Strategi Magic Formula: Kunci El Salvador Menjadi Singapore West
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presidensi Nayib Bukele telah berhasil memangkas angka pembunuhan di El Salvador secara drastis, namun ekonomi negara tersebut tetap stagnan dengan PDB per kapita yang relatif tidak berubah selama 60 tahun. Untuk mencapai kemakmuran luar biasa seperti transformasi Singapura, El Salvador disarankan mengadopsi "Formula Ajaib" yang terdiri dari pajak rendah dan uang stabil.
Rekam Jejak Kepemimpinan Nayib Bukele
Nayib Bukele dikenal sebagai pemimpin yang sangat berorientasi pada hasil sejak ia mendirikan perusahaan periklanan miliknya sendiri di usia 18 tahun pada 1999. Setelah menjabat sebagai Walikota San Salvador pada 2015 dan terpilih menjadi presiden pada 2019, ia berhasil menurunkan tingkat pembunuhan dari 38 per 100.000 jiwa menjadi 1,9 pada 2024.
Meskipun keberhasilan kepolisian adalah langkah luar biasa, PDB per kapita El Salvador saat ini hanya sekitar 6,5% dari standar Amerika Serikat, setara dengan kondisi tahun 1968. Tanpa perubahan kebijakan ekonomi yang signifikan, negara ini berisiko terjebak dalam mediokritas selama enam dekade ke depan tanpa kemajuan berarti.
Belajar dari Transformasi Ekonomi Singapura
Pada tahun 1960, Singapura berada dalam posisi yang tidak jauh lebih baik daripada El Salvador dan memiliki PDB per kapita hanya 13,7% dari angka AS pada 1966. Berkat kebijakan ekonomi yang tepat, Singapura kini telah mencapai tingkat kemakmuran yang melampaui standar AS dengan PDB per kapita mencapai 110%.
El Salvador saat ini menerapkan pajak penghasilan pribadi dengan tarif puncak 30% dan pajak gaji gabungan sebesar 26,5% yang dinilai kontraproduktif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Beban pajak yang tinggi ini justru memicu praktik penghindaran pajak secara luas dan menghambat terciptanya lapangan kerja baru di sektor formal.
Menerapkan Formula Ajaib: Pajak Rendah
Penulis menyarankan penghapusan total pajak penghasilan, baik bagi individu maupun korporasi, untuk memacu pertumbuhan PDB yang lebih cepat di masa depan. Sebagai gantinya, pemerintah dapat mengandalkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ada serta menurunkan pajak gaji ke tingkat yang lebih kompetitif, seperti 15%.
Strategi pemotongan pajak ini telah terbukti sukses di negara lain seperti Irlandia pada tahun 1980-an dan 1990-an yang kemudian menjadi salah satu negara terkaya di Eropa. Selain itu, pemotongan pajak gaji di Bulgaria juga menunjukkan bahwa pengurangan tarif dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan justru menambah pendapatan negara secara keseluruhan.
Solusi Moneter: Menuju Mata Uang Berbasis Emas
Di sisi moneter, El Salvador telah melakukan dolarisasi sejak 2001, namun penggunaan Bitcoin sebagai alternatif mata uang dinilai terlalu fluktuatif untuk menjaga stabilitas ekonomi. Bitcoin dianggap tidak memiliki nilai yang cukup stabil untuk dijadikan perangkat moneter efektif dalam mendukung perdagangan internasional maupun domestik sehari-hari.
Sebagai alternatif, El Salvador disarankan mengikuti jejak negara-negara BRICS dengan memperkenalkan mata uang yang didukung oleh cadangan emas. Penggunaan aset seperti stablecoin berbasis emas, misalnya Tether Gold, dapat memberikan stabilitas nilai yang jauh lebih baik dibandingkan aset kripto spekulatif yang beredar saat ini.
Kesimpulan untuk Masa Depan El Salvador
Jika El Salvador ingin mencapai hasil yang luar biasa, maka diperlukan tindakan yang tidak biasa, mirip dengan keberanian Bukele dalam melakukan reformasi kepolisian. Dengan menerapkan Formula Ajaib berupa pajak rendah dan uang stabil, El Salvador memiliki potensi besar untuk menjadi negara terkaya di selatan perbatasan Texas.
