Konflik Timur Tengah Memanas: AS dan Israel Serang Wilayah Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Wilayah Timur Tengah meletus dalam konflik bersenjata pada hari Sabtu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan peluncuran operasi militer skala besar di wilayah Iran. Ketegangan yang telah memuncak selama berminggu-minggu ini mencapai titik didih saat ledakan bom dan rudal mengguncang berbagai titik strategis.
Secara bersamaan, Israel meluncurkan operasi militer bertajuk "Judah's Shield" dan segera menetapkan status darurat nasional di seluruh wilayahnya. Langkah koordinasi ini bertujuan untuk menetralisir ancaman dari rezim Iran serta mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh negara tersebut.
Respons Cepat Korps Garda Revolusi Iran
Hanya dalam hitungan jam, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran. Serangan balasan ini menargetkan wilayah-wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan sebagai bentuk pembelaan diri atas agresi asing.
Sirine peringatan bahaya bergema di seluruh penjuru Israel, memicu kepanikan massal saat warga diinstruksikan untuk segera menuju bunker perlindungan. Tentara Israel mengonfirmasi adanya deteksi peluncuran rudal dari daratan Iran dan memastikan sistem pertahanan udara mereka bekerja secara aktif.
Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk Arab
Dampak konflik ini meluas hingga ke Bahrain, di mana otoritas setempat mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas di dalam perbatasan kerajaan. Ledakan besar dilaporkan terjadi di area Juffair, lokasi yang menjadi markas pangkalan angkatan laut utama Amerika Serikat.
Uni Emirat Arab juga mengalami dampak serius setelah saksi mata melaporkan ledakan hebat di Abu Dhabi. Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA segera menutup sebagian wilayah udara demi menjamin keselamatan penerbangan dan kru di tengah eskalasi keamanan.
Sementara itu, Qatar yang menjadi rumah bagi pangkalan militer AS Al-Udeid mencoba menenangkan warga dengan menyatakan situasi internal tetap stabil. Meski demikian, pemerintah Qatar tetap mengirimkan peringatan darurat agar warga tidak mendekati instalasi militer dan tetap berada di rumah.
Kondisi Darurat di Tehran dan Nasib Pemimpin Iran
Di dalam wilayah Iran, situasi dilaporkan sangat dramatis dengan serangan yang menyasar dekat istana kepresidenan dan kediaman Pemimpin Tertinggi. Ali Khamenei dikabarkan telah dipindahkan ke lokasi yang aman segera setelah serangan dimulai untuk menghindari ancaman langsung.
Presiden Iran, Masoud Bazkhian, dilaporkan dalam kondisi selamat, namun kini menghadapi ujian kepemimpinan terberat sejak menjabat. Infrastruktur komunikasi di Tehran mengalami gangguan parah, sementara antrean panjang terlihat di stasiun pengisian bahan bakar saat warga mencoba melarikan diri.
Dampak Global dan Peringatan Milisi Houthi
Milisi Houthi di Yaman, sekutu strategis Iran, mengeluarkan pernyataan keras yang memperingatkan perluasan lingkaran konfrontasi. Mereka menegaskan bahwa setiap eskalasi lebih lanjut dapat memicu front pertempuran baru yang mencakup Lebanon, Irak, hingga Suriah.
Secara internasional, pasar minyak dunia bereaksi cepat dengan lonjakan harga yang tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz. Sejumlah negara besar mulai terbelah antara yang mendukung serangan tersebut dan pihak yang mendesak dilakukan gencatan senjata segera guna mencegah perang regional total.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa nama operasi militer yang diluncurkan Israel?
Israel meluncurkan operasi militer yang disebut 'Judah's Shield' sebagai respons terhadap ancaman dari rezim Iran.
Bagaimana respons Iran terhadap serangan Amerika Serikat?
Iran melalui Garda Revolusi meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone besar-besaran ke wilayah Israel dan menargetkan beberapa titik strategis di kawasan Teluk.
Negara mana saja yang terdampak oleh konflik ini?
Selain Iran dan Israel, konflik ini berdampak pada kedaulatan dan keamanan di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, serta melibatkan milisi Houthi di Yaman.
Ditulis oleh: Maya Sari
