Respons Tak Biasa saat Tengku Dewi Sapa Istri Baru Andrew Andika

Table of Contents
Respons Tak Biasa saat Tengku Dewi Sapa Istri Baru Andrew Andika
Respons Tak Biasa saat Tengku Dewi Sapa Istri Baru Andrew Andika

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Tengku Dewi mengungkapkan dinamika hubungan komunikasinya dengan istri baru Andrew Andika, Violentina Kaif, saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar baru-baru ini. Ia membeberkan bahwa upayanya untuk menjalin hubungan baik demi anak-anak tidak mendapatkan respons langsung dari pihak Violentina.

Sebagai seorang ibu, Tengku Dewi berkomitmen untuk menerapkan pola asuh bersama atau co-parenting yang sehat demi masa depan sang buah hati. Langkah tersebut ia ambil demi menjaga kondisi psikologis anak-anak pascaperceraiannya dengan Andrew Andika.

Awal Mula Upaya Komunikasi Tengku Dewi

Upaya komunikasi ini berawal ketika Violentina mengunggah momen kebersamaan dengan putra sulung Tengku Dewi, Eshan, di media sosial. Tengku Dewi kemudian menuliskan sapaan di kolom komentar unggahan tersebut untuk menunjukkan itikad baiknya.

Sayangnya, sapaan hangat yang dilayangkan oleh Tengku Dewi tersebut sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Violentina Kaif. Sikap diam ini menjadi sorotan publik yang menilai adanya ketidakharmonisan di antara kedua belah pihak.

"Pengennya sih kayak gitu ya baik-baik aja, nggak ada drama, toh pertama mereka nikah, aku pernah approach duluan, dia kan post foto anak tuh," ujar Tengku Dewi menjelaskan niat awalnya. Dirinya berharap tindakan responsif tersebut bisa menjadi jembatan komunikasi yang baik bagi keluarga baru mantan suaminya.

Pembatasan Diri dan Peran Andrew Andika

Alih-alih merespons secara langsung, Violentina kabarnya selalu menyerahkan urusan komunikasi terkait anak-anak kepada Andrew Andika. Hal ini membuat Tengku Dewi merasa bahwa istri baru mantan suaminya tersebut sengaja membatasi diri dari interaksi langsung.

"Kalau co-parenting yang baik, harusnya kan ada respons, tapi dia selalu lempar ke Andrew, dia nggak respons, jadi Andrew yang maju," sambung Tengku Dewi dengan nada kecewa. Pola komunikasi searah ini dinilai kurang efektif dalam membangun hubungan kekeluargaan yang inklusif demi sang anak.

Perempuan kelahiran Jakarta ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki maksud tersembunyi untuk mengintervensi kedekatan Violentina dengan Eshan. Fokus utamanya hanyalah memastikan sang anak merasa aman dan nyaman saat menghabiskan waktu bersama ayah kandungnya.

Ia merasa ruang komunikasi yang terbuka akan menghindarkan mereka semua dari kesalahpahaman yang berpotensi merugikan anak. Oleh karena itu, pendekatan persuasif terus ia coba meskipun respons yang didapatkan belum sesuai harapan.

Awal Mula Upaya Komunikasi Tengku Dewi

Demi Keamanan Psikologis Sang Anak

Eshan selaku putra sulung membutuhkan rasa aman yang konsisten saat harus berpindah-pindah rumah antara ibunya dan ayahnya. Keberadaan anak Violentina yang seumuran dengan Eshan sebenarnya menjadi peluang bagus untuk membangun pertemanan yang sehat di antara mereka.

"Pernah sekali, jadi Andrew yang maju, maksud aku biar nggak ada miskom ya kita kenal juga, anak dia juga main sama anak aku, seumuran, kan Eshan juga penginnya secure sering ke rumah juga," jelas Tengku Dewi panjang lebar. Kebutuhan psikologis anak inilah yang mendasari pentingnya komunikasi antarpola asuh tanpa perantara.

Kendati ingin menjalin hubungan yang akrab, Tengku Dewi mengklarifikasi bahwa dirinya tidak menuntut untuk menjadi sahabat dekat bagi Violentina. Ia menyadari batasan sosial dan profesionalitas dalam hubungan keluarga campuran semacam ini.

Menepis Isu Negatif dan Harapan Masa Depan

"Ya pengin juga jadi teman, tapi nggak jadi bestie juga ya. Sekarang kita bukan milih-milih, bukan bestie, bestie aku sudah banyak, sudah temenan 10 tahun yang lalu," tegasnya demi meluruskan persepsi publik. Pernyataan ini mempertegas bahwa hubungan yang ditawarkan murni bersifat fungsional demi anak.

Komitmen untuk berdamai dengan masa lalu telah menjadi keputusan bulat bagi Tengku Dewi setelah resmi berpisah dengan Andrew Andika. Segala bentuk kecurigaan atau pikiran negatif dari pihak luar diharapkan dapat segera diredam demi kebaikan bersama.

"Aku di sini cinta damai, jangan negative thinking, aku sama Andrew sudah selesai. Ya takutnya kan hubungan baru, masih on fire, aku kan pernah alami kalau pas lagi dekat, takutnya kan," pungkasnya menganalisis situasi emosional Violentina. Sikap empati ini menunjukkan kedewasaan Tengku Dewi dalam menyikapi keraguan yang mungkin dirasakan oleh istri baru suaminya.

Sikap kedewasaan dari seluruh pihak sangat krusial dalam menentukan keberhasilan metode co-parenting ini ke depan. Konflik ego orang dewasa sebaiknya dikesampingkan agar tumbuh kembang anak-anak tidak menjadi korban dari perceraian orang tua.

Publik pun kini menantikan bagaimana respons lanjutan dari Andrew Andika dan Violentina Kaif terkait pernyataan terbuka Tengku Dewi ini. Keharmonisan keluarga campuran selebritas ini kerap menjadi cermin bagi masyarakat yang menghadapi situasi serupa.

Pada akhirnya, komunikasi yang terbuka dan saling menghargai tetap menjadi kunci utama dalam membesarkan anak secara bersama-sama. Semoga ketegangan awal ini segera mencair demi terciptanya lingkungan yang sehat bagi perkembangan Eshan dan adik-adiknya.

Baca Juga

Loading...