Ribuan Jamaah Al-Qur'an di Magelang Gelar Khataman Akbar Meski Diguyur Hujan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Magelang, Indonesia - Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru memadati Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur di Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (24/10/2026) untuk mengikuti Haul Akbar dan Semaan Al-Qur'an 103 Khataman. Acara yang diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Santri 2026 ini tetap berlangsung semarak meski diguyur hujan deras sejak pagi.
Antusiasme tinggi terlihat jelas dari para jamaah yang hadir, menunjukkan dedikasi kuat terhadap kegiatan keagamaan dan kecintaan pada Al-Qur'an.
Penyelenggaraan akbar ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pimpinan Cabang Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Kabupaten Magelang dengan berbagai organisasi sayap NU, termasuk Ikatan Hafidzah Al-Qur'an Muslimat NU (IHQ MNU), Jam'iyyatul Mudarasatil Qur'an wal Huffazh (JMQH), dan Ikatan Hafidzoh Fatayat NU (IHF NU) Kabupaten Magelang.
Memperkuat Ukhuwah dan Kecintaan pada Al-Qur'an
Ketua PC JQHNU Kabupaten Magelang, Kiai Toha Mahsun, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara.
Beliau menekankan bahwa Semaan Al-Qur'an 103 khataman ini bukan sekadar ritual, melainkan sebuah momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah) di kalangan warga Nahdlatul Ulama, sekaligus memperdalam kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur'an dan melestarikan tradisi keilmuan keagamaan di masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga nilai-nilai Islam dan melestarikan tradisi membaca serta menghafal Al-Qur'an,” ujar Kiai Toha Mahsun dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, takmir masjid, para qurra' (pembaca Al-Qur'an), huffazh (penghafal Al-Qur'an), hingga berbagai elemen pendukung lainnya.
Makna Kesantrian yang Meluas
Mengangkat tema Hari Santri, Hj.
Noer Istiqomah, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Magelang, mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan makna santri secara lebih luas.
Beliau menegaskan bahwa esensi kesantrian tidak terbatas pada mereka yang menempuh pendidikan di pondok pesantren, melainkan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari setiap individu Muslim, terlepas dari latar belakangnya.
“Nilai-nilai kesantrian, seperti akhlak mulia, kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial, harus tercermin dalam setiap tindakan kita.
Ini adalah karakter yang hidup, bukan sekadar ucapan.
Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga organisasi yang kita cintai,” seru Hj.
Noer Istiqomah.
Peringatan Hari Santri, menurutnya, adalah saat yang tepat untuk introspeksi diri dan meningkatkan pengabdian.
Penghafal Al-Qur'an sebagai Teladan Akhlak
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Magelang, KH.
Achmad Izzuddin, atau yang akrab disapa Gus Din, turut memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh elemen warga NU dalam menyukseskan acara Semaan Al-Qur'an.
Beliau memandang kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian yang mulia dalam menjaga kemurnian Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Gus Din mengingatkan para penghafal Al-Qur'an tentang tanggung jawab ganda yang mereka emban: tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.
"Para hafidz dan hafidzah adalah panutan.
Mereka harus menjadi teladan dalam akhlakul karimah dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat," tegas Gus Din.
Ia menambahkan bahwa pemilihan MAJT An-Nuur sebagai lokasi acara juga bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan silaturahmi.
Agenda Hari Santri: Rohani dan Jasmani
Lebih lanjut, Gus Din menginformasikan bahwa PCNU Kabupaten Magelang telah merancang serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri 2026.
Selain Haul Akbar dan Semaan Al-Qur'an 103 Khataman, akan digelar pula acara jalan sehat pada Ahad, 1 November 2026.
Kombinasi kedua agenda ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara pemeliharaan kesehatan rohani melalui tadarus Al-Qur'an dan kesehatan jasmani melalui aktivitas olahraga.
“Melalui kebersamaan di rumah Allah ini, kita berharap senantiasa dilimpahi ketenangan, kedamaian, dan rahmat.
Semoga segala ikhtiar kita dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama senantiasa diberkahi,” tutup Gus Din.
Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan badan otonom NU di tingkat cabang maupun kecamatan, menunjukkan soliditas organisasi dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.