KH Adnan: Kiai Modern Pembawa Pesantren ke Hati Warga Kota
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Wafatnya KH Muhammad Adnan, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah selama dua periode (2003-2008 dan 2008-2013), menyisakan duka mendalam bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas di Jawa Tengah. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 7 Oktober 2026 malam, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Samsoe Hidajat, Kota Semarang. Kepergian beliau meninggalkan kekosongan, namun warisan pemikiran dan pendekatannya dalam berdakwah terus dikenang dan menginspirasi.
Dakwah Inklusif di Lingkungan Perkotaan
Berbagai tokoh memberikan kesaksian mengenai kiprah KH Muhammad Adnan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyoroti kemampuan unik almarhum dalam mentranslasikan nilai-nilai keilmuan pesantren ke tengah masyarakat urban.
Menurut Taj Yasin, berdakwah di lingkungan perkotaan memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dengan suasana pesantren.
KH Muhammad Adnan dinilai sukses mengatasi hal ini berkat sikapnya yang tawadu, berhati-hati, dan kemampuannya menempatkan diri.
Beliau tidak hanya menyebarkan ajaran agama melalui pengajian, tetapi juga aktif di dunia kampus, menjembatani pemahaman keislaman dengan kebutuhan intelektual masyarakat kota.
“Beliau melakukan dakwah-dakwah, misi-misi, bukan hanya dakwah tetapi menyampaikan ilmu-ilmu lewat kampus.
Itu sangat tawadu, sangat berhati-hati, dan bisa menempatkan, sehingga berjuang di masyarakat itu berbeda berjuang di pesantren,” ujar Taj Yasin.
Ia menambahkan bahwa Kiai Adnan berhasil membuat masyarakat perkotaan merasa nyaman dan dekat dengan tradisi serta kedalaman keilmuan pesantren, sebuah pencapaian yang tidak mudah diraih.
Pengabdian Murni untuk Masyarakat
Taj Yasin juga mengenang bagaimana KH Muhammad Adnan secara konsisten berupaya mengamalkan ilmu yang diperolehnya untuk kepentingan masyarakat luas.
Pengabdian ini terwujud dalam berbagai bentuk dakwah yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di lingkungan akademis.
Keberhasilan Kiai Adnan dalam menyentuh hati masyarakat tercermin dari luasnya jejaringnya; kabar duka wafatnya tidak hanya diterima oleh para santri, tetapi juga oleh masyarakat umum.
Ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kedekatan beliau dengan umat.
“Beliau semasa hidupnya benar-benar berjuang untuk mengamalkan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lewat dakwah beliau di masyarakat perkotaan maupun di kampus,” jelas Taj Yasin.
Ia juga mengungkapkan pesan terakhir dari Kiai Adnan kepadanya, yang berfokus pada pentingnya menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya demi melayani masyarakat.
Pesan ini menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan untuk selalu mengutamakan kepentingan publik.
Perhatian Khusus pada Generasi Muda
Di kalangan akademisi, KH Muhammad Adnan juga dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai dan memberi perhatian besar kepada generasi muda.
Wakil Rektor I UIN Walisongo Semarang, Prof.
Imam Yahya, menyatakan kehilangan seorang guru dan kiai yang telah banyak membimbing.
Beliau mengungkapkan bahwa KH Muhammad Adnan adalah pribadi yang sangat baik dan senantiasa memberikan apresiasi kepada anak-anak muda.
Prof.
Imam Yahya berbagi pengalamannya saat Kiai Adnan menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah.
Saat itu, beliau memberikan kepercayaan dan kesempatan bagi Imam Yahya untuk berkiprah di organisasi NU, termasuk menjabat sebagai Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, dan kemudian mendampingi sebagai wakil sekretaris.
Sikap apresiatif ini terus berlanjut bahkan ketika Imam Yahya telah menjadi akademisi senior.
Kiai Adnan tetap menunjukkan rasa hormat dan apresiasi kepada generasi yang lebih muda, sebuah teladan kerendahan hati dan dukungan berkelanjutan.
Membangun Visi Kebangsaan Melalui Kaderisasi
Senada dengan itu, Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang, Prof.
KH.
Ahmad Izzuddin, menggarisbawahi peran KH Muhammad Adnan sebagai penggerak dan pengawal kader muda NU.
Beliau konsisten membimbing para pemuda NU untuk aktif di berbagai sektor dengan visi kebangsaan yang kuat.
Salah satu warisan terpenting dari KH Muhammad Adnan adalah pendirian Pesantren Kebangsaan, yang didirikan sebagai upaya nyata untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada para santri dan generasi muda.
Jenazah KH Muhammad Adnan disemayamkan di Kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan, Jalan Mulawarman Timur, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB.
Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi NU dan masyarakat Jawa Tengah, namun semangat dan kontribusinya akan terus hidup.