Ekonomi Syariah Berpotensi Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di Semarang pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 11:00 WIB guna merespons dinamika pembangunan ekonomi wilayah setempat.
Menurutnya, optimalisasi sektor ini sangat strategis demi memperkuat target pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang dipatok pada angka 6 hingga 7,4 persen. Langkah akselerasi ini dinilai sangat realistis mengingat provinsi tersebut memiliki modal sosial yang kuat berupa basis masyarakat religius yang sangat besar.
Pengembangan ekosistem berbasis syariah tersebut diyakini mampu merangsang pertumbuhan berbagai sektor riil seperti wisata halal, kuliner halal, perhotelan ramah muslim, hingga koperasi syariah. Tidak hanya itu, industri kreatif yang berbasis pada nilai-nilai lokal dan keagamaan juga berpeluang besar untuk tumbuh subur di wilayah ini.
Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Baru 2027
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak utama roda perekonomian daerah yang akan diimplementasikan penuh pada tahun 2027 mendatang. Kedua sektor andalan yang dimaksud adalah pariwisata berkelanjutan serta pengembangan ekonomi syariah terintegrasi di seluruh kabupaten dan kota.
Sarif Abdillah, yang akrab disapa Kakung, menyambut baik langkah taktis pemerintah daerah tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Ia menekankan bahwa daerah membutuhkan model pembangunan baru yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka kuantitatif, tetapi juga mengedepankan aspek keadilan sosial.
Pembangunan ekonomi masa kini harus bersifat inklusif serta memiliki karakter kuat yang mencerminkan identitas luhur masyarakat Jawa Tengah. Melalui konsep syariah, keadilan distributif diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menjelajahi Potensi Industri Halal di Jawa Tengah
Legislator asal daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini mengingatkan bahwa cakupan ekonomi syariah jauh lebih luas daripada sekadar pembahasan dikotomi halal dan haram. Kekuatan utama dari sektor ini sebenarnya terletak pada industri modest fashion, pariwisata ramah muslim, serta manufaktur farmasi dan kosmetik halal.
Jawa Tengah dinilai masih memiliki ruang ekspansi yang sangat luas untuk memperkuat sektor makanan halal, lembaga keuangan syariah, hingga sektor rekreasi keluarga yang aman. Potensi pasar yang belum tergarap optimal ini menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan skala bisnis mereka.
Kini, ekonomi syariah bukan lagi sekadar program alternatif pembangunan daerah yang sifatnya opsional bagi pemerintah daerah. Sektor ini telah resmi diintegrasikan sebagai bagian dari arus utama kebijakan pembangunan yang diturunkan langsung melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pengurangan Kemiskinan Melalui Pendekatan Ekonomi Syariah
Penerapan sistem ekonomi berbasis syariah dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam penciptaan lapangan kerja baru serta menekan angka ketimpangan pendapatan. Selain itu, kebijakan ini diproyeksikan dapat menekan tingkat kemiskinan secara efektif di berbagai daerah kantong kemiskinan Jawa Tengah.
Agar manfaat strategis tersebut dirasakan secara luas, sosialisasi program ekonomi syariah harus terus digencarkan secara masif hingga menjangkau tingkat akar rumput. Penguatan fondasi ekonomi di tingkat lokal dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan ekonomi nasional menghadapi dinamika global.
DPRD Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk mendukung regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pemerataan pembangunan antardaerah. Komitmen legislatif ini mencakup penguatan desa wisata, pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pelestarian lingkungan hidup.