DEMA FTIK UIN Walisongo Perkuat Kolaborasi Antar-PTKIN Lewat Tarbiyah Connection
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan studi banding lintas kampus untuk meningkatkan mutu organisasi mahasiswa Islam. Melalui inisiatif ini, DEMA FTIK UIN Walisongo perkuat kolaborasi antar-PTKIN lewat Tarbiyah Connection yang menjadi wadah strategis pertukaran gagasan akademik.
Kegiatan yang mengusung tema besar "Meneguhkan Poros Pendidikan, Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah" ini diselenggarakan secara tatap muka di Teater ISDB FTIK UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, 6 Juni 2026. Pertemuan kolaboratif ini dihadiri lebih dari 130 peserta dari berbagai kampus Islam negeri yang antusias mendiskusikan masa depan pendidikan nasional.
Sinergi Lintas Provinsi untuk Kualitas Pendidikan Islam
Acara berskala regional ini mempertemukan para aktivis mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jawa Barat. Delegasi yang hadir berasal dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, IAIN Kudus, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), UIN Salatiga, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan UIN Walisongo Semarang selaku tuan rumah.
Selain para pengurus organisasi mahasiswa, forum penting ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FTIK UIN Walisongo Semarang beserta jajaran pimpinan lembaga kemahasiswaan lainnya. Kehadiran para pimpinan birokrasi kampus ini memberikan dukungan moral serta legitimasi akademis yang kuat terhadap komitmen kolaborasi mahasiswa tersebut.
Menjaga Marwah Fakultas Tarbiyah di Era Transformasi
Dalam sambutan resminya, Wakil Dekan III FTIK UIN Walisongo Semarang menekankan bahwa koordinasi dan komunikasi yang solid antarorganisasi mahasiswa merupakan fondasi utama untuk menghadapi dinamika perkembangan zaman. Pihak dekanat juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya terjebak pada simbol administrasi organisasi semata tanpa melahirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Beliau juga berpesan agar kegiatan seperti ini terus dirawat secara berkelanjutan guna mendeteksi kebutuhan mendasar dunia pendidikan modern saat ini. Mahasiswa didorong untuk merumuskan gagasan-gagasan konkret yang dapat diimplementasikan dalam memperkuat mutu pengajaran di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Pertukaran Praktik Baik Melalui Focus Group Discussion
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan yang khidmat, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Totalitas Perjuangan secara bersama-sama. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari Ketua Pelaksana, sambutan para Ketua DEMA delegasi, dan peresmian forum secara simbolis oleh pimpinan fakultas.
Setelah seremoni pembukaan selesai, seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) serta pemaparan program kerja unggulan dari masing-masing kampus. Sesi ini menjadi ruang interaktif bagi para delegasi untuk saling mengoreksi, mengevaluasi, dan memberikan masukan membangun terkait tata kelola organisasi kemahasiswaan.
Membangun Strategi Pengembangan Organisasi yang Adaptif
Melalui diskusi kelompok terarah tersebut, berbagai praktik baik mengenai inovasi program kerja serta kebijakan taktis kemahasiswaan berhasil diidentifikasi secara komprehensif. Para peserta memperoleh referensi empiris mengenai strategi manajerial organisasi yang dapat langsung diadopsi dan dimodifikasi sesuai karakteristik wilayah kampus masing-masing.
Menteri Luar Negeri DEMA FTIK UIN Walisongo Semarang, Sholahuddin Al Ayyubi, menyatakan bahwa kegiatan Tarbiyah Connection ini dirancang bukan sekadar untuk pertemuan formalitas tahunan. Ia menegaskan bahwa pertemuan pemikiran dan pengalaman lintas daerah inilah yang akan menjadi motor penggerak perubahan positif bagi institusi pendidikan Islam di Indonesia.
Komitmen Keberlanjutan dan Rencana Aksi Masa Depan
Sebagai simbol pengikat komitmen kerja sama, sesi diskusi diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan atau cenderamata eksklusif antarperwakilan organisasi mahasiswa yang hadir. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama untuk mengabadikan momen bersejarah bagi penguatan aliansi mahasiswa Tarbiyah ini.
Melalui kesepakatan bersama di akhir acara, para delegasi berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu strategis pendidikan serta menjaga komunikasi intensif pasca-kegiatan. Mereka juga mencanangkan penyelenggaraan forum komunikasi Tarbiyah yang lebih terstruktur dengan dampak sosial kemasyarakatan yang lebih luas pada masa mendatang.