Pertumbuhan Ekonomi Kendal Belum Merata, Dewan Mendesak Naskah Akademik OPD
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - KENDAL, Indonesia - Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, Abdul Syukur, mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintah kabupaten untuk segera menyusun naskah akademik. Langkah ini dinilai krusial dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memastikan pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Kendal.
Desakan ini disampaikan Abdul Syukur pada Sabtu, 2 Mei 2026, di sela-sela kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) IX PPP Dapil Jateng I yang diselenggarakan di Hotel Pandanaran, Semarang. Ia menyoroti bahwa meskipun pemerintah daerah telah diupayakan untuk memiliki kajian akademis terkait pendapatan daerah, respons yang diberikan belum optimal.
Prestasi PAD dan Pertumbuhan Ekonomi Kendal di Tahun 2025
Abdul Syukur mengakui bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Kendal mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam hal peningkatan PAD. Angka PAD berhasil melonjak hingga Rp17 triliun, sekaligus mengukuhkan Kendal sebagai kabupaten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah, mencapai sekitar 7,99%.
Namun, angka yang mengesankan ini perlu dikaji lebih mendalam menurut pandangan Abdul Syukur. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini masih bersifat tersentralisasi, terutama di Kawasan Industri Kendal (KIK) atau yang juga dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Kesenjangan Ekonomi: KEK sebagai Pusat Pertumbuhan vs. Daerah Lain
"Tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah, 7,99 persen. Tapi ini masih belum merata, masih tersentral di KEK sementara di daerah lain masih rendah," tegas Abdul Syukur, menyoroti adanya ketimpangan geografis dalam geliat ekonomi daerah.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada sebagian besar masyarakat. Banyak warga yang berdomisili jauh dari KEK masih mengeluhkan permasalahan ekonomi yang belum terselesaikan, menunjukkan adanya disparitas yang perlu segera diatasi.
"Masih kita lihat banyak masyarakat yang sambat, masih mengeluh soal perekonomian. Jadi ini kita masih mendorong agar ada pemerataan pertumbuhan ekonomi tidak hanya di kawasan KIK," ujar Abdul Syukur.
Pentingnya Naskah Akademik untuk Optimalisasi PAD
Sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Abdul Syukur menilai naskah akademik yang memuat kajian mendalam mengenai potensi pendapatan daerah sangatlah esensial. Dokumen ini akan menjadi landasan kuat untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan memastikan hasil yang maksimal dalam pengelolaan keuangan daerah.
"Kajian potensi ini penting agar kami selaku anggota dewan yang mengawasi pemerintahan bisa mengetahui secara pasti targetnya berapa persen dari potensi yang ada," jelasnya, menekankan peran dewan dalam fungsi pengawasan.
Analisis Sektor Potensial: Pajak Parkir dan MBLB Menjadi Sorotan
Abdul Syukur, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Kendal, memberikan contoh konkret sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan PAD namun belum optimal pengelolaannya. Sektor parkir dan sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C menjadi sorotan utamanya.
Ia mempertanyakan apakah kontribusi pendapatan dari sektor pertambangan atau MBLB, yang tercatat hanya sekitar Rp1,8 miliar pada periode sebelumnya, sudah mencerminkan potensi sesungguhnya dari pajak yang seharusnya dipungut. Rendahnya penerimaan dari sektor ini diduga kuat akibat belum adanya kajian akademis yang komprehensif mengenai potensi pendapatan sesungguhnya.
Sementara itu, di sektor parkir, Abdul Syukur mengakui masih adanya ketidakjelasan terkait penentuan lokasi parkir yang sah dan belum diterapkannya sistem e-retribusi secara menyeluruh. Ketidakjelasan ini berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan daerah dan mengurangi efektivitas penarikan retribusi parkir.
Tuntutan untuk Kajian Komprehensif dan Tindak Lanjut
Dengan adanya desakan untuk menyusun naskah akademik, anggota dewan berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh sektor yang berpotensi menghasilkan PAD. Kajian ini diharapkan tidak hanya mengidentifikasi potensi, tetapi juga merumuskan strategi pengumpulan yang efisien dan transparan.
Penyusunan naskah akademik ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Dengan data dan analisis yang kuat, diharapkan setiap OPD dapat menetapkan target PAD yang realistis dan terukur, serta mampu berkontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah secara merata.
Lebih lanjut, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di Kendal. Dengan memperkuat PAD, pemerintah daerah akan memiliki sumber daya yang lebih besar untuk diinvestasikan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan layanan publik di luar kawasan industri strategis.
Harapan besar disematkan pada pemerintah daerah agar segera menindaklanjuti permintaan ini. Naskah akademik yang disusun secara profesional dan berbasis data diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi Kendal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, di mana seluruh elemen masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara optimal.
Meskipun tidak secara langsung terkait dengan berita utama, beberapa berita lain yang terlampir menunjukkan dinamika isu-isu sosial dan keagamaan di Jawa Tengah, serta perkembangan pendidikan tinggi, yang secara umum menggambarkan lanskap berita di wilayah tersebut pada periode yang sama.