Serangan AS-Israel ke Iran Tewaskan 200 Orang, 14 Pangkalan Balas Dihantam
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Situasi keamanan di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara masif ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Insiden mematikan ini dilaporkan merenggut ratusan nyawa dan memicu aksi balasan cepat dari militer Teheran dalam skala besar.
Palang Merah Iran (IRCS) mengonfirmasi bahwa sedikitnya 201 orang dinyatakan tewas akibat agresi militer gabungan tersebut. Selain korban jiwa, terdapat 747 orang lainnya yang mengalami luka-luka dan kini sedang menjalani perawatan medis intensif di berbagai rumah sakit.
"Sejauh ini, 747 orang luka-luka dan 201 orang meninggal dunia," ungkap perwakilan IRCS sebagaimana dikutip dari kantor berita Mehr terkait dampak serangan tersebut. Tim penyelamat Iran melaporkan telah mencatat adanya kerusakan signifikan di 24 dari total 31 provinsi di seluruh negeri.
Kronologi Agresi Militer Terhadap Wilayah Iran
Serangan dilaporkan dimulai pertama kali oleh militer Israel pada Sabtu pagi waktu setempat melalui operasi udara yang terkoordinasi. Kementerian Pertahanan Israel menyatakan telah menargetkan sejumlah titik strategis dan langsung menetapkan status darurat di seluruh wilayah kedaulatan mereka.
Tak lama berselang, Amerika Serikat turut melancarkan serangan susulan dari matra udara dan laut terhadap sejumlah sasaran di daratan Iran. Laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat AS menyebutkan bahwa operasi ini dilakukan untuk melemahkan infrastruktur militer milik Teheran.
Sebagai langkah defensif, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) segera mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket dan drone terhadap Israel. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggapan langsung atas apa yang mereka sebut sebagai agresi brutal dari rezim Zionis.
Balasan Iran Terhadap Pangkalan Militer Amerika Serikat
Serangan balasan Iran dilaporkan tidak hanya menyasar Israel, tetapi juga menghantam sedikitnya 14 pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa target serangan mencakup pangkalan di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
"Selain pusat keamanan vital rezim Zionis, serangan juga dilakukan terhadap 14 pangkalan penting AS di kawasan," tegas juru bicara markas besar tersebut. Pihak Iran mengklaim bahwa ratusan tentara dari pasukan agresor tewas dalam gelombang serangan rudal balistik yang presisi.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa militer Iran telah menyiapkan skenario balasan jangka panjang jika eskalasi terus ditingkatkan oleh pihak lawan. Serangan rudal balasan tersebut dilaporkan mengenai infrastruktur militer utama yang menjadi pusat komando operasi AS di Timur Tengah.
Hingga saat ini, kerusakan bangunan dilaporkan meluas di wilayah Teheran, termasuk adanya korban dari kalangan sipil akibat ledakan tersebut. Dunia internasional kini tengah mengamati dengan seksama potensi perang terbuka yang melibatkan banyak kekuatan besar di kawasan Teluk.
Ditulis oleh: Putri Permata
