Santri Purbalingga Siap Semarakkan Hari Santri 2026 Lewat Aksi Nyata

Table of Contents
Sambut Hari Santri 2026, PCNU Purbalingga Gelar Santunan Yatim hingga Lomba Kreativitas Pelajar
Santri Purbalingga Siap Semarakkan Hari Santri 2026 Lewat Aksi Nyata

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Purbalingga - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga telah merancang serangkaian kegiatan istimewa untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Perayaan yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna dengan fokus pada aksi sosial, pengembangan kreativitas generasi muda, dan penguatan spiritualitas. Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung maraton dari tanggal 14 hingga 21 Oktober 2026, melibatkan seluruh elemen pelajar dan warga Nahdlatul Ulama di wilayah Purbalingga.

Inisiasi Aksi Kemanusiaan sebagai Pembuka

Menurut Ketua Panitia HSN 2026 PCNU Purbalingga, Imam Maftukhin, kegiatan yang menyentuh aspek kemanusiaan akan menjadi pembuka rangkaian perayaan tahun ini.

"Kami ingin peringatan Hari Santri tidak hanya berhenti pada euforia keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan," ujar Imam Maftukhin pada Jumat, 9 Oktober 2026, saat memaparkan agenda acara.

Agenda perdana yang dijadwalkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, adalah santunan untuk anak yatim dan piatu.

Acara ini secara khusus diperuntukkan bagi siswa madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kecamatan Bukateja.

Lokasi pelaksanaan dipilih di Pondok Pesantren Minhajut Tholabah, Bukateja, dengan harapan dapat langsung memberikan manfaat dan perhatian yang tulus kepada anak-anak yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU.

Mengasah Kreativitas Pelajar Melalui Kompetisi Seni

Selain fokus pada aksi sosial, PCNU Purbalingga juga memberikan ruang bagi para pelajar NU untuk mengembangkan potensi diri.

Sebuah kompetisi kreativitas seni akan diselenggarakan untuk menstimulasi bakat dan kemampuan para siswa.

Lomba ini akan mempertandingkan dua cabang utama, yaitu kaligrafi dan poster digital.

Peserta yang dilibatkan adalah siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kabupaten Purbalingga, menunjukkan komitmen dalam pembinaan sejak dini.

Inisiasi Aksi Kemanusiaan sebagai Pembuka

Kompetisi yang akan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB, bertempat di aula dan halaman Kantor PCNU Purbalingga, dirancang untuk menjadi wadah bagi para pelajar dalam mengekspresikan diri.

"Kami berharap melalui lomba ini, para santri muda tidak hanya dapat menyalurkan bakat seni mereka, tetapi juga terasah dalam penggunaan teknologi digital untuk menciptakan karya yang inspiratif," tambah Imam Maftukhin.

Puncak Perayaan dengan Nuansa Spiritual dan Reflektif

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Purbalingga akan mencapai puncaknya dengan malam tasyakuran yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, mulai pukul 19.00 WIB, bertempat di Aula PCNU Purbalingga.

Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang khusyuk, meliputi istighotsah, pembacaan Kitab Nashaihul Ibad, refleksi mendalam mengenai makna Hari Santri Nasional, serta sesi ramah tamah yang hangat antar sesama pengurus dan warga NU.

Ajakan untuk Penguatan Kontribusi Santri

Menyikapi berbagai agenda yang telah disiapkan, Imam Maftukhin tak lupa menyampaikan ajakan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama dan kalangan santri.

Ia menekankan pentingnya Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk terus memperkuat dedikasi, rasa persaudaraan, dan kontribusi positif santri bagi kemajuan agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Mari kita jadikan Hari Santri ini sebagai pengingat dan penyemangat untuk terus mengabdikan diri demi Indonesia yang lebih baik, sejalan dengan semangat "Indonesia Emas" yang kita cita-citakan," pungkasnya.

Melalui perpaduan kegiatan sosial, kompetisi kreatif, dan agenda spiritual, PCNU Purbalingga bertekad menjadikan peringatan Hari Santri 2026 sebagai ajang untuk memupuk kepedulian sosial, menggali potensi generasi muda, serta menegaskan kembali peran vital santri dalam pembangunan masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Loading...