Bottom Building in Progress: Analisis Mendalam Tren Pasar Bitcoin 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bitcoin masih tertahan di wilayah nilai dalam (deep value) setelah lima bulan berada di bawah True Market Mean dan Short-Term Holder Cost Basis. Kondisi ini diperparah dengan realisasi kerugian pemegang jangka panjang (LTH) yang kini menyumbang 43% dari total nilai yang direalisasikan, mencapai puncaknya di $280 juta per hari.
Lonjakan tekanan jual dari LTH ini menjadi yang tertinggi sejak Desember 2022, menandakan fase kapitulasi yang sangat signifikan bagi para investor. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku pasar yang membeli di dekat puncak siklus kini secara agresif memilih untuk keluar seiring dengan memanjangnya masa penurunan harga.
Dinamika Makro dan Dampak Geopolitik
Dinamika makroekonomi turut memberikan tekanan tambahan, terutama setelah lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar lebih dari 8% dalam tujuh hari terakhir. Kejutan pasar ini dipicu oleh laporan berakhirnya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak langsung pada aset berisiko seperti Bitcoin.
Bitcoin sempat mengalami kenaikan dari $58.3k menjadi $64.4k, namun harga masih berada jauh di bawah True Market Mean di level $76.6k dan Short-Term Holder Cost Basis di $72.2k. Selama level krusial ini belum tertembus kembali, pasar tetap rentan terhadap katalis negatif eksternal yang bisa mengguncang stabilitas harga.
Dari sisi likuiditas, M2 Amerika Serikat telah mencatatkan rekor sebesar $22.8 triliun, namun neraca Federal Reserve justru terus terkuras hingga $2.0 triliun di bawah puncak tahun 2023. Ketegangan antara peningkatan basis uang luas dan pengurasan kuantitatif ini menciptakan hambatan, terutama dengan imbal hasil riil yang masih berada di kisaran 1%.
Proses Bottom Building dan Kapitulasi LTH
Fase akumulasi yang berkepanjangan ini, sejak awal Februari 2026, telah menjadi salah satu periode nilai terendah yang paling panjang dalam sejarah Bitcoin. Meskipun proses ini menunjukkan tanda-tanda tahap akhir, kemungkinan penurunan lebih lanjut menuju harga terealisasi di level $53k tetap tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya.
Analisis on-chain menunjukkan bahwa Relative Long/Short-Term Holder Realized Profit and Loss menjadi kunci untuk mengidentifikasi tekanan turun yang dominan. Sejak harga merosot di bawah True Market Mean, porsi kerugian LTH telah meningkat dari 15% pada awal Februari 2026 menjadi 43% saat ini.
Indikator kerugian yang disesuaikan dengan entitas mencatat rekor baru pada $280 juta per hari, yang menegaskan bahwa kapitulasi masih berlangsung intens. Hingga angka ini mulai menunjukkan penurunan yang berarti, transisi menuju pasar bullish yang kredibel akan terus terhambat oleh tekanan jual yang persisten.
Permintaan Institusional dan Tren ETF
Beralih ke data luar rantai, aliran bersih ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih berada dalam zona negatif, meskipun tekanannya sedikit mereda. Setelah sempat mencapai puncak arus keluar harian sebesar -$193 juta pada awal Juni, angka ini kini melandai ke kisaran -$88.9 juta per hari.
Volume perdagangan harian ETF juga mencerminkan ketidakstabilan permintaan institusional dengan kisaran $650 juta hingga $950 juta per hari. Angka ini masih jauh dari puncak $4.4 miliar per hari pada Oktober 2025, yang menegaskan bahwa keyakinan institusional belum sepenuhnya pulih.
Posisi Derivatif dan Sentimen Pasar
Di sisi derivatif, posisi pasar tampak sedikit lebih optimis dengan rasio put/call yang turun ke 0.56, angka terendah sepanjang tahun 2026. Namun, permukaan opsi tetap mempertahankan bias defensif, di mana pelaku pasar masih bersedia membayar premi lebih tinggi untuk perlindungan terhadap penurunan harga.
Harga Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 6% di bawah level max pain sebesar $66k, titik di mana minat terbuka terbesar akan berakhir tanpa nilai. Meskipun diskon ini melebar akibat penurunan mingguan, posisi pasar tidak menunjukkan tekanan sedalam yang terlihat pada peristiwa penjualan di bulan Februari.
Secara keseluruhan, pasar saat ini sedang dalam proses "bottom building" atau pembentukan dasar siklus yang cukup menantang. Keseimbangan antara data on-chain yang menunjukkan kapitulasi LTH dan data off-chain yang menunjukkan kehati-hatian institusional menjadi indikator utama untuk memantau pemulihan.
Pemulihan yang berkelanjutan akan sangat bergantung pada apakah tekanan jual dari pemegang jangka panjang dapat mereda secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Investor yang berorientasi pada nilai harus tetap waspada terhadap perkembangan likuiditas makro dan aliran modal ETF sebagai sinyal pembalikan arah yang lebih pasti.
