Indika Energy Bentuk Dua Anak Usaha Baru: Ekspansi Strategis Sektor Logistik
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan dua anak usaha baru pada pertengahan Agustus 2026. Langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memperkuat dominasinya dalam sektor logistik nasional dan regional.
Pengumuman pendirian entitas tersebut dilansir dari Investor Daily pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kedua perusahaan baru tersebut bernama PT Tujuh Rasa Daya dan PT Tujuh Raya Dewi yang dijadwalkan akan segera beroperasi.
Ekspansi Strategis dan Struktur Kepemilikan
Proses pendirian ini dilakukan melalui sinergi strategis antara dua entitas utama, yakni PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan PT Interport Mandiri Utama (IMU). Kedua perusahaan tersebut berbagi porsi kepemilikan saham dengan proporsi 51 persen dikuasai oleh ILSS dan 49 persen oleh IMU.
Struktur kepemilikan ini memberikan kontrol mayoritas kepada ILSS, memastikan arah operasional tetap selaras dengan visi utama Indika Energy. Stockbit Sekuritas dalam catatannya mengonfirmasi skema kepemilikan tersebut berdasarkan keterbukaan informasi yang telah disampaikan oleh pihak perusahaan.
Fokus Operasional Anak Usaha Baru
Kedua anak usaha baru ini dirancang untuk bergerak pada sejumlah bidang operasional strategis yang mendukung ekosistem logistik modern. Fokus utama perusahaan mencakup jasa konsultasi manajemen, perdagangan besar berdasarkan kontrak, serta layanan angkutan barang bermotor.
Selain itu, kedua entitas ini akan menggarap sektor angkutan multimoda hingga pelayanan kepelabuhanan laut yang menjadi tulang punggung rantai pasok. Namun, pihak manajemen INDY hingga saat ini belum merinci rencana bisnis spesifik maupun proyeksi investasi lanjutan untuk kedua entitas tersebut.
Analisis Pasar dan Performa Keuangan
Pergerakan strategis ini disambut positif oleh pelaku pasar modal yang tercermin pada kenaikan harga saham INDY. Pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, saham perseroan mencatatkan penguatan sebesar 2,40 persen ke posisi Rp2.560 per lembar.
Aktivitas perdagangan pada hari tersebut cukup ramai dengan total transaksi mencapai 13,44 juta saham. Nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp33,84 miliar yang terdistribusi dalam 4.096 kali frekuensi transaksi di pasar reguler.
Secara valuasi fundamental, rasio price to book value (PBV) INDY kini berada di level 0,62 kali yang dinilai masih cukup atraktif bagi investor. Kinerja keuangan semester I-2026 juga menunjukkan tren positif dengan pendapatan mencapai US$ 1,14 miliar atau setara Rp20,47 triliun.
Angka pendapatan tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada semester I-2025 sebesar US$ 956,81 juta. Pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa diversifikasi bisnis yang dilakukan Indika Energy berjalan cukup efektif di tengah tantangan ekonomi.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bersih perusahaan juga melonjak drastis pada semester pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar US$ 10,19 juta, sebuah kenaikan tajam dari US$ 2,24 juta pada periode tahun sebelumnya.
Langkah pendirian PT Tujuh Rasa Daya dan PT Tujuh Raya Dewi menjadi sinyal kuat bahwa Indika Energy terus melakukan transformasi portofolio. Pasar kini menantikan langkah operasional konkret dari kedua entitas baru tersebut dalam mendukung pertumbuhan grup di masa depan.
