360 Dapur MBG di Lampung Belum Beroperasi: Dampak Pergantian Kepala BGN
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kota Bandar Lampung saat ini menghadapi tantangan dalam percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah pusat. Sekitar 360 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan belum dapat beroperasi sepenuhnya.
Kondisi ini terjadi bertepatan dengan masa transisi kepemimpinan di tingkat pusat, yakni Badan Gizi Nasional (BGN). Posisi Kepala BGN kini telah mengalami pergantian dari Nanik S Deyang kepada Sudaryono, yang memicu dinamika dalam pengambilan keputusan strategis.
Perspektif SPPG Lampung Terkait Transisi Kepemimpinan
Kepala SPPG Lampung, Saipul, menegaskan bahwa pergantian pimpinan di tingkat pusat tidak akan menghentikan pelaksanaan program MBG yang telah berjalan di daerah. Ia berpendapat bahwa operasional di lapangan tetap dapat berlangsung secara normal selama segala aspek dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Menurut Saipul pada Rabu (22/7/2026), keberlanjutan program sangat bergantung pada pemenuhan target serta ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN. Selama tim operasional, kepala SPPG, dan sistem pembayaran via virtual account tetap berfungsi, program diyakini akan terus berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Dampak Administrasi dan Prosedur Program
Meskipun operasional lapangan dianggap stabil, Saipul mengakui bahwa pergantian kepala BGN lebih berpengaruh terhadap urusan administrasi dan birokrasi. Beberapa kebijakan krusial yang membutuhkan persetujuan pimpinan baru berpotensi mengalami penyesuaian jadwal atau sedikit penundaan.
Salah satu poin penting yang saat ini masih dalam pembahasan adalah penyusunan petunjuk teknis terkait program refocusing penerima manfaat MBG. Proses ini memerlukan validasi dari pimpinan baru, sehingga dokumen atau kontrak terkait harus menunggu kebijakan resmi dari struktur BGN yang terkini.
Status Pembangunan Dapur MBG di Lampung
Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 360 unit dapur MBG di Lampung yang saat ini sedang dalam proses pengembangan fisik maupun sistemik. Dari jumlah keseluruhan tersebut, sekitar 280 dapur telah menunjukkan progres pembangunan yang positif dan mendekati penyelesaian.
Namun, terdapat sekitar 20 dapur lainnya yang belum mengalami kemajuan signifikan selama dua hingga tiga bulan terakhir. Kondisi stagnasi ini terjadi karena ketidakpastian kebijakan pasca-transisi, yang membuat pengerjaan fisik di beberapa titik sempat terhenti sementara waktu.
Kelangsungan Operasional Program di Lapangan
Di sisi lain, Saipul memastikan bahwa dapur MBG yang sudah beroperasi tetap menjalankan kegiatan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Dukungan dari tim operasional daerah dan sistem pembayaran yang terintegrasi menjadi kunci agar pelayanan pemenuhan gizi bagi target penerima manfaat tetap terjaga.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak dari proses transisi pusat agar tidak mengganggu distribusi layanan gizi kepada masyarakat. Pihak SPPG Lampung terus melakukan koordinasi aktif untuk memastikan bahwa setiap hambatan administratif dapat segera teratasi seiring dengan kebijakan baru dari BGN.
