Profil 5 Direktur Baru Bank BTN, Termuda 43 Tahun Eks WIKA
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) resmi merombak jajaran direksi setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (4/9/2026). Lima dari total 12 kursi direktur kini diisi oleh wajah-wajah baru yang membawa beragam pengalaman dari sektor perbankan, BUMN, hingga teknologi informasi.
Keputusan perombakan ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu di Menara BTN, Jakarta. Langkah strategis ini dinilai sebagai bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan sekaligus mempercepat agenda Transformasi BTN Jilid II dan strategi Beyond Mortgage yang menjadi visi utama perseroan ke depan.
Adityo (43 Tahun): Direktur Termuda dengan Latar Belakang Keuangan Global
Adityo menjadi direktur termuda dalam jajaran baru direksi BTN pada usia 43 tahun. Lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI) ini melanjutkan pendidikan S2 di bidang keuangan di UCLA Anderson School of Management, salah satu sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat.
Sebelum bergabung dengan BTN, Adityo menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia Persero pada tahun 2025 hingga 2027. Ia juga pernah menduduki posisi Direktur Keuangan PT Wijayakarya (WIKA) Persero JPK pada periode 2024 hingga 2025, yang menjadikannya dikenal sebagai eks pejabat WIKA dengan rekam jejak kuat di pengelolaan keuangan korporasi.
Wiwik (49 Tahun): Pakar SDM dari Danantara Asset Management
Wiwik membawa keahlian mendalam di bidang pengelolaan sumber daya manusia dan budaya organisasi. Ia mengantongi dua gelar magister, yakni S2 Bisnis dari IPMP Institute dan S2 Bisnis Administrasi dari California State University, East Bay.
Hingga saat pengangkatannya di BTN, Wiwik masih menjabat sebagai Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management sejak 2025. Sebelumnya, ia memegang peran strategis sebagai Chief People and Culture Officer PT Valley Indonesia Tbk pada tahun 2023 hingga 2025, membuktikan kapabilitasnya dalam mentransformasi organisasi dari sisi manusia.
Johanes (54 Tahun): Bankir Senior Berlatar Manajemen Risiko
Johanes hadir dengan pengalaman panjang di sektor perbankan dan industri strategis nasional. Sarjana Ekonomi Akuntansi lulusan Universitas Sumatera Utara ini juga meraih gelar S2 Manajemen dari Universitas Gadjah Mada.
Kariernya mencakup jabatan Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik pada tahun 2025 serta posisi Eksekutif Kredit Officer PT Bank Mandiri Persero Tbk pada periode 2018 hingga 2020. Kombinasi pengalaman di manajemen risiko dan kredit perbankan menjadikan Johanes sosok yang relevan untuk memperkuat tata kelola risiko BTN.
Evita (51 Tahun): Spesialis Perbankan Syariah Berpengalaman
Evita membawa perspektif unik dari dunia perbankan syariah ke dalam jajaran direksi BTN. Lulusan S1 Sastra dari Universitas Negeri Padang ini kemudian mendalami bisnis manajemen melalui pendidikan S2 di Universitas Trilogi.
Hingga saat penunjukannya, Evita masih menjabat sebagai Head of Network and Non-Branch Channel Syariah PT Bank CIMB Niaga Syariah Indonesia. Ia juga pernah memimpin sebagai Head of Region Jakarta dan Kalimantan PT Bank CIMB Niaga Syariah Indonesia pada tahun 2022 hingga 2026, menunjukkan kapasitasnya dalam ekspansi jaringan dan layanan perbankan syariah di berbagai wilayah.
Gatot (51 Tahun): Ahli Teknologi Informasi dari BSI
Gatot melengkapi komposisi direksi baru BTN dengan keahlian di bidang teknologi informasi. Sarjana Teknologi Informasi lulusan Universitas Gunadarma ini memiliki pengalaman mendalam dalam pengelolaan infrastruktur IT perbankan.
Pada tahun 2025, Gatot menjabat sebagai SVP IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Persero Tbk. Sebelumnya, ia memegang posisi SVP IT Operations Group Head di BSI pada periode 2022 hingga 2025, menjadikannya figur kunci dalam mendukung digitalisasi layanan BTN ke depan.
Respons Direktur Utama BTN: Regenerasi untuk Percepat Transformasi
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyambut positif perombakan ini sebagai langkah peremajaan yang diperlukan. "Saya menangkap perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara. Kami berterima kasih kepada pemegang saham dan menyambut Direksi baru yang akan bergabung dengan BTN. Harapannya, BTN ke depan bisa jauh lebih baik lagi," ungkap Nixon.
Nixon menilai pengalaman luas yang dimiliki kelima direktur baru ini sangat relevan dengan visi BTN untuk memperluas bisnis melampaui sektor pembiayaan perumahan. Dengan latar belakang yang beragam mulai dari keuangan, SDM, manajemen risiko, perbankan syariah, hingga teknologi informasi, komposisi direksi baru ini dianggap mampu memperkuat fondasi transformasi perseroan.
Strategi Beyond Mortgage Jadi Fokus Utama
Perombakan direksi ini dinilai sejalan dengan arah strategis BTN yang tengah menggenjot program Beyond Mortgage. Strategi ini bertujuan menjadikan BTN tidak hanya kuat sebagai bank pembiayaan perumahan, tetapi juga sebagai pemain utama di segmen consumer banking secara lebih luas.
"Banyak generasi muda yang menggantikan dan menurut saya sudah pas dengan visi BTN ke depan, yaitu Beyond Mortgage. Kalau melihat pengalaman mereka yang cukup luas, mudah-mudahan ini bisa membantu mempercepat Transformasi BTN Jilid II dan mempercepat capaian Beyond Mortgage, sehingga BTN menjadi bank yang sangat kuat dalam consumer banking," pungkas Nixon.
Dengan komposisi direksi baru yang menggabungkan keahlian lintas sektor, pasar kini menanti langkah konkret BTN dalam merealisasikan visi transformasinya. Perpaduan antara energi regenerasi dan pengalaman profesional yang matang diharapkan mampu membawa perseroan berkode saham BBTN ini ke level kompetitif yang lebih tinggi di industri perbankan nasional.
