Resep Alim Saleh: Gus Shofi Ungkap 3 Air Mandi Ajaib untuk Anak

Table of Contents
Ingin Punya Anak Saleh? Gus Shofi: Mandikan dengan Tiga Macam Air
Resep Alim Saleh: Gus Shofi Ungkap 3 Air Mandi Ajaib untuk Anak

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Grobogan - Mendambakan anak tumbuh menjadi pribadi yang alim dan saleh merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, bagaimana cara mewujudkannya? KH Muhammad Shofi Al-Mubarok, atau yang akrab disapa Gus Shofi, pengasuh Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Brabo, Grobogan, membagikan sebuah nasihat berharga dari para sesepuh. Menurut Gus Shofi, anak-anak perlu 'dimandikan' dengan tiga jenis air istimewa: air susu, air hangat, dan air loh (air yang melimpah).

Pernyataan Gus Shofi ini disampaikan dalam sesi mauidhah hasanah pada pengajian umum Haul KH Ihsan Hamzah bin Mukhtar dan KH Shodri bin Abdus Salam yang juga dirangkai dengan Khotmil Qur'an di Pondok Pesantren Al-Ishlah Mangkang Kulon, Tugu, Kota Semarang, pada Ahad, 4 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa 'tiga macam air' ini bukanlah ritual harfiah, melainkan sebuah kiasan mendalam yang sarat makna. "Bukan berarti dicarikan susu satu ember lalu diguyurkan. Itu kiasan," ujar Gus Shofi, disambut tawa hadirin yang memahami kedalaman pesannya.

Air Susu: Jaminan Rezeki Halal dan Thayyib

Makna pertama dari 'air susu' yang disampaikan Gus Shofi adalah pentingnya memberikan rezeki yang halal dan thayyib (baik) bagi anak.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, "Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh." (QS Al-Mu'minun: 51).

Gus Shofi menjelaskan pandangan sebagian ulama yang melihat ayat ini sebagai sebuah hubungan sebab-akibat.

"Kalau yang dimakan perkara yang baik, insyaallah ringan menjalankan amal saleh," tuturnya.

Untuk mengilustrasikan pentingnya rezeki halal, Gus Shofi mengisahkan teladan dari sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Dujanah. Diceritakan bahwa Abu Dujanah selalu pulang lebih awal usai salat Subuh berjamaah untuk mengumpulkan buah kurma milik tetangganya yang berjatuhan di halaman rumahnya akibat angin kencang. Ia segera mengembalikannya kepada pemilik yang sah, sebelum anak-anaknya yang kelaparan sempat memakannya. Gus Shofi menyoroti kesigapan Abu Dujanah dalam menjaga kehalalan rezeki keluarganya, bahkan sampai harus mengorek kurma dari mulut anaknya yang terlanjur memakannya. Perilaku ini lahir dari sabda Nabi, "Setiap daging yang tumbuh dari (makanan) haram, maka neraka lebih utama baginya." (HR At-Tirmidzi). Gus Shofi mengingatkan, "Bandingkan dengan kita. Pulang dari sawah, ingin nyambal, di jalan ada pohon cabai, langsung disikat. Lha kok ingin anak alim saleh." Ia juga mencontohkan kehati-hatian KH Zainal Abidin Munawwir Krapyak yang menolak menempuh jalan pintas melalui SPBU demi menghindari lampu merah, karena khawatir hal itu merupakan ghasab (mengambil hak orang lain) atas jalan umum tersebut.

Air Susu: Jaminan Rezeki Halal dan Thayyib

Air Hangat: Perpaduan Kasih Sayang dan Pendidikan Tepat

'Air hangat' melambangkan pemberian kasih sayang yang cukup kepada anak, serta pentingnya pendidikan yang baik dan terarah.

Gus Shofi menggunakan analogi buah melinjo untuk menjelaskan konsep ini.

"Melinjo kalau dibiarkan ya tetap melinjo.

Bisa jadi emping kalau dipukul, dijemur, diberi bumbu.

Ingin anak saleh harus diproses, jangan dibiarkan," tegasnya.

Dalam konteks pendidikan, Gus Shofi merujuk pada kisah seorang ayah yang mengadukan kenakalan anaknya kepada Sayyidina Umar bin Khattab.

Menariknya, sang anak justru balik mempertanyakan kewajiban orang tuanya.

Sayyidina Umar menjelaskan bahwa salah satu kewajiban orang tua adalah memberi nama yang baik dan mengajarkan Al-Qur'an.

Sang anak kemudian mengungkapkan bahwa namanya adalah Khunfusa' (yang berarti kecoa) dan ia tak pernah diajari mengaji.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua agar tidak sembarangan dalam memilih nama anak.

Gus Shofi menyarankan, mengutip bait Alfiyah Ibnu Malik, "Kalau ingin nama yang bagus, yang penting sowan kepada kiai, jangan ngawur." Ini menunjukkan pentingnya bimbingan dari orang yang berilmu dalam setiap aspek pengasuhan anak.

Air Loh: Kekuatan Doa Orang Tua yang Mustajab

Aspek ketiga, 'air loh', yang berarti air yang melimpah, merujuk pada pentingnya doa yang tiada henti dari orang tua untuk anak-anak mereka.

Gus Shofi menekankan bahwa doa orang tua memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan berpotensi besar untuk dikabulkan.

Hal ini diperkuat oleh sebuah riwayat yang menyatakan, "Doa orang tua untuk anaknya seperti doa nabi untuk umatnya." (HR Ad-Dailami).

Sebagai penutup, Gus Shofi membagikan sebuah doa yang beliau terima dari KH Ma'ruf Irsyad Kudus, yang sanadnya bersambung hingga KH Arwani Amin Kudus.

Doa ini diijazahkan untuk dibaca sebanyak tiga kali setelah setiap selesai salat fardhu.

Gus Shofi meyakini, "Tiga ini kalau dilakoni, insyaallah Allah mengabulkan putra-putri kita menjadi anak yang alim dan saleh." Pesan Gus Shofi ini memberikan panduan praktis sekaligus spiritual bagi orang tua yang berupaya mendidik anak-anak mereka agar memiliki bekal dunia akhirat yang kuat.

Baca Juga

Loading...