Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS-Israel ke Iran: Khamenei Dilaporkan Tewas

Table of Contents
World leaders react to US and Israeli strikes on Iran | AP News
Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS-Israel ke Iran: Khamenei Dilaporkan Tewas

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - BRUSSELS — Pemimpin dunia memberikan respons waspada setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu memicu kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas. Eskalasi ini semakin memanas menyusul laporan mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump melalui media sosial menyatakan bahwa Khamenei telah tewas dan menyebutnya sebagai "kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka." Trump menegaskan bahwa kematian pemimpin Iran tersebut tidak akan menghentikan operasi serangan udara gabungan yang sedang berlangsung.

Kematian Khamenei dan Respons Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato televisinya menyatakan adanya "tanda-tanda kuat" bahwa Khamenei tewas saat Israel menyerang kompleks kediamannya pada Sabtu pagi. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Teheran mengenai status pemimpin tertinggi mereka yang tidak memiliki penerus sah tersebut.

Kondisi ini memicu ketidakpastian besar bagi masa depan Republik Islam Iran dan stabilitas keamanan global secara keseluruhan. Dewan Keamanan PBB segera menjadwalkan pertemuan darurat atas permintaan Prancis dan Bahrain untuk membahas situasi yang kian genting di Timur Tengah.

Seruan Dialog dari Pemimpin Eropa

Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz merilis pernyataan bersama yang mendesak AS dan Iran untuk kembali ke meja perundingan. Ketiga pemimpin tersebut menyatakan bahwa negara mereka tidak terlibat dalam serangan tersebut tetapi terus menjalin kontak erat dengan mitra regional.

Kematian Khamenei dan Respons Israel

"Kami mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan ini dengan sangat keras. Iran harus menahan diri dari serangan militer sembarangan," tegas mereka dalam pernyataan tertulis. Macron secara terpisah menekankan bahwa masalah nuklir dan stabilitas regional tidak bisa diselesaikan hanya melalui kekuatan militer semata.

Kecaman dari Rusia, China, dan Liga Arab

Rusia dan China bereaksi dengan kritik tajam, di mana Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut serangan tersebut sebagai "tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan." China mendesak penghentian segera tindakan militer dan menuntut penghormatan terhadap kedaulatan serta integritas wilayah Iran guna menghindari bencana yang lebih besar.

Sementara itu, Liga Arab yang beranggotakan 22 negara menyebut serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di wilayah Teluk sebagai "pelanggaran nyata terhadap kedaulatan." Negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab turut mengecam agresi Iran terhadap pangkalan di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Dukungan dari Australia dan Kanada

Berbeda dengan sikap hati-hati Eropa, Australia dan Kanada menyatakan dukungan terbuka terhadap tindakan militer Amerika Serikat. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut Republik Islam Iran sebagai sumber utama instabilitas dan teror di seluruh kawasan Timur Tengah saat ini.

Di wilayah Tepi Barat yang diduduki, warga Palestina tetap beraktivitas di tengah suara ledakan dari sistem pertahanan Iron Dome Israel. Meski risiko puing rudal mengintai, pasar-pasar di Ramallah tetap ramai oleh pembeli yang bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan akibat penutupan pos pemeriksaan oleh Israel.



Ditulis oleh: Rina Wulandari

Baca Juga

Loading...