KH Achmad Chalwani: Peran Vital Ulama dan Ahli Tarekat bagi Bangsa

Table of Contents
KH Achmad Chalwani: Perjalanan Bangsa Tak Lepas dari Peran Ulama dan Ahli Tarekat
KH Achmad Chalwani: Peran Vital Ulama dan Ahli Tarekat bagi Bangsa

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ribuan jamaah tarekat memadati area Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kehadiran massa yang besar ini ditujukan untuk mengikuti rangkaian kegiatan besar Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Tengah dan DIY.

Acara tersebut mencakup berbagai agenda utama seperti Manaqib Qubra, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, hingga Pengajian Akbar. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan ruhani para jamaah di tengah dinamika kebangsaan saat ini.

Spiritualitas sebagai Fondasi Perjuangan Bangsa

Dalam mauidhah hasanahnya, Rais ‘Aali JATMAN, KH Achmad Chalwani Nawawi, menegaskan bahwa sejarah Indonesia tak terpisahkan dari peran para ulama. Menurutnya, perjuangan bangsa sejak masa lampau sangat bertumpu pada kekuatan spiritual yang diwariskan oleh para kiai dan mursyid.

Beliau memberikan contoh nyata tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta hingga Pangeran Diponegoro yang memiliki kedekatan erat dengan dunia pesantren. Kedekatan para tokoh tersebut dengan ulama membuktikan bahwa nilai ruhani adalah fondasi utama dalam membangun negara yang kokoh.

KH Achmad Chalwani menyampaikan pesan penting di hadapan ribuan jamaah mengenai perlunya menjaga spirit perjuangan yang telah ada. Keikhlasan dan keteguhan para ulama di masa lalu merupakan kekuatan besar dalam merawat keutuhan negeri.

Tarekat dan Keberlangsungan Pemerintahan

Spiritualitas sebagai Fondasi Perjuangan Bangsa

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Beliau menilai bahwa tarekat memiliki peran krusial dalam membangun spiritualitas sekaligus memperkuat karakter masyarakat secara luas.

Gus Yasin menjelaskan bahwa zikir yang diamalkan dalam tarekat tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi atau kelompok semata. Zikir tersebut sejatinya adalah doa yang dipanjatkan bagi seluruh makhluk, bangsa, negara, dan kelancaran jalannya pemerintahan.

Harapannya, doa para ulama dan jamaah tarekat senantiasa mengiringi setiap langkah pemimpin bangsa dalam menjalankan amanah. Dengan dukungan doa tersebut, roda pemerintahan diyakini dapat berjalan dengan lebih baik dan penuh keberkahan.

Gus Yasin menegaskan bahwa pemerintahan yang baik sangat bergantung pada keberkahan doa para ahli tarekat dan para ulama. Ia berharap setiap kebijakan pemerintah selalu dalam lindungan serta bimbingan Allah SWT agar membawa kemaslahatan.

Mencegah Perbuatan Tercela melalui Zikir

Terkait penguatan keimanan, Gus Yasin mengingatkan bahwa hal itu adalah ajaran pertama yang ditanamkan Rasulullah SAW kepada umat Islam. Tarekat merupakan salah satu jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkokoh kualitas iman seseorang.

Beliau menegaskan bahwa istiqamah dalam berzikir dapat membangun kesadaran spiritual yang sangat kuat di dalam diri seorang mukmin. Hal ini pada akhirnya akan mencegah seseorang dari perbuatan tercela, termasuk perilaku korupsi yang merugikan negara.

Dzikir yang dilakukan dengan konsisten akan membuat seseorang memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Dengan rasa takut yang tertanam di hati, perbuatan-perbuatan kurang terpuji dapat terhindarkan secara alami dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Loading...