Peringati HUT ke-64 Kostrad, Warga Makostrad Gelar Doa Bersama Khidmat

Table of Contents
Warga Makostrad Gelar Doa Bersama Peringati HUT ke-64 Kostrad
Peringati HUT ke-64 Kostrad, Warga Makostrad Gelar Doa Bersama Khidmat

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Warga Markas Kostrad (Makostrad) melaksanakan kegiatan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Acara khidmat ini dipusatkan di Masjid Asy-Syuhada, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/2/2025).

Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut secara formal. Beliau didampingi oleh Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Syafrial, PSC., M.Tr.(Han), serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Kostrad lainnya.

Wujud Syukur dan Soliditas Prajurit Cakra

Seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Makostrad turut hadir memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas tinggi dan rasa syukur kolektif atas perjalanan panjang satuan elit TNI Angkatan Darat tersebut.

Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk syukur mendalam atas berbagai pencapaian Kostrad selama enam dekade terakhir dalam menjaga kedaulatan. Selain itu, doa dipanjatkan demi keselamatan seluruh prajurit yang kini sedang bertugas di berbagai medan operasi di seluruh penjuru.

Fokus utama doa adalah memohon keberkahan bagi keluarga besar Kostrad, baik yang berada di homebase maupun daerah penugasan khusus. Hal ini mencakup misi-misi penting yang sedang berjalan, baik dalam lingkup domestik maupun penugasan internasional di luar negeri.

Pesan Pangkostrad dalam HUT ke-64

Wujud Syukur dan Soliditas Prajurit Cakra

Letjen TNI Mohammad Fadjar menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan wujud nyata rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menekankan pentingnya menghargai segala karunia dan perlindungan yang telah diterima Kostrad selama 64 tahun pengabdian kepada bangsa.

"Semoga kedepannya, Kostrad semakin solid dan mampu menjalankan tugas di tengah tantangan yang ada," ungkap Pangkostrad dalam sambutannya di hadapan prajurit. Pesan tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam setiap penugasan.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin secara bersama-sama. Seluruh peserta tampak sangat khusyuk mengikuti setiap tahapan prosesi doa yang berlangsung di dalam Masjid Asy-Syuhada tersebut.

Implementasi Toleransi dan Semangat Juang

Semangat toleransi beragama juga tercermin sangat kuat dalam rangkaian perayaan HUT ke-64 Kostrad tahun ini di lingkungan markas. Bagi prajurit yang beragama non-Islam, doa bersama digelar secara serentak di tempat ibadah mereka masing-masing dengan penuh kesungguhan.

Pelaksanaan ibadah di lokasi yang berbeda ini tetap membawa esensi kebersamaan dalam memperingati hari jadi satuan yang mereka banggakan. Semua elemen Kostrad bersatu dalam doa demi kejayaan nusa, bangsa, serta keberhasilan setiap misi yang diemban oleh satuan.

Kegiatan religi ini diharapkan mampu memperkuat komitmen serta semangat juang yang tak kunjung padam bagi para prajurit Cakra. Setiap napas pengabdian diarahkan sepenuhnya untuk memberikan yang terbaik bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta.

Selain penguatan aspek mental spiritual, acara ini menjadi simbol harapan agar seluruh anggota senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan. Keselamatan dan keberhasilan dalam setiap misi yang diemban menjadi fokus utama dari seluruh rangkaian permohonan dalam doa bersama tersebut.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan dan di mana kegiatan doa bersama HUT ke-64 Kostrad dilaksanakan?

Acara berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025, bertempat di Masjid Asy-Syuhada, Gambir, Jakarta Pusat.

Siapa pemimpin utama dalam acara doa bersama tersebut?

Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., didampingi Kaskostrad Mayjen TNI Syafrial.

Bagaimana pelaksanaan bagi prajurit non-Muslim?

Prajurit yang beragama non-Muslim melaksanakan doa bersama secara serentak di tempat ibadah mereka masing-masing di lingkungan Kostrad.

Apa saja rangkaian acara dalam kegiatan doa bersama ini?

Acara dimulai dengan shalat dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca Juga

Loading...