Sri Murtopo Pimpin K-Sarbumusi Jateng, Usung 7 Rekomendasi Strategis

Table of Contents
Sri Murtopo Nahkodai K-Sarbumusi Jateng, Konferwil II Hasilkan Tujuh Rekomendasi Strategis
Sri Murtopo Pimpin K-Sarbumusi Jateng, Usung 7 Rekomendasi Strategis

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Konferensi Wilayah (Konferwil) II Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Jawa Tengah yang diselenggarakan secara dinamis resmi menetapkan Sri Murtopo sebagai ketua umum terpilih untuk masa khidmah berikutnya. Momentum penting ini dilaksanakan secara langsung di Pondok Pesantren Al Itqon, Bugen, Kota Semarang, pada hari Jumat, 13 Juni 2026.

Konferensi wilayah kali ini mengusung tema utama “Merawat Solidaritas, Memperkuat Organisasi, dan Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja/Buruh” sebagai peta jalan perjuangan kolektif mereka. Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi, acara ini sukses mengevaluasi seluruh program kerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menetapkan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.

Sri Murtopo Terpilih Melalui Mekanisme Musyawarah Mufakat

Proses pemilihan ketua umum berjalan dengan sangat demokratis melalui mekanisme musyawarah mufakat yang merepresentasikan nilai luhur Ahlussunnah wal Jamaah serta tradisi organisasi. Seluruh utusan cabang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah secara mufakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Sri Murtopo untuk memimpin roda organisasi.

Keberhasilan pencapaian mufakat ini dinilai banyak pihak sebagai bukti solidnya internal K-Sarbumusi Jawa Tengah dalam menghadapi dinamika dunia ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Terpilihnya sosok Sri Murtopo kini membawa harapan baru bagi penguatan konsolidasi organisasi, ekspansi keanggotaan, serta peningkatan advokasi hak para pekerja di wilayah tersebut.

Dalam pidato pertamanya setelah terpilih, Sri Murtopo dengan tegas menyampaikan tekadnya untuk menjadikan DPW K-Sarbumusi Jawa Tengah sebagai wadah perjuangan buruh yang progresif. Ia menegaskan bahwa pergerakan organisasi akan selalu berakar pada nilai-nilai kebangsaan yang inklusif serta konsep Islam rahmatan lil alamin.

“Solidaritas yang kokoh adalah kekuatan utama bagi setiap gerakan buruh dalam memperjuangkan hak-hak normatif mereka di tempat kerja,” ungkap Sri Murtopo di hadapan ratusan peserta sidang. Dirinya juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang modern guna menghadirkan pola hubungan industrial yang adil serta beradab bagi semua kalangan.

Fokus Perlindungan Pekerja Informal dan Sektor Digital

Komitmen kepemimpinan baru ini tidak hanya menyasar para buruh pabrik konvensional, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada sektor informal yang terus berkembang pesat. K-Sarbumusi Jawa Tengah di bawah komando Sri Murtopo bertekad memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja platform digital yang kerap rentan kehilangan hak sosial mereka.

Pada kesempatan yang penuh berkah tersebut, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, turut memberikan wejangan dan arahan khusus kepada kepengurusan baru. Beliau berpesan agar para pengurus bekerja dengan penuh integritas, ketulusan, serta mengutamakan aspek khidmah kepada masyarakat kecil, khususnya para pekerja.

PWNU Jawa Tengah menekankan bahwa perjuangan membela kaum buruh merupakan bagian integral dari dakwah sosial Nahdlatul Ulama dalam menegakkan keadilan. Sinergi antara struktur NU dan badan otonom seperti K-Sarbumusi diharapkan mampu mempercepat peningkatan taraf hidup buruh di Jawa Tengah secara signifikan.

Sri Murtopo Terpilih Melalui Mekanisme Musyawarah Mufakat

Tujuh Rekomendasi Strategis Hasil Konferwil II

Selain merumuskan struktur kepengurusan yang baru, Konferwil II K-Sarbumusi Jawa Tengah secara resmi menelurkan tujuh butir rekomendasi strategis demi kemajuan organisasi. Rekomendasi pertama mengamanatkan percepatan konsolidasi internal organisasi secara masif dari tingkat wilayah, cabang, hingga ke unit kerja di perusahaan.

Butir kedua mendesak perluasan jangkauan pengorganisasian bagi pekerja informal, pekerja migran, serta kelompok pekerja rentan lainnya yang membutuhkan perlindungan hukum. Melalui pengorganisasian yang terencana, kelompok pekerja rentan diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menuntut hak-hak normatif mereka.

Pada rekomendasi ketiga, forum mendorong pemerintah daerah agar secara aktif memfasilitasi penciptaan lapangan kerja yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sementara itu, butir keempat mengusulkan pengembangan konsep Hubungan Industrial Aswaja sebagai jalan tengah yang adil bagi pengusaha dan pekerja.

Rekomendasi kelima berfokus pada advokasi jaminan perlindungan sosial yang bersifat inklusif serta bebas dari segala bentuk diskriminasi gender maupun fisik. Sedangkan butir keenam menggarisbawahi urgensi peningkatan kapasitas kepemimpinan kader melalui berbagai pelatihan sertifikasi kompetensi serikat pekerja secara berkesinambungan.

Sebagai penutup, rekomendasi ketujuh mendorong kemandirian finansial organisasi melalui pengembangan unit ekonomi kreatif dan pemberdayaan ekonomi produktif berbasis anggota. Seluruh jajaran pengurus DPW K-Sarbumusi Jawa Tengah diwajibkan mengintegrasikan ketujuh rekomendasi ini ke dalam program kerja strategis lima tahun ke depan.

Membangun Sinergi Lintas Sektor untuk Kemaslahatan Buruh

Langkah strategis pasca-konferensi akan difokuskan pada penguatan kemitraan antara serikat pekerja dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pelaku usaha. K-Sarbumusi Jawa Tengah berkomitmen untuk aktif terlibat dalam perumusan kebijakan upah minimum serta regulasi ketenagakerjaan daerah lainnya.

Pendekatan dialogis yang moderat akan tetap dikedepankan guna meminimalkan potensi konflik industrial sekaligus mencari solusi bersama atas segala permasalahan ketenagakerjaan. Dengan memadukan prinsip keislaman dan kebangsaan, organisasi ini berambisi menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berkeadilan sosial.

Panitia penyelenggara Konferwil II turut menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh donatur, pengasuh pesantren, dan peserta yang menyukseskan acara ini. Suksesnya agenda konferensi di Pondok Pesantren Al Itqon diharapkan menjadi berkah awal bagi perjuangan panjang menyejahterakan kaum buruh.

Kepemimpinan baru di bawah nahkoda Sri Murtopo kini resmi memikul tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata bagi buruh Jawa Tengah. Dengan dukungan penuh dari seluruh cabang, K-Sarbumusi Jateng siap melangkah mantap menyongsong tantangan ketenagakerjaan di masa depan.

Baca Juga

Loading...