Sejarah Panjang Penganiayaan Bahá’í di Iran: Dari 1845 hingga Kini

Table of Contents
The Bahá’ís in Iran have been suffering persecution since the 1800s – The Irish Times
Sejarah Panjang Penganiayaan Bahá’í di Iran: Dari 1845 hingga Kini

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ruhi Jahanpour, seorang penyintas persekusi agama asal Iran, baru saja mengunjungi Dublin untuk memberikan kesaksian mengenai penindasan sistematis terhadap komunitas Bahá’í. Dalam wawancaranya bersama Áine Lawlor, ia menceritakan kisah pilu tentang pelariannya dari hukuman gantung yang menimpa sepuluh rekannya sesama tahanan perempuan pada Juni 1983.

Jahanpour, yang saat itu berusia 29 tahun, menjadi saksi hidup atas praktik penyiksaan kejam yang dikenal sebagai "bastinado". Metode ini melibatkan pencambukan pada telapak kaki telanjang dan telah lama digunakan di Iran untuk menimbulkan rasa sakit serta penghinaan luar biasa.

Jejak Penyiksaan Tokoh Pendiri

Praktik bastinado tercatat telah digunakan oleh otoritas setempat untuk menyiksa tokoh-tokoh sentral agama ini, yakni Sang Báb dan Bahá’u’lláh, pada tahun 1848. Penindasan ini bukan hal baru, mengingat sejarah mencatat persekusi terhadap penganut Bahá’í telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-19.

Berita mengenai kemunculan agama baru di Persia, nama lama Iran, telah mencapai Eropa dan Irlandia sejak November 1845. Surat kabar The Freemans Journal di Dublin dan Mayo Constitution melaporkan munculnya sekte agama baru yang lahir dari ajaran seorang pria bernama Sang Báb.

Laporan Media Internasional Abad ke-19

Pertumbuhan surat kabar provinsi di Irlandia serta perkembangan sistem telegraf mempercepat distribusi berita mengenai peristiwa berdarah di Persia tersebut. Berbagai media seperti Newry Examiner hingga The Dundalk Democrat rutin melaporkan eksekusi publik Sang Báb yang terjadi di kota Tabriz pada tahun 1850.

Jejak Penyiksaan Tokoh Pendiri

Otoritas sipil dan agama saat itu berupaya keras memadamkan fenomena agama baru yang dengan cepat populer di seluruh negeri. Di tengah gejolak tersebut, seorang dokter asal Kilkenny, Irlandia, bernama William Cormick, menjadi satu-satunya orang Barat yang diketahui pernah bertemu langsung dengan Sang Báb.

Kesaksian Medis dan Diplomatik

Cormick dipanggil untuk mengobati luka parah di wajah Sang Báb akibat administrasi bastinado yang berlebihan oleh petugas. Sang dokter mengenang bahwa penampilan dan sikap tenang Sang Báb sangat memberikan kesan positif bagi siapa pun yang melihatnya.

Selain Cormick, Lady Mary Sheil juga mencatat pergolakan ini dalam buku perjalanannya yang terbit tahun 1856 berjudul Glimpses of Life and Manners in Persia. Mary, yang merupakan istri menteri Inggris untuk Iran, memberikan perspektif perempuan yang berharga mengenai kehidupan dan penindasan di kerajaan tersebut.

Mary Sheil secara khusus menyesali kematian Tahirih, seorang penyair terkemuka dan pengikut setia Sang Báb yang dibunuh dalam gelombang represi tahun 1852. Ia menggambarkan tindakan otoritas tersebut sebagai perbuatan yang sangat kejam dan tidak berguna bagi stabilitas negara.

Realitas Kontemporer di Iran

Meskipun laporan media tentang peristiwa ini telah ada sejak 170 tahun lalu, Ruhi Jahanpour menegaskan bahwa penganut Bahá’í masih menderita penganiayaan hingga hari ini. Kehadirannya di Dublin bertujuan untuk memproduksi dokumenter tentang advokasi kebebasan beragama yang telah ia jalani selama 40 tahun.

Kisah ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa penderitaan di tempat yang jauh tetap relevan untuk terus disuarakan demi keadilan global. Dr. Brendan McNamara dari Departemen Studi Agama UCC menekankan pentingnya mendokumentasikan sejarah ini agar dunia tidak melupakan perjuangan komunitas Bahá’í.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapakah Ruhi Jahanpour?

Ruhi Jahanpour adalah seorang penyintas persekusi agama Bahá’í dari Iran yang aktif melakukan advokasi kebebasan beragama selama 40 tahun terakhir.

Apa itu metode penyiksaan bastinado?

Bastinado adalah metode penyiksaan berupa pencambukan atau pemukulan pada telapak kaki telanjang yang bertujuan untuk menyakiti dan menghina korban.

Sejak kapan berita persekusi Bahá’í muncul di media internasional?

Berita mengenai agama ini dan penganiayaannya sudah dilaporkan oleh surat kabar Irlandia sejak tahun 1845.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...