Konferwil PWNU DIY: Libatkan Santri, Pelajar dalam Kesiapan Megah Januari 2027

Table of Contents
PWNU DIY Matangkan Konferwil Ke-16, Libatkan Santri dan Pelajar dalam Berbagai Kegiatan
Konferwil PWNU DIY: Libatkan Santri, Pelajar dalam Kesiapan Megah Januari 2027

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - YOGYAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mematangkan persiapan monumental untuk Konferensi Wilayah (Konferwil) Ke-16. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2027 di Pesantren Al Miftah, Nanggulan, Kulon Progo, menandai babak baru dalam dinamika organisasi.

Tak hanya fokus pada agenda utama, panitia telah merancang serangkaian kegiatan pra-Konferwil yang inovatif, dengan penekanan khusus pada pelibatan santri dan pelajar.

Inisiatif ini bertujuan untuk merevitalisasi semangat organisasi dan memastikan partisipasi aktif dari generasi muda dalam setiap tahapan persiapan.

Konsolidasi Panitia dan Evaluasi Strategis

Rapat panitia Konferwil Ke-16 PWNU DIY yang dilaksanakan di Ruang Rapat PWNU DIY pada Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi momen krusial untuk menyelaraskan langkah seluruh elemen kepanitiaan.

Sekretaris PWNU DIY, H Muhajir, menekankan urgensi konsolidasi dan kolaborasi yang solid.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan panitia mencakup seluruh siklus, mulai dari persiapan awal, pelaksanaan Konferwil, hingga pelantikan pengurus terpilih.

“Seluruh rangkaian kegiatan harus dipersiapkan dengan matang.

Kami bertekad menjadikan Konferwil kali ini sebagai momen yang penuh kegembiraan dan partisipasi,” ujar Muhajir.

Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Konferwil Ke-15 yang digelar pada 2022 menjadi landasan penting untuk perbaikan.

Beberapa area yang menjadi fokus perbaikan meliputi peningkatan kualitas pembawa acara (MC) dan qari, serta revitalisasi area pameran agar lebih menarik dan mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung.

Strategi seperti pemberian voucher juga dipertimbangkan untuk mendongkrak antusiasme publik.

Konsolidasi Panitia dan Evaluasi Strategis

Jangkauan Sosialisasi dan Keterlibatan Lokal

Untuk memastikan gelaran Konferwil berjalan lancar dan tersosialisasi dengan baik, panitia berencana melakukan audiensi dengan Bupati Kulon Progo.

Selain itu, upaya sosialisasi intensif akan dilakukan di wilayah Nanggulan, Kecamatan Nanggulan, dengan pemasangan bendera dan umbul-umbul sebagai penanda.

Surat edaran juga akan didistribusikan kepada seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-DIY untuk memasang spanduk dan banner sebagai wujud kebersamaan.

Ketua Organizing Committee (OC) Konferwil Ke-16 PWNU DIY, H M Irfan Chalimy, yang akrab disapa Gus Irfan, memaparkan tahapan kerja yang terstruktur.

Periode 9 hingga 15 Oktober 2026 diprioritaskan untuk konsolidasi internal panitia.

Menyusul pada pekan berikutnya, perwakilan panitia akan mendampingi jajaran pimpinan PWNU DIY untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi acara di Pesantren Al Miftah, Nanggulan, Kulon Progo.

Keterlibatan aktif pengasuh pesantren juga menjadi kunci, terutama dalam penyediaan kebutuhan logistik, pengelolaan area parkir, dan aspek keamanan.

Serangkaian Acara Pra-Konferwil Inklusif

Menjelang Konferwil, panitia telah menyiapkan berbagai agenda menarik yang dirancang untuk memperkaya khazanah keilmuan dan mempererat tali silaturahmi.

Seminar bertajuk “KetahananNU: Realitas dan Harapan Masa Depan” akan diselenggarakan pada 25 Oktober 2026 di Aula PWNU DIY, menargetkan kehadiran 80 peserta.

Forum ini diharapkan menjadi wadah diskursus mendalam mengenai tantangan dan prospek Nahdlatul Ulama di masa kini dan mendatang.

Fokus pada generasi muda semakin diperkuat melalui lomba pembuatan video bertema “Pesantrenku Ramah”.

Kegiatan ini digagas bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). “Kami ingin menampilkan citra pesantren yang modern, inklusif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas,” ujar Gus Irfan.

Inisiatif serupa juga mencakup lomba esai “NU-ku Digdaya” bagi siswa madrasah dan pelajar NU di sekolah umum, serta lomba selawat Jawa yang melibatkan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi).

Lebih jauh, sebuah produksi dokumenter video tentang jejak sejarah NU di DIY akan digarap oleh TV Media PWNU DIY, berfungsi sebagai arsip sejarah berharga bagi generasi penerus.

Baca Juga

Loading...