Misteri Supersemar: Megawati Tantang Lemhanas Buka Sejarah Kelam 1965
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, melontarkan tantangan terbuka kepada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk mengungkap fakta sejarah di balik Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Pernyataan tegas tersebut disampaikan Megawati dalam peringatan hari jadi Lemhanas yang digelar di Jakarta pada Sabtu (20/5/2023).
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menegaskan bahwa hingga saat ini naskah asli Supersemar masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Ia mengaku tidak pernah mengetahui isi asli surat tersebut, bahkan setelah menanyakannya langsung kepada sang ayah, Soekarno.
Gugatan Terhadap Narasi Pelengseran Soekarno
Megawati menilai peristiwa terbitnya Supersemar merupakan titik krusial yang memutus kekuasaan Soekarno secara mendadak dan tidak transparan. Padahal, berdasarkan hukum saat itu, Soekarno telah ditetapkan sebagai presiden seumur hidup melalui Tap MPRS No. III/MPRS/1963.
"Kalian berani enggak membuka sejarah ini? Karena menurut saya ini adalah black dot bangsa," ujar Megawati di hadapan para peserta acara Lemhanas. Ia mempertanyakan bagaimana sebuah surat perintah yang isinya tidak diketahui publik bisa melengserkan seorang presiden sah.
Dalam kesaksiannya, Megawati menyebutkan bahwa naskah tersebut berpindah tangan ke Soeharto tanpa kejelasan detail isinya. Hal inilah yang mendasari permintaannya agar lembaga riset dan pertahanan negara berani membedah kembali peristiwa kelam tersebut.
Kesaksian Personal dan Dampak Geopolitik 1965
Selain menyoroti aspek legal formal, Megawati turut membagikan sisi humanis dan emosional pasca-Peristiwa 1965. Ia menceritakan momen ketika dirinya dimarahi oleh Soekarno saat mencoba bertanya mengenai situasi politik yang kian memanas kala itu.
"Saya dimarahi, nangis tiga hari tiga malam karena ayah saya bilang, 'Apa tahu kamu soal Republik ini'," kenang Megawati. Menurutnya, Soekarno menganggap situasi tahun 1965 sebagai bagian dari "permainan" besar dalam kancah perang geopolitik global.
Dampak dari pergolakan politik tersebut juga menyasar sektor pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia. Megawati mengungkapkan banyak pelajar Indonesia di luar negeri yang tidak bisa pulang serta banyak warga yang kehilangan hak akses pendidikan pasca-1965.
Sebagai penutup, Megawati menegaskan pentingnya meluruskan sejarah agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan. Ia berharap generasi mendatang mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai dinamika politik yang membentuk fondasi bangsa Indonesia saat ini.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Supersemar menurut pernyataan Megawati?
Megawati menyebut Supersemar sebagai surat perintah yang isinya masih misterius hingga saat ini dan menjadi instrumen pelengseran Soekarno dari jabatan presiden seumur hidup.
Kapan Megawati menyampaikan tantangan kepada Lemhanas?
Tantangan tersebut disampaikan pada acara peringatan hari jadi Lemhanas di Jakarta, Sabtu, 20 Mei 2023.
Mengapa Megawati menyebut peristiwa 1965 sebagai 'black dot' bangsa?
Karena peristiwa tersebut dianggapnya sebagai noda hitam sejarah di mana seorang presiden sah dilengserkan melalui mekanisme yang naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya.
Ditulis oleh: Siti Aminah
