Trump dan Netanyahu Klaim Ali Khamenei Tewas, Iran Beri Bantahan Keras

Table of Contents
Trump-Netanyahu Sampaikan Kamenei Tewas, Iran Langsung Membantah - Lentera Today
Trump dan Netanyahu Klaim Ali Khamenei Tewas, Iran Beri Bantahan Keras

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah tewas. Pernyataan tersebut menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan pasukan gabungan AS dan Israel ke wilayah Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Melalui platform media sosial Social Truth miliknya, Trump menegaskan bahwa Khamenei telah tewas akibat serangan presisi tersebut. Ia bahkan menyebut tokoh nomor satu di Iran itu sebagai salah satu sosok paling jahat dalam sejarah manusia.

Laporan dari Channel 12 Israel menyebutkan bahwa setidaknya 30 bom dijatuhkan tepat di kompleks kediaman Khamenei di jantung ibu kota. Meskipun Khamenei dilaporkan sedang berada di bawah tanah, pihak intelijen menduga ia tidak sempat mencapai bunker pelindung utamanya.

Klaim Kematian dari Tel Aviv dan Washington

Senada dengan Trump, PM Benjamin Netanyahu menyatakan dalam siaran televisi bahwa kompleks kediaman Ali Khamenei telah hancur total. Netanyahu mengklaim pihaknya telah menemukan indikasi kuat bahwa sang pemimpin tertinggi tersebut sudah tidak lagi bernyawa.

Serangan mendadak yang terjadi pada Sabtu malam tersebut memicu kerusakan masif di sejumlah titik strategis di Iran. Operasi militer ini disebut-sebut sebagai salah satu serangan paling destruktif yang menyasar langsung pusat komando tertinggi negara itu.

Data dari Bulan Sabit Merah Iran mencatat dampak kemanusiaan yang cukup besar akibat rangkaian pemboman tersebut. Setidaknya 201 orang dilaporkan tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden berdarah di akhir pekan itu.

Klaim Kematian dari Tel Aviv dan Washington

Bantahan Resmi dari Pihak Teheran

Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi segera memberikan klarifikasi resmi untuk menepis klaim Barat. Araghchi menegaskan dalam wawancara dengan NBC News bahwa Ayatollah Ali Khamenei masih hidup dan dalam kondisi sehat.

Ia juga menambahkan bahwa hampir seluruh pejabat tinggi pemerintahan selamat dari serangan udara yang diluncurkan AS dan Israel. Meski mengakui ada satu atau dua komandan militer yang gugur, Araghchi menyebut hal itu bukan kehilangan besar bagi struktur pertahanan Iran.

Selain menyasar target militer, Araghchi mengutuk keras serangan yang menghantam sekolah dasar putri di kota Minab, Hormozgan. Insiden tragis di wilayah selatan Iran tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 40 warga sipil tak berdosa.

Kapasitas Militer dan Respon Balasan Iran

Menlu Araghchi menyatakan bahwa militer Iran telah memberikan respons cepat dengan memulai pembalasan dalam waktu kurang dari dua jam. Ia menekankan bahwa agresi tersebut merupakan tindakan ilegal yang secara nyata melanggar hukum internasional.

Terkait ancaman serangan balik ke daratan Amerika Serikat, Araghchi mengklarifikasi bahwa Iran belum memiliki kapasitas rudal untuk menjangkau jarak tersebut. Teheran secara sengaja membatasi jangkauan rudal mereka di bawah angka 2.000 kilometer untuk alasan strategis.

Araghchi menegaskan kembali bahwa pengembangan teknologi rudal nasional Iran murni ditujukan sebagai alat pertahanan dan pencegahan agresi. Ia menutup pernyatannya dengan menyebut bahwa Teheran tidak memiliki niat untuk melakukan agresi militer lebih lanjut jika tidak diprovokasi.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan serangan AS dan Israel ke Iran terjadi?

Serangan tersebut terjadi pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, yang menyasar kompleks kediaman Ali Khamenei di Teheran.

Apakah benar Ali Khamenei telah tewas?

Hingga saat ini terdapat perbedaan klaim; Donald Trump dan Benjamin Netanyahu menyatakan Khamenei tewas, namun Menteri Luar Negeri Iran membantahnya dan menyebut beliau masih hidup.

Berapa jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut?

Berdasarkan laporan Bulan Sabit Merah Iran, setidaknya 201 orang tewas dan 747 orang lainnya terluka.

Apakah rudal Iran bisa mencapai daratan Amerika Serikat?

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan rudal mereka tidak mampu mencapai daratan AS karena jangkauannya sengaja dibatasi di bawah 2.000 kilometer.



Ditulis oleh: Maya Sari

Baca Juga

Loading...