FORU Gelar Rights Issue Rp27,1 Triliun untuk Akuisisi Tambang

Table of Contents
FORU gelar rights issue Rp27,1 triliun untuk akuisisi tambang | IDNFinancials
FORU Gelar Rights Issue Rp27,1 Triliun untuk Akuisisi Tambang

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) telah mengumumkan persiapan Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) senilai Rp27,1 triliun. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memuluskan langkah strategis perseroan dalam mengakuisisi 49% saham PT Borneo Prima (BP), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara kokas.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/7), manajemen menyatakan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215,09 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah proses rights issue selesai.

Rincian Mekanisme Penawaran Umum Terbatas

Setiap pemegang 100 saham lama kini berhak memperoleh 46.235 HMETD, dengan tiap HMETD dapat ditebus menjadi 1 lembar saham baru. Harga pelaksanaan untuk transaksi ini telah ditetapkan oleh manajemen sebesar Rp126 per saham.

Sebagai pengendali dengan porsi kepemilikan 76,81%, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH) berhak atas 165,22 miliar HMETD. Pihak pengendali telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan HMETD tersebut melalui mekanisme penyetoran modal non-tunai atau inbreng.

"Pengendali Perseroan, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), akan melaksanakan HMETD melalui mekanisme inbreng dengan menyetor 49% saham BP atau sebanyak 10.780 saham Seri A senilai Rp20,82 triliun sebagai setoran modal selain uang," tulis manajemen dalam pernyataan resminya. Transaksi ini secara langsung menandai pengalihan 49% saham Seri A BP dari IMR AH kepada PT Fortune Indonesia Tbk.

Transformasi Bisnis dan Ekspansi ke Sektor Tambang

Rincian Mekanisme Penawaran Umum Terbatas

Langkah akuisisi ini merupakan bagian integral dari transformasi bisnis perusahaan untuk memperluas portofolio usaha ke sektor pertambangan batu bara kokas yang memiliki prospek menjanjikan. Dengan masuknya aset baru ini, PT Fortune Indonesia Tbk berharap dapat meningkatkan daya saing serta nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Sementara itu, sisa dana hasil pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik diperkirakan mencapai maksimal Rp6,28 triliun yang akan disetor dalam bentuk tunai. Perseroan menegaskan bahwa rincian penggunaan dana tersebut akan diungkapkan secara transparan dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif.

Evaluasi dan Kelayakan PT Borneo Prima

Manajemen menjelaskan bahwa pemilihan PT Borneo Prima sebagai target akuisisi dilakukan setelah melalui serangkaian evaluasi terhadap berbagai alternatif investasi. Pertimbangan utama yang diambil meliputi kualitas serta besaran cadangan batu bara, status produksi yang sudah berjalan, serta kelengkapan perizinan yang dimiliki.

Selain itu, prospek bisnis batu bara kokas serta rekam jejak manajemen perusahaan juga menjadi faktor penentu dalam keputusan strategis ini. Perseroan juga memastikan telah memperoleh persetujuan perubahan kepemilikan saham BP dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai syarat mutlak transaksi.

Agenda RUPSLB Mendatang

Rencana rights issue, akuisisi, serta perubahan kegiatan usaha utama ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham perseroan. Hal tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan akan berlangsung pada 22 Juli 2026.

Keputusan dalam rapat tersebut akan menjadi penentu langkah strategis PT Fortune Indonesia Tbk ke depannya dalam industri pertambangan. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru melalui keterbukaan informasi yang akan disampaikan perseroan selanjutnya.

Baca Juga

Loading...