Sekjen PBB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dalam Sidang Darurat
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam sidang darurat Dewan Keamanan pada Sabtu. Guterres menegaskan bahwa operasi militer tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Dalam pertemuan tersebut, Guterres menyampaikan laporan bahwa serangan udara tersebut dikabarkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian pemimpin tersebut, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik regional yang lebih luas.
Klaim Korban Sipil dan Pelanggaran Kedaulatan
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa serangan udara tersebut telah menewaskan dan melukai ratusan warga sipil di wilayahnya. Ia menyebut tindakan AS dan Israel sebagai kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus segera dihentikan.
Guterres juga mengkritik serangan balasan Iran sebelumnya yang dinilai melanggar integritas teritorial beberapa negara tetangga. Negara-negara tersebut meliputi Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab.
Pembelaan Amerika Serikat dan Israel
Duta Besar AS Mike Waltz menegaskan bahwa aksi militer yang dilakukan pihaknya adalah langkah hukum demi keamanan global. Waltz menyatakan bahwa prinsip utama AS adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki akses terhadap senjata nuklir.
Senada dengan AS, Duta Besar Israel Danny Danon membela serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman eksistensial. Ia berargumen bahwa serangan dilakukan untuk menghentikan ekstremisme sebelum rezim radikal tersebut membahayakan seluruh dunia dengan rudal balistik.
Respons Internasional dan Seruan Diplomasi
Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut AS serta Israel segera menghentikan aksi agresif mereka. Sementara itu, Duta Besar China Fu Cong menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan yang terjadi secara tiba-tiba.
Di sisi lain, perwakilan Inggris James Kariuki menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak memiliki peran dalam serangan terhadap Iran tersebut. Inggris bersama Prancis dan Jerman menyerukan agar perundingan mengenai program nuklir Tehran segera diaktifkan kembali.
Pertemuan darurat ini diadakan di bawah kepemimpinan Inggris pada hari terakhir masa jabatan kepresidenan mereka di Dewan Keamanan. Amerika Serikat dijadwalkan akan mengambil alih kursi kepresidenan bergilir tersebut mulai bulan Maret mendatang.
Ditulis oleh: Dewi Lestari