Kekeringan Melanda Pati: Mahasiswa IPMAFA Berikan Asa Air Bersih
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pati, Indonesia – Musim kemarau yang berkepanjangan di Kabupaten Pati kian memperparah kondisi masyarakat di sejumlah wilayah. Menjawab krisis air bersih yang mendesak, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih. Aksi sosial yang memasuki tahap kedua ini, pada Ahad (11/10/2026), menyasar empat desa yang terdampak kekeringan parah.
Distribusi Air Bersih ke Titik Kritis
Penyaluran bantuan kali ini secara spesifik menyentuh masyarakat di Desa Treteg dan Kletek, Kecamatan Pucakwangi, serta Desa Mojoluhur dan Ronggo di Kecamatan Jaken.
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa pertimbangan.
Koordinator Lapangan, Burhanudin, menjelaskan bahwa tim telah melakukan survei pemetaan detail sebelum distribusi dilakukan.
Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan air bersih teralokasi pada area yang paling membutuhkan, terutama wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem.
“Kami memfokuskan bantuan pada empat desa yang selama ini terus-menerus dilanda kekeringan ekstrem.
Tahapan survei pra-distribusi sangat krusial untuk mengidentifikasi titik-titik mana saja yang paling kritis dan memerlukan intervensi segera,” ujar Burhanudin.
Ia menambahkan, komitmen mahasiswa untuk membantu didukung penuh oleh penggalangan dana yang bersifat swadaya, melibatkan partisipasi aktif para mahasiswa, alumni, serta kolega mereka.
Harapan Warga: Solusi Jangka Panjang
Kondisi kekeringan tahun ini dirasakan semakin berat oleh warga dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Marwi, salah seorang warga yang terdampak, mengungkapkan kesulitannya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. “Kemarau kali ini terasa lebih panjang dan lebih ganas.
Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, namun ini sifatnya sementara.
Kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan solusi permanen agar kami tidak lagi kesulitan air setiap musim kemarau,” tuturnya.
Harapan yang sama juga disuarakan oleh Siswanto, Dosen Pendamping Lapangan.
Beliau menekankan bahwa bantuan air bersih memang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat seperti ini.
Namun, menurutnya, penanganan krisis air tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat.
Kebutuhan air bersih esensial bagi kehidupan, mulai dari konsumsi, sanitasi, hingga keperluan rumah tangga.
Mendorong Infrastruktur Air Bersih Berkelanjutan
Oleh karena itu, Siswanto mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam membangun infrastruktur penyediaan air bersih yang berkelanjutan.
Ia mencontohkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sebagai salah satu model yang dapat diimplementasikan. “Kami berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih permanen.
Pembangunan sarana air bersih yang bisa diakses masyarakat secara terus-menerus adalah kunci,” jelas Siswanto.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan yang baik, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur air bersih.
Hal ini penting agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui aksi nyata ini, mahasiswa PMI IPMAFA tidak hanya berupaya meringankan beban masyarakat, tetapi juga bertujuan memantik kesadaran kolektif akan pentingnya penanganan krisis air yang berkelanjutan di Kabupaten Pati.
Aksi kolaboratif antara akademisi, masyarakat, alumni, dan potensi dukungan pemerintah diharapkan menjadi modal awal dalam menciptakan ketahanan air yang lebih baik di wilayah yang rentan terdampak kekeringan.