Tragedi Sekolah Minab: Korban Tewas Siswi Iran Meningkat Jadi 85 Anak

Table of Contents
Korban Tewas Siswi Iran yang Dirudal Amerika Serikat-Israel Menjadi 85 Anak - TIMES Indonesia
Tragedi Sekolah Minab: Korban Tewas Siswi Iran Meningkat Jadi 85 Anak

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jumlah korban tewas siswi sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, provinsi Hormozgan, Iran Selatan, dilaporkan telah meningkat menjadi 85 anak. Penambahan angka kematian ini terjadi setelah tim penyelamat melakukan penggalian intensif di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan rudal.

Laporan dari kantor berita Tasnim dan Fars menyebutkan bahwa para korban merupakan anak-anak yang masih sangat muda. Korban jiwa dalam tragedi ini rata-rata berusia antara tujuh hingga 12 tahun.

Detail Serangan di Provinsi Hormozgan

Bangunan sekolah dasar khusus putri tersebut dihantam rudal saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Pihak kehakiman Iran mengonfirmasi bahwa sekolah Shajareh Tayyebeh merupakan fasilitas pendidikan dasar yang vital bagi penduduk di wilayah tersebut.

Seorang staf sekolah yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa dirinya masih mengalami syok berat akibat ledakan tersebut. Ia menceritakan betapa mengerikannya melihat kondisi murid-muridnya yang biasanya bermain ceria setiap pagi.

Saksi mata tersebut melihat tubuh anak-anak kecil tergeletak di bangku kelas mereka setelah serangan terjadi. Kondisi memilukan terlihat di berbagai sudut sekolah yang kini telah menjadi puing-puing bangunan.

Saat ledakan terjadi, staf tersebut sedang berada di luar gedung untuk suatu keperluan mendesak. Ia mendengar suara dentuman yang sangat mengerikan hanya dalam hitungan detik sebelum rudal menghantam bangunan utama.

Evakuasi dan Skala Kerusakan Bangunan

Detail Serangan di Provinsi Hormozgan

Segera setelah ledakan, ia berlari kembali ke sekolah dan menemukan pemandangan yang sangat memilukan. Ia mengaku tidak mampu berbicara karena tertekan melihat skala kehancuran yang terjadi di depan matanya.

Di lokasi kejadian, suara teriakan dan tangisan anak-anak yang selamat terdengar bersahutan. Tim penyelamat yang tiba di lokasi segera bekerja cepat untuk menyisir area di bawah reruntuhan beton.

Banyak pihak khawatir jumlah korban akan terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berjalan. Beberapa sumber memperkirakan lebih dari 100 orang mungkin masih terjebak di bawah material bangunan.

Tercatat ada sekitar 170 siswi yang berada di dalam sekolah saat serangan udara itu menghantam. Selain korban tewas, setidaknya 45 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup parah.

Reaksi Diplomatik dan Kecaman Pemerintah Iran

Rekaman video dari lokasi menunjukkan kepulan asap hitam yang masih membumbung tinggi di sekitar area pemukiman. Kendaraan yang terparkir di dekat sekolah juga tampak hancur total akibat kekuatan ledakan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras serangan ini melalui pernyataan resminya di media sosial X. Ia menegaskan bahwa kematian puluhan anak tidak berdosa ini tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum.

Araghchi menekankan bahwa sekolah tersebut dibom di siang bolong saat penuh dengan murid-murid muda. Kini, sekolah yang dulunya tempat menuntut ilmu telah berubah menjadi rumah duka bagi masyarakat Minab.

Proses identifikasi korban hingga kini masih terus dilakukan oleh otoritas kesehatan setempat di provinsi Hormozgan. Seluruh masyarakat internasional kini menyoroti tragedi kemanusiaan yang menimpa warga sipil di Iran Selatan ini.



Ditulis oleh: Eko Kurniawan

Baca Juga

Loading...