Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran Beri Bantahan Keras

Table of Contents
Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Menlu Iran Bantah: Masih Hidup! - Tribunjakarta.com
Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran Beri Bantahan Keras

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ketegangan hebat melanda kawasan Timur Tengah setelah serangan militer besar-besaran dilaporkan mengguncang Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Operasi militer yang melibatkan pasukan Israel dan Amerika Serikat (AS) ini memicu spekulasi mengenai keselamatan petinggi negara Iran.

Donald Trump mengejutkan publik internasional dengan mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan tersebut. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada Minggu (1/3/2026) pukul 04.37 dini hari waktu AS.

Klaim Donald Trump Terkait Kematian Khamenei

Dalam unggahannya, Trump menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk keadilan bagi warga Amerika Serikat dan rakyat dunia. Ia menggambarkan sosok pemimpin Iran tersebut sebagai salah satu individu paling berbahaya dalam sejarah modern.

Trump menegaskan bahwa Khamenei tidak sanggup menghindari kecanggihan teknologi intelijen dan sistem pelacakan militer milik Amerika Serikat. Kerja sama militer yang erat dengan Israel disebut menjadi kunci keberhasilan dalam melumpuhkan target utama tersebut.

Presiden berusia 79 tahun itu juga menambahkan bahwa serangan ini menewaskan sejumlah pemimpin senior lainnya yang mendampingi Khamenei. Situasi ini dinilai Trump sebagai momentum besar bagi rakyat Iran untuk mengambil alih kendali atas negara mereka kembali.

Klaim Donald Trump Terkait Kematian Khamenei

Lebih lanjut, Trump mengeklaim banyak anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta aparat keamanan Iran mulai menyerah. Ia menyebutkan bahwa beberapa dari mereka kini sedang berupaya mencari jaminan imunitas untuk berhenti bertempur.

Bantahan Resmi dari Menteri Luar Negeri Iran

Pemerintah Iran segera merespons klaim tersebut melalui pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC News. Araghchi dengan tegas membantah narasi yang disebarkan oleh pihak Amerika Serikat dan media Israel.

Ia mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei dalam kondisi selamat dan tetap menjalankan fungsinya sebagai pemimpin tertinggi. "Sejauh yang saya ketahui, ya, beliau masih hidup," ujar Araghchi pada Sabtu (28/2/2026) pukul 17.34 waktu Teheran.

Araghchi juga merinci bahwa jajaran petinggi negara lainnya, termasuk Ketua Parlemen dan Ketua Lembaga Peradilan, berada dalam keadaan baik. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran juga dipastikan tetap berada di posisinya masing-masing untuk mengelola situasi.

Meski mengakui kondisi saat ini tidak sepenuhnya normal, Araghchi menekankan bahwa kehidupan sosial di Iran masih berjalan seperti biasa. Ia menjamin bahwa seluruh wilayah dan birokrasi negara tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah pusat.

Hingga saat ini, suasana Ramadan di Iran dilaporkan tetap berlangsung di tengah kewaspadaan tinggi pasca-ledakan di ibu kota. Komunitas internasional masih menantikan bukti fisik lebih lanjut guna memvalidasi laporan yang saling bertolak belakang tersebut.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan klaim kematian Ayatollah Ali Khamenei pertama kali muncul?

Klaim tersebut diunggah oleh Donald Trump melalui media sosial Truth Social pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 04.37 waktu AS.

Apa dasar klaim Donald Trump mengenai tewasnya pemimpin Iran?

Trump menyebutkan penggunaan teknologi intelijen dan pelacakan canggih AS yang bekerja sama dengan pihak Israel dalam serangan militer di Teheran.

Bagaimana respon resmi pemerintah Iran terhadap kabar tersebut?

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim tersebut dan memastikan Khamenei serta pejabat tinggi lainnya masih hidup dan dalam kondisi baik.



Ditulis oleh: Budi Santoso

Baca Juga

Loading...