Dosen UIN Walisongo Raih Gelar Doktor dengan Prestasi Cum Laude: Membedah Komodifikasi Sastra Digital

Table of Contents
Pertahankan Disertasi Fenomena Platformisasi Sastra Bengenre Romansa Religi, Dosen UIN Walisongo Raih Gelar Doktor di Unnes
Dosen UIN Walisongo Raih Gelar Doktor dengan Prestasi Cum Laude: Membedah Komodifikasi Sastra Digital

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Zulfa Fahmy, seorang dosen dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang, telah resmi meraih gelar doktor. Pencapaian ini diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Jumat, 26 Juni 2026.

Penelitian mendalam yang dipaparkan oleh Zulfa berjudul "Komodifikasi Novel Romansa Religi pada Platform Sastra Digital di Indonesia". Topik ini dipilih karena relevansinya yang tinggi terhadap pergeseran pola konsumsi karya sastra di era modern.

Ketua Sidang, Muhamad Burhanudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi serta kualitas riset yang diselesaikan oleh Zulfa Fahmy. Menurutnya, hasil kerja keras dan proses akademik yang dicapai oleh Zulfa layak dijadikan standar mutu tinggi di lingkungan universitas.

Memahami Fenomena Platformisasi Sastra Digital

Perubahan teknologi saat ini telah mengubah relasi fundamental antara penulis dan pembaca dalam ekosistem industri kreatif. Tren ini terlihat jelas pada dinamika novel bergenre romansa religi yang kini tidak lagi mengandalkan penjualan fisik di toko buku konvensional.

Karya-karya tersebut kini telah bertransformasi menjadi komoditas ekonomi masif di ruang siber melalui berbagai platform populer. Aplikasi seperti Wattpad, Fizzo, dan KBM App menjadi kanal utama distribusi novel yang digemari oleh pembaca digital saat ini.

Riset ini mengungkapkan bahwa sastra tidak lagi sekadar menjadi produk budaya yang memiliki nilai estetis semata. Fenomena ini membuktikan adanya pergeseran fungsi sastra sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di dunia digital.

Memahami Fenomena Platformisasi Sastra Digital

Rekomendasi Strategis bagi UIN Walisongo

Keberhasilan riset ini turut memicu rekomendasi strategis bagi institusi asal Zulfa Fahmy, yakni UIN Walisongo Semarang. Muhamad Burhanudin secara terbuka mendorong agar pihak universitas segera membuka Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia.

Selain jenjang sarjana, ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni di UIN Walisongo dinilai sudah sangat siap untuk mengembangkan program pascasarjana. Institusi ini dipandang memiliki potensi besar untuk membuka Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia di masa depan.

Catatan Akademik dan Dukungan Beasiswa

Zulfa Fahmy berhasil merampungkan seluruh masa studinya dengan waktu yang sangat singkat, yakni hanya 2 tahun 10 bulan. Prestasi ini disempurnakan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna sebesar 4.0 atau predikat Dengan Pujian (Cum Laude).

Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Zulfa Fahmy merupakan penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang dikelola melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).

Diharapkan keberhasilan ini mampu memberikan kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan ilmu pendidikan bahasa di Indonesia. Selain itu, prestasi ini juga menjadi motivasi besar bagi seluruh sivitas akademika UIN Walisongo Semarang untuk terus berinovasi dalam riset digital.

Baca Juga

Loading...