Sambut Tahun Baru 1448 H: Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Table of Contents
Sambut Tahun Baru 1448 H, Berikut Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
Sambut Tahun Baru 1448 H: Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) secara resmi menetapkan tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Keputusan penting ini diambil setelah tim falakiyah melaporkan bahwa hilal tidak terlihat di berbagai titik pemantauan seluruh Indonesia.

Pergantian tahun baru Islam selalu menjadi momentum terbaik bagi umat Muslim untuk melakukan muhasabah atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Selain evaluasi diri, umat Islam juga sangat dianjurkan menyambut tahun baru dengan memanjatkan doa akhir dan awal tahun.

Panduan Membaca Doa Akhir Tahun 1448 H

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU (LBM PBNU), Ustadz H Alhafiz Kurniawan, membagikan amalan doa akhir tahun yang bersumber dari kitab klasik. Doa tersebut dirujuk dari kitab Maslakul Akhyar karya ulama Betawi abad ke-19, Habib Utsman bin Yahya.

Amalan doa akhir tahun ini dibaca sebanyak tiga kali pada penghujung tahun Hijriah. Umat Islam dianjurkan membacanya selepas ibadah shalat Maghrib sebelum malam pergantian tahun tiba.

Berikut lafal doa akhir tahun: اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. Lafal latin doa ini adalah Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Arti doa tersebut adalah memohon ampunan Allah atas dosa-dosa setahun lalu yang belum sempat ditobati. Dengan doa ini, umat berharap amal ibadah yang diridhai Allah sepanjang tahun dapat diterima dengan sempurna.

Panduan Membaca Doa Akhir Tahun 1448 H

Tata Cara dan Lafal Doa Awal Tahun 1448 H

Setelah melewati pergantian tahun, umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun sebanyak tiga kali. Pembacaan doa ini dilakukan selepas shalat Maghrib saat secara resmi memasuki tanggal 1 Muharram.

Tujuan dari pembacaan doa awal tahun ini adalah memohon perlindungan dari segala godaan setan selama setahun ke depan. Ustadz Alhafiz menegaskan pentingnya doa ini demi memohon anugerah serta kemurahan Allah untuk masa depan yang lebih berkah.

Berikut lafal doa awal tahun: اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. Pembacaan latin dari doa tersebut adalah Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal, wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal, hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal, as’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Melalui doa tersebut, seorang hamba memohon bimbingan agar seluruh aktivitas kesehariannya dapat mendekatkan diri kepada rahmat Allah. Hal ini merupakan wujud kepasrahan dan optimisme spiritual umat Muslim dalam menyongsong hari-hari esok yang lebih baik.

Imbauan Ihtiyat dan Tradisi Unik Menyambut Muharram

Menjelang tahun baru ini, Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (LF PWNU Jateng) mengeluarkan imbauan khusus. Nahdliyin diajak untuk mengedepankan sikap ihtiyat atau kehati-hatian dalam menyikapi potensi perbedaan awal bulan Muharram 1448 H.

Selain amalan doa, masyarakat Jawa juga memiliki tradisi unik meminum susu putih pada malam 1 Muharram. Tradisi warisan para ulama ini mengandung hikmah mendalam serta simbol harapan agar setahun penuh ke depan dipenuhi kesucian dan kebaikan.

Baca Juga

Loading...