputi daging ayam, cabai, iga sapi (Rp 45.000), dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi.