Media Iran Sebut 108 Tewas dalam Serangan Sekolah Dasar di Minab

Table of Contents
Iran's state media say 100 killed in strike on girls' school, but losses among the regime's leaders still lack transparency
Media Iran Sebut 108 Tewas dalam Serangan Sekolah Dasar di Minab

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Media pemerintah Iran melaporkan setidaknya 108 orang tewas menyusul serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan. Insiden berdarah ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari, di tengah eskalasi konflik regional yang kian memanas di wilayah selatan negara tersebut.

Jaksa Minab mengonfirmasi angka kematian tersebut kepada kantor berita Fars pada Sabtu malam waktu setempat. Data ini menjadi salah satu laporan korban jiwa sipil terbesar dalam rangkaian serangan udara terbaru yang melanda wilayah Iran.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan memilukan di lokasi kejadian segera setelah ledakan terjadi. Tas-tas sekolah yang tertutup debu dan tumpukan buku catatan terlihat berserakan di antara puing-puing bangunan yang hancur.

Gambar lain memperlihatkan seragam sekolah yang bersimbah darah serta kerumunan warga yang berkumpul di sekitar lokasi sekolah yang menjadi target. Meskipun jumlah korban dilaporkan sangat tinggi, rekaman video yang mendokumentasikan para korban secara langsung masih sangat terbatas hingga saat ini.

Pemerintah Iran secara resmi menuduh aliansi Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut. Teheran menyebut tindakan ini sebagai agresi militer yang secara sengaja menargetkan fasilitas sipil dan anak-anak sekolah.

Konteks Serangan Udara Besar-besaran di Hormozgan

Serangan terhadap sekolah di Minab ini dilaporkan terjadi sekitar 10 jam setelah dimulainya gelombang serangan udara besar-besaran oleh pihak asing. Pasukan Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi ini pada Sabtu pagi waktu Teheran dengan menyasar berbagai titik strategis.

Konteks Serangan Udara Besar-besaran di Hormozgan

Hingga Sabtu malam, terdapat kesenjangan informasi yang signifikan terkait kerugian di pihak militer maupun jajaran petinggi Iran. Otoritas keamanan masih menutup rapat informasi mengenai identitas anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mungkin menjadi sasaran.

Belum ada detail resmi mengenai apakah ada pemimpin politik atau komandan militer tingkat tinggi yang tewas dalam operasi udara tersebut. Ketidakterbukaan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai dampak sebenarnya dari serangan terhadap struktur kekuasaan rezim Iran.

Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa dentuman keras terdengar di seluruh wilayah Hormozgan saat serangan udara dimulai pada pagi hari. Warga setempat segera berusaha memberikan pertolongan pertama di lokasi sekolah meskipun fasilitas medis di daerah tersebut sangat terbatas.

Ketidakterbukaan Data Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)

Media pemerintah Iran memberikan beberapa versi jumlah korban yang berbeda-beda sebelum akhirnya merilis angka 108 jiwa melalui kejaksaan setempat. Inkonsistensi laporan ini mencerminkan situasi di lapangan yang masih sangat kacau dan sulit untuk diverifikasi secara independen.

Pengamat internasional mencatat bahwa sementara visual kerusakan fisik sekolah dipublikasikan secara luas, data mengenai korban dari elemen militer tetap menjadi rahasia negara. Hal ini menunjukkan adanya upaya kontrol narasi yang ketat oleh pihak Teheran di tengah tekanan militer yang meningkat.

Dampak dari serangan di Minab ini diperkirakan akan memicu ketegangan diplomatik yang jauh lebih luas di kawasan Timur Tengah. Masyarakat internasional kini menanti pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Washington dan Tel Aviv mengenai target operasi militer mereka di Iran.



Ditulis oleh: Rina Wulandari

Baca Juga

Loading...