Gol Spektakuler Mbappé Bawa Prancis ke Semifinal Piala Dunia 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Tim nasional Prancis berhasil memastikan tiket ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan perlawanan luar biasa dari skuad Maroko dalam laga babak gugur yang berlangsung dengan intensitas sangat tinggi. Kylian Mbappé kembali membuktikan kelasnya sebagai sosok penentu kemenangan lewat aksi individu memukau yang menghancurkan pertahanan rapat tim Singa Atlas sejak awal hingga akhir pertandingan.
Kemenangan krusial ini sekaligus membalas pertemuan bersejarah kedua negara pada babak semifinal edisi sebelumnya di Qatar, di mana Prancis juga keluar sebagai pemenang laga. Pasukan asuhan Didier Deschamps menampilkan taktik menekan yang sangat disiplin sehingga memaksa para pemain Maroko untuk bertahan di area pertahanan mereka sepanjang babak pertama.
Dominasi Les Bleus dan Ketangguhan Yassine Bounou
Peluang emas pertama bagi tim Ayam Jantan untuk memimpin kedudukan sebenarnya datang pada pertengahan babak pertama setelah barisan pertahanan lawan melakukan kesalahan fatal. Noussair Mazraoui terpaksa menjatuhkan Mbappé di kotak penalti setelah sang penyerang menerima umpan terobosan cerdik dari Michael Olise yang memanfaatkan momen ketika Achraf Hakimi kehilangan penguasaan bola akibat tekanan Desiré Doué.
Namun, drama penalti tersebut harus tertunda cukup lama karena wasit membutuhkan waktu hingga tiga menit sepuluh detik untuk meninjau rekaman video asisten wasit (VAR). Yassine Bounou yang dikenal sebagai salah satu penjaga gawang spesialis penalti tampil luar biasa dengan membaca arah bola dan menepis tendangan lemah Mbappé ke sisi kiri gawang.
Penyelamatan gemilang dari mantan kiper Sevilla tersebut tercatat sebagai kesuksesan pertamanya dalam menepis penalti di waktu normal sepanjang membela tim nasional Maroko. Kegagalan penalti tersebut sempat memicu semangat juang para pemain Maroko untuk terus mempertahankan gawang mereka dari gempuran beruntun lini serang Prancis yang bertabur bintang.
Meskipun gagal memanfaatkan peluang penalti, Prancis terus melancarkan serangan bergelombang melalui sundulan tajam Dayot Upamecano serta tembakan keras Desiré Doué dari luar kotak penalti. Ketangguhan lini belakang lawan ditambah tendangan Lucas Digne yang membentur tiang gawang membuat babak pertama berakhir tanpa ada gol yang tercipta bagi kedua tim meskipun Prancis mencatatkan 13 peluang berbanding nol milik lawan.
Sihir Kylian Mbappé Memecah Kebuntuan
Memasuki paruh kedua pertandingan, permainan Prancis mulai tampak pragmatis dan kehilangan ritme indah yang sebelumnya mereka tunjukkan saat melawan Swedia di babak 32 besar. Skuad asuhan Deschamps menunjukkan kedewasaan bermain dengan tetap fokus memburu gol pembuka tanpa membiarkan lawan melakukan serangan balik cepat yang berbahaya.
Momen keajaiban yang dinanti-nantikan oleh publik akhirnya tercipta pada menit ke-60 melalui aksi spektakuler Kylian Mbappé yang memanfaatkan umpan matang dari Lucas Digne. Dalam posisi yang sangat sulit dan dikawal ketat oleh bek Issa Diop, penyerang andalan Prancis tersebut berhasil menemukan celah sempit untuk melepaskan tembakan.
Dengan menggunakan tubuh Diop sebagai pelindung untuk menghalangi pandangan kiper, Mbappé melepaskan tendangan melengkung akurat yang meluncur deras ke pojok bawah gawang Maroko. Papan skor stadion bahkan mencatat bola hasil tendangan bintang Real Madrid tersebut meluncur dengan kecepatan luar biasa mencapai 98 kilometer per jam.
Gol indah tersebut sekaligus membayar lunas kegagalan penalti di babak pertama dan membakar kembali semangat juang para pemain Les Bleus di lapangan. Keunggulan satu gol ini membuat Maroko tidak memiliki pilihan lain selain keluar menyerang demi menjaga peluang mereka lolos ke semifinal.
Perubahan Strategi Maroko dan Gol Pengunci Dembélé
Pelatih Maroko mencoba merespons ketertinggalan tersebut dengan memasukkan Chemsdine Talbi setelah Ismael Saibari mengalami cedera, serta menggeser Bilal El Khannouss ke posisi tengah. Talbi yang bermain untuk klub Sunderland ditugaskan untuk menyisir sisi kiri pertahanan Prancis dan merepotkan pergerakan bek kanan Jules Koundé sepanjang sisa babak kedua.
Namun, taktik tersebut tidak berjalan efektif karena pressing ketat dari barisan gelandang Prancis berhasil memutus aliran bola sebelum mencapai lini depan Maroko. Talbi justru lebih sering terlihat turun ke belakang untuk membantu pertahanan timnya yang terus ditekan oleh pergerakan agresif para pemain sayap Prancis.
Harapan Maroko untuk menyamakan kedudukan akhirnya sirna setelah Ousmane Dembélé mencetak gol kedua bagi Prancis menjelang akhir waktu normal pertandingan. Gol tersebut berawal dari serangan terstruktur yang diinisiasi oleh Mbappé sebelum menyodorkan umpan matang ke arah Dembélé yang berdiri bebas.
Tendangan mendatar yang dilepaskan oleh Dembélé meluncur mulus ke sudut bawah gawang setelah pandangan Yassine Bounou kembali terhalang oleh beknya sendiri, Noussair Mazraoui. Gol penutup ini memastikan langkah Prancis ke babak semifinal sekaligus meruntuhkan sisa-sisa perlawanan yang ditunjukkan oleh skuad Singa Atlas.
Menatap Babak Semifinal di Dallas
Didier Deschamps kemudian memutuskan untuk menarik keluar beberapa pemain kunci termasuk Kylian Mbappé pada menit ke-77 demi menjaga kebugaran fisik mereka menjelang laga krusial berikutnya. Keputusan taktis ini sangat penting mengingat jadwal pertandingan babak semifinal yang sangat padat dan menuntut kondisi fisik prima dari seluruh pemain.
Dengan kemenangan meyakinkan ini, Prancis kini bersiap menghadapi pemenang antara laga Spanyol melawan Belgia yang akan diselenggarakan di kota Dallas, Amerika Serikat. Jika mampu mempertahankan performa impresif ini, Prancis berpeluang besar mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Piala Dunia ketiga mereka dalam kurun waktu 28 tahun.
