Strategi Kelola THR Lebaran: Prioritaskan Kebutuhan Utama dan Bayar Utang
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Masyarakat diimbau untuk bijak dalam mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) agar dana tersebut tidak habis tanpa manfaat finansial yang jelas. Sejumlah perencana keuangan menekankan pentingnya menempatkan kebutuhan pokok dan pelunasan utang sebagai prioritas utama sebelum memenuhi keinginan konsumtif.
Perencana keuangan independen, Andy Nugroho, menyarankan agar mayoritas dana THR dialokasikan untuk keperluan mendesak selama masa perayaan. Hal ini mencakup biaya mudik, konsumsi makanan, hingga pemberian uang saku atau angpao bagi sanak saudara serta tetangga.
"Contoh untuk kebutuhan membeli snack dan makanan lebaran, baju lebaran bila perlu, angpao untuk sanak saudara, dan untuk kebutuhan mudik," kata Andy dalam keterangannya. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa sebagian dana tetap harus disisihkan untuk menjaga stabilitas keuangan setelah libur panjang berakhir.
Alokasi Persentase Ideal Menurut Pakar
Andy membagikan formula alokasi sederhana dengan membagi 10 persen untuk tabungan, 10 persen dana cadangan pascalebaran, dan 10 persen untuk cicilan utang. Sisa 70 persen dari total tunjangan tersebut barulah digunakan secara fleksibel untuk menunjang berbagai keperluan hari raya.
Senada dengan hal itu, Islamic Financial Planner Dewi RD Amelia menyoroti pentingnya pembagian anggaran ke dalam tiga kategori besar. Ketiga kategori tersebut meliputi pengeluaran wajib, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pengeluaran untuk keinginan pribadi.
Dewi menegaskan bahwa pemenuhan zakat fitrah maupun zakat mal harus menjadi kewajiban pertama yang ditunaikan menggunakan dana tunjangan tersebut. Setelah itu, pelunasan utang, terutama yang bersifat konsumtif, menjadi prioritas berikutnya yang tidak boleh diabaikan oleh penerima THR.
Manajemen Dana Darurat dan Investasi
Bagi masyarakat yang merencanakan mudik, Dewi menyarankan untuk segera mengamankan anggaran transportasi serta kebutuhan THR bagi Asisten Rumah Tangga (ART). Ia juga merekomendasikan alokasi 10 hingga 20 persen untuk investasi masa depan seperti dana sekolah anak atau persiapan pensiun.
Perencana keuangan Rista Zwestika turut mengingatkan masyarakat untuk segera melunasi utang yang memiliki bunga tinggi, seperti kartu kredit atau pinjaman daring. "Sebaiknya prioritaskan pembayaran ini untuk mengurangi beban finansial," jelas Rista dalam pemaparannya mengenai pengelolaan keuangan.
Rista juga menyarankan penggunaan THR untuk membangun atau memperkuat dana darurat yang idealnya setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran. Apabila cicilan rutin sudah terkendali, barulah masyarakat dapat mulai mengalokasikan sisa dana ke instrumen investasi seperti reksa dana atau emas.
Pengelolaan keuangan yang disiplin selama Lebaran diharapkan dapat mencegah terjadinya krisis finansial setelah masa perayaan selesai. Dengan mengikuti panduan para ahli, masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa mengorbankan keamanan finansial jangka panjang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa persentase THR yang sebaiknya ditabung?
Para ahli menyarankan untuk menyisihkan sekitar 10 hingga 20 persen dari total THR untuk tabungan atau investasi jangka panjang.
Apa yang harus diprioritaskan lebih dulu saat menerima THR?
Prioritas utama adalah pengeluaran wajib seperti zakat, kemudian pelunasan utang terutama yang berbunga tinggi, serta pemenuhan kebutuhan pokok Lebaran.
Mengapa dana darurat perlu disisihkan dari THR?
Dana darurat penting untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga setelah masa Lebaran usai, sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga.
Ditulis oleh: Dewi Lestari
