Investasi MSTR untuk Anak Anjlok: Dari $219.000 Jadi $60.000
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kisah pahit seorang investor bernama Rob menjadi sorotan dalam sesi tanya jawab pemegang saham Strategy Inc. (NASDAQ: MSTR) pada hari Senin. Rob mengungkapkan bahwa ia menginvestasikan masing-masing $73.000 saham MSTR untuk ketiga anaknya, dengan keyakinan penuh akan potensi jangka panjang perusahaan tersebut.
Namun, kondisi pasar bearish yang melanda membuat nilai investasi itu terpukul keras. Total dana sebesar $219.000 yang semula disisihkan Rob untuk masa depan anak-anaknya kini menyusut drastis menjadi hanya $60.000, setelah nilai per anak turun dari $73.000 menjadi sekitar $20.000.
Keluhan Pemegang Saham: "Kami Bukan Prioritas"
Dalam sesi Q&A tersebut, Rob tidak menyembunyikan kekecewaannya. "Kata 'potensi' kini hanya bermakna bagaimana caranya kembali ke titik impas," ujar Rob kepada para eksekutif Strategy. Ia juga mempertanyakan posisi pemegang saham biasa, dengan pernyataan tajam: "Pemegang saham biasa MSTR tampaknya menjadi prioritas terendah Anda."
Pernyataan Rob mencerminkan keresahan yang lebih luas di kalangan investor ritel MSTR, terutama mereka yang masuk di harga puncak dan kini menanggung kerugian besar akibat volatilitas tinggi saham ini.
Respons CEO Phong Le: MSTR Dirancang untuk Amplifikasi Bitcoin
CEO Strategy, Phong Le, merespons kekhawatiran Rob dengan menegaskan bahwa pemegang saham biasa tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Namun, ia juga menekankan bahwa MSTR secara by design memang dirancang untuk memberikan eksposur Bitcoin yang diperkuat atau diamplifikasi.
Artinya, saham ini memang berpotensi membukukan keuntungan lebih besar dari Bitcoin saat pasar bullish, tetapi juga akan mengalami penurunan lebih dalam saat pasar melemah. Le meminta Rob dan investor lain untuk tetap percaya pada aset dasar, Bitcoin, seraya meyakinkan bahwa ketika Bitcoin pulih, MSTR pun akan mengikuti dan tumbuh seiring waktu.
Skala Kerugian: Bitcoin Turun 40%, MSTR Anjlok 79%
Untuk memahami betapa dalamnya pukulan yang dialami investor MSTR, perlu melihat perbandingan kinerja aset. Bitcoin sendiri telah turun sekitar 40% dari rekor tertingginya yang dicapai pada Oktober 2025, sementara saham MSTR ambruk jauh lebih dalam, yakni hingga 79% dari puncaknya yang tercatat pada November 2024.
Kesenjangan penurunan antara Bitcoin dan MSTR ini secara langsung menggambarkan mekanisme amplifikasi yang disebutkan Phong Le — sebuah pedang bermata dua yang bisa sangat menguntungkan sekaligus sangat menyakitkan tergantung arah pergerakan pasar.
Michael Saylor: Investasi MSTR Butuh Kesabaran 4-10 Tahun
Ketua Strategy, Michael Saylor, turut angkat bicara untuk merespons situasi ini. Saylor menegaskan bahwa investasi di MSTR membutuhkan cakrawala waktu minimal 4 tahun, dengan kisaran ideal antara 7 hingga 10 tahun.
"Membeli MSTR berarti Anda mendapatkan Bitcoin yang diperkuat, dan Anda mendaftar untuk naik 'roller-coaster'," kata Saylor. Ia mengakui penderitaan yang dirasakan investor seperti Rob, namun menekankan perlunya kesiapan mental untuk melewati periode sulit.
"Saya merasakan kepedihan Anda, tetapi kita harus siap menghadapi tahun-tahun yang sulit," ungkap Saylor. "Kita mungkin harus benar-benar melewati beberapa bulan atau satu hingga dua tahun untuk sampai pada titik di mana hal-hal mulai bekerja demi keuntungan ekuitas."
Akuisisi Bitcoin Strategy Terhenti 7 Minggu
Di tengah tekanan pasar ini, Strategy juga mengungkap bahwa akuisisi Bitcoin mereka telah terhenti selama tujuh minggu berturut-turut. Kondisi ini terjadi meski perusahaan berhasil mengumpulkan $333,7 juta melalui penjualan saham dalam periode tersebut.
Dana yang terkumpul tersebut dialokasikan untuk kebutuhan lain: $132,2 juta digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC, $52,4 juta untuk mendanai dividen STRC, dan sekitar $150 juta ditambahkan ke cadangan dolar perusahaan. Keputusan ini menunjukkan strategi manajemen modal yang lebih hati-hati di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Proyeksi Bullish Saylor: Bitcoin Tumbuh 30% Per Tahun Selama 20 Tahun
Meski kondisi saat ini berat, Saylor tidak goyah dari pandangan jangka panjangnya. Awal bulan ini, ia menyatakan keyakinannya bahwa Bitcoin akan tumbuh sekitar 30% per tahun selama 20 tahun ke depan dan berpotensi melampaui kinerja indeks S&P 500 sebesar 1,5 hingga 2 kali lipat dalam jangka panjang.
Proyeksi ambisius ini menjadi landasan filosofi investasi Strategy yang menempatkan Bitcoin sebagai aset cadangan utama perusahaan, sebuah strategi yang menuai pujian saat harga melambung namun mendapat sorotan keras ketika pasar berbalik arah.
Pergerakan Harga Terkini: BTC dan MSTR Mulai Bangkit
Sedikit angin segar hadir di tengah tekanan pasar. Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di level $74.648,68, naik 7,98% dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Benzinga Pro. Kenaikan ini datang seiring sentimen positif pasar, meski analis masih memperingatkan kemungkinan level terendah baru jika Bitcoin gagal menembus zona resistensi kritis.
Di sisi lain, saham MSTR turut mencatat pemulihan. Saham ini ditutup naik 7,81% pada sesi reguler Kamis di harga $112,39, kemudian kembali menguat 1,35% dalam perdagangan after-hours. Namun, data pemeringkatan saham Benzinga Edge menunjukkan bahwa MSTR masih mencatat kinerja di bawah rata-rata dalam tren harga jangka menengah dan panjang, meski menunjukkan performa jangka pendek yang kuat.
Pelajaran bagi Investor: Memahami Risiko Amplifikasi
Kisah Rob menjadi pengingat keras tentang pentingnya memahami profil risiko sebelum berinvestasi, terutama dalam instrumen dengan volatilitas tinggi seperti MSTR. Saham yang dirancang untuk mengamplifikasi pergerakan Bitcoin memang menawarkan peluang keuntungan luar biasa, tetapi juga membawa risiko kerugian yang jauh melebihi aset dasarnya.
Bagi investor yang mempertimbangkan MSTR sebagai bagian dari portofolio jangka panjang, pernyataan Saylor tentang cakrawala waktu 7-10 tahun dan kesiapan menghadapi "tahun-tahun sulit" seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.
