Sumpah Pemuda 2025: Dorong Generasi Muda Indonesia Perkuat Nasionalisme Digital

Table of Contents

Hari Sumpah Pemuda 2025, Generasi Muda Didorong Jaga Persatuan & Nasionalisme di Ruang Digital - TribunNews.com


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada Selasa, 28 Oktober 2025, semangat persatuan dan nasionalisme kembali digaungkan. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai luhur bangsa, terutama dalam ranah digital yang semakin mendominasi kehidupan.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun 2025 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran pemuda sebagai agen perubahan. Generasi muda diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam membangun bangsa, termasuk dalam menjaga persatuan dan nasionalisme di dunia maya.

Kemenpora: Sumpah Pemuda sebagai Cermin Nasionalisme di Era Digital

Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat, Daerah, dan Internasional Kemenpora, Suyadi Pawiro, menyampaikan pesan kunci terkait peringatan Sumpah Pemuda. Suyadi menegaskan bahwa semangat persatuan harus terus diwujudkan, baik dalam tindakan nyata maupun dalam interaksi di dunia digital.

“Sumpah Pemuda harus terus menjadi cerminan dan refleksi generasi muda untuk meningkatkan nasionalisme, persatuan, dan kreativitas di masa depan, termasuk dalam ruang digital,” ujarnya dalam acara Bincang Literasi di Jakarta pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya adaptasi nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam konteks perkembangan teknologi.

Fokus Kemenpora: Pengembangan Karakter dan Literasi Digital Pemuda

Kemenpora berkomitmen untuk fokus pada pengembangan karakter dan literasi digital generasi muda. Langkah ini bertujuan agar pemuda mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang sosial yang aman, damai, dan produktif di tengah derasnya arus informasi.

Suyadi juga mengungkapkan bahwa akan ada perubahan fokus dalam kebijakan kepemudaan lima tahun ke depan. Prioritasnya adalah membangun karakter anak muda dalam semua aspek karya dan aktivitas mereka.

Peran Penting Literasi Digital dan Berpikir Kritis

Novelis Jombang Santani Khairen atau yang lebih dikenal sebagai J.S. Khairen, turut memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa menjaga kondusivitas di dunia maya membutuhkan kepekaan dan tanggung jawab sosial dari setiap anak muda.

J.S. Khairen, penulis novel-novel terkenal seperti “Dompet Ayah Sepatu Ibu”, menilai pentingnya melibatkan pemuda dalam posisi strategis. Hal ini termasuk dalam upaya membentuk budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Indonesia Lolos 16 Besar Voli Putri U-21 Dunia: Kejutan!

Meningkatkan Kemampuan Literasi untuk Melawan Hoaks

J.S. Khairen juga menyoroti pentingnya literasi dan pembiasaan berpikir kritis. Keterampilan ini menjadi kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau ujaran kebencian di media sosial.

Ia mendorong generasi muda untuk membaca minimal dua buku setiap bulan, satu fiksi untuk melatih empati dan satu nonfiksi untuk memperkaya pengetahuan. Hal ini akan membantu memperkuat karakter bangsa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Keseimbangan Antara Semangat dan Etika di Media Sosial

Musisi dan penulis lagu dari grup musik The Rain, Indra Prasta, memberikan perspektif menarik terkait penggunaan media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat dan etika.

Indra Prasta mengajak pemuda untuk menggunakan energi dan kreativitas mereka dalam menyebarkan hal-hal positif. Ini termasuk membangun solidaritas dan menyemai semangat kebangsaan di dunia digital.

Pemuda sebagai Agen Perubahan di Ruang Digital

Generasi muda memiliki peran krusial dalam membentuk wajah digital Indonesia. Mereka adalah cermin bangsa, dan bagaimana mereka berinteraksi di dunia maya akan mencerminkan nilai-nilai yang mereka anut.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, diharapkan generasi muda dapat terus menginspirasi dan memberikan kontribusi positif di ruang digital. Hal ini akan membantu memperkuat persatuan dan nasionalisme, serta membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kesimpulan: Membangun Indonesia di Era Digital

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 menjadi momen penting untuk mengingatkan generasi muda akan tanggung jawab mereka. Dengan semangat persatuan, nasionalisme, literasi digital, dan berpikir kritis, pemuda Indonesia dapat menjadi agen perubahan yang membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih gemilang.

Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kebangsaan, generasi muda dapat memastikan bahwa ruang digital menjadi wadah yang aman, produktif, dan mampu memperkuat identitas bangsa Indonesia.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa penting menjaga persatuan dan nasionalisme di ruang digital?

Ruang digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menjaga persatuan dan nasionalisme di dunia maya penting untuk mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan menjaga kondusivitas sosial.

Apa peran literasi digital dan berpikir kritis bagi generasi muda?

Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis adalah kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah. Ini membantu mereka untuk memilah informasi, memahami konteks, dan mengambil keputusan yang bijak.

Bagaimana cara generasi muda berkontribusi dalam menjaga semangat Sumpah Pemuda?

Generasi muda dapat berkontribusi dengan menyebarkan konten positif, membangun solidaritas, dan menyemai semangat kebangsaan di media sosial. Mereka juga dapat aktif dalam mengembangkan diri, meningkatkan literasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang positif.

Baca Juga

Loading...