IPB University dan UMT Songsong Sinergi Riset dan Aksi Pembangunan Ekonomi Biru Asia Timur

Table of Contents
IPB University dan UMT Songsong Sinergi Riset dan Aksi Pembangunan Ekonomi Biru Asia Timur
IPB University dan UMT Songsong Sinergi Riset dan Aksi Pembangunan Ekonomi Biru Asia Timur

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ekonomi biru atau blue economy kini menempati posisi sentral dalam strategi pembangunan nasional di berbagai negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Fenomena ini menuntut peran aktif perguruan tinggi untuk mengawal sektor maritim melalui riset mendalam, inovasi teknologi, serta penguatan jejaring pengetahuan yang lintas batas.

Menanggapi urgensi tersebut, IPB University dan Universiti Malaysia Terengganu (UMT) resmi memperkuat sinergi melalui rangkaian workshop pendalaman ekonomi biru. Kegiatan ini menjadi forum krusial bagi para akademisi dan praktisi untuk merumuskan aksi nyata pembangunan kelautan di kawasan regional.

Sinergi Riset Lintas Negara

Delegasi IPB University dalam kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Luky Adrianto bersama Prof. Yonvitner serta tim dari Lembaga Riset Internasional Kemaritiman, Kelautan, dan Perikanan (LRI i-MAR) dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University. Kehadiran mereka membawa misi strategis untuk menyelaraskan visi pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Sementara itu, UMT menghadirkan jajaran pimpinan dan pakar, termasuk Direktur Institute of Oceanography (INOS), Prof. Zainuddin bin Bachok, dan Prof. Wan Izatul Asma Wan Talaat. Hadir pula Vice Chancellor UMT, Prof. Mohd Fadzil Modh Akhir, serta perwakilan pengembangan bisnis UMT, Dr. Abdul Razak, bersama Vice Chancellor Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Prof. Nuraini Muchtar.

Standarisasi Indikator Pembangunan Ekonomi Biru

Salah satu agenda utama dalam workshop ini adalah diskusi mendalam mengenai perlunya indikator capaian ekonomi biru yang seragam dan disepakati bersama. Prof. Luky Adrianto memperkenalkan model Indeks Blue Economy-Indonesia (IBEI) sebagai acuan yang diturunkan dari Blue Economy Development Index (BEDI).

Menurut Prof. Luky, capaian setiap negara dalam keberhasilan ekonomi biru dapat diukur secara objektif melalui indikator terukur. Meskipun setiap negara memiliki sektor unggulan yang berbeda, indikator tersebut tetap dapat dikembangkan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan spesifik masing-masing negara agar relevan dengan kondisi lapangan.

Sinergi Riset Lintas Negara

Penguatan Peran PNLC di Asia Timur

Selain indikator, kegiatan ini juga difokuskan untuk memperkuat kerja sama learning centre di kawasan Asia Timur melalui PEMSEA Network Learning Centre (PNLC). Prof. Yonvitner, yang menjabat sebagai Presiden PNLC, menjelaskan bahwa keanggotaan dalam jaringan ini krusial untuk mengoordinasikan pengetahuan yang dibutuhkan bagi percepatan pembangunan pesisir.

Jejaring ini berfungsi sebagai jembatan untuk transfer knowledge, pertukaran inovasi, serta adopsi teknologi di antara berbagai perguruan tinggi kelautan dan perikanan. Dalam kesempatan tersebut, PKSPL IPB University sebagai tuan rumah PNLC secara de facto menerima INOS sebagai anggota baru, yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi biru di Malaysia.

Aksi Nyata dan Kolaborasi Masa Depan

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berhenti pada diskusi teoretis, tetapi mencakup peninjauan langsung ke pusat konservasi biodiversitas penyu di Pulau Redang. Tim juga mengunjungi galeri riset kelautan dan pusat edukasi pelatihan INOS, serta mengevaluasi kawasan ekowisata potensial sebagai model pengembangan ekonomi biru.

Selain aspek riset, INOS juga berkomitmen memperkuat literasi ekonomi biru bagi murid tingkat menengah pertama dan tenaga pendidik di wilayah Terengganu. Langkah ini menjadi bukti bahwa edukasi masyarakat adalah pilar penting dalam keberlanjutan sektor kelautan.

Untuk memperluas dampak sinergi, PKSPL-LRI i-MAR IPB University kini turut merangkul kerja sama dengan University Xiamen Malaysia dan Monash University-Malaysia. Kolaborasi ini bertujuan memanfaatkan jejaring luas di China dan Australia guna mendukung visi ekonomi biru yang lebih terintegrasi.

Sebagai tindak lanjut, PKSPL-LRI i-MAR IPB University akan menyusun langkah taktis dan operasional guna mengawal agenda ekonomi biru yang digaungkan oleh pemerintah. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di kawasan Asia Timur.

Baca Juga

Loading...