Analisis Pakar: Serangan AS dan Israel ke Iran Incar Pergantian Rezim
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Serangkaian ledakan dilaporkan mengguncang Tehran, Iran, setelah beberapa target strategis menjadi sasaran serangan udara pada 28 Februari 2026. Insiden ini memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.
Sejumlah pakar dari media Global Times menilai bahwa operasi militer ini menunjukkan indikasi kuat adanya upaya terencana untuk melakukan pergantian rezim. Serangan udara yang masif tersebut dianggap sebagai tahap awal dari eskalasi konflik yang lebih luas.
Motivasi di Balik Serangan Udara
Pakar pertahanan dari Global Times yang mendalami pengembangan senjata menyatakan bahwa serangan udara akan tetap menjadi fokus utama militer saat ini. Strategi ini digunakan untuk melemahkan infrastruktur pertahanan Iran sebelum langkah politik lebih lanjut diambil.
Kepala reporter Global Times sekaligus komentator politik Amerika Serikat dan keamanan Asia menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar gertakan diplomatik. Menurutnya, koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel mencerminkan tujuan strategis yang jauh melampaui isu nuklir.
Liu Xin, yang memimpin meja redaksi Global Times China, menambahkan bahwa eskalasi ini dapat berdampak pada stabilitas wilayah perbatasan. Sebagai pengamat isu Xinjiang dan area perbatasan, ia melihat potensi pergeseran geopolitik yang signifikan di Asia.
Negosiasi Sebagai Kedok Diplomatik
Para ahli berpendapat bahwa tawaran negosiasi yang sempat muncul di permukaan kemungkinan besar hanyalah sebuah 'sampul' atau kedok politik. Diplomasi tersebut dianggap bertujuan untuk memberikan waktu bagi persiapan militer yang lebih matang di lapangan.
Faktanya, ledakan di Tehran pada akhir Februari tersebut membuktikan bahwa jalur kekerasan lebih diutamakan daripada dialog meja bundar. Penggunaan kekuatan udara dipilih karena efektivitasnya dalam menghancurkan pusat komando tanpa melibatkan pasukan darat dalam jumlah besar.
Kondisi di Tehran saat ini masih mencekam seiring dengan dokumentasi visual dari International Communications (IC) yang menunjukkan kerusakan di beberapa titik. Masyarakat internasional kini menunggu respon resmi dari pemerintah Iran terkait kerusakan fasilitas vital mereka.
Dampak Keamanan Regional
Situasi ini diprediksi akan mengubah peta aliansi di kawasan Asia dan Timur Tengah dalam waktu singkat. Negara-negara tetangga Iran mulai memperketat keamanan di perbatasan mereka guna mengantisipasi limpahan konflik.
Dengan adanya keterlibatan teknologi militer canggih, perang ini dipandang sebagai ujian bagi sistem pertahanan udara buatan domestik Iran. Analisis dari Global Times menyiratkan bahwa intensitas serangan mungkin akan meningkat jika tujuan politik belum tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di Tehran masih berada pada level tertinggi dengan pengawasan ketat dari komunitas intelijen global. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Washington dan Yerusalem.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan serangan terhadap Tehran terjadi?
Serangan terhadap beberapa target di Tehran, Iran, terjadi pada tanggal 28 Februari 2026.
Apa tujuan utama serangan tersebut menurut pakar Global Times?
Pakar menilai serangan tersebut bertujuan untuk melakukan pergantian rezim di Iran, dengan negosiasi hanya digunakan sebagai kedok.
Siapa saja pakar yang memberikan analisis ini?
Analisis diberikan oleh tim pakar Global Times, termasuk kepala reporter spesialis politik AS, pakar pertahanan militer, dan Liu Xin dari China Desk.
Apa fokus utama operasi militer pada tahap ini?
Fokus utama pada tahap saat ini adalah serangan udara yang menargetkan infrastruktur strategis dan pusat komando.
Ditulis oleh: Budi Santoso
