Korban Tewas Serangan AS di Iran Meningkat Menjadi 85 Siswi SD
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jumlah korban jiwa akibat serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran dilaporkan kembali meningkat secara signifikan. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa angka kematian pelajar di Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh kini telah menyentuh angka 85 orang.
Peristiwa tragis ini terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang terletak di bagian selatan Iran. Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Tasnim pada Sabtu (28/2), data tersebut dikumpulkan setelah tim penyelamat melakukan penyisiran di lokasi reruntuhan sekolah.
Kronologi Serangan Udara di Provinsi Hormozgan
Sebelumnya pada hari yang sama, Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan serangkaian operasi udara yang menargetkan berbagai titik strategis di wilayah Iran. Serangan tersebut tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga menghantam kawasan pemukiman di ibu kota Teheran dan provinsi lainnya.
Pihak berwenang di Minab melaporkan bahwa serangan di kawasan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil yang cukup parah. Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling fatal dalam eskalasi konflik ini.
Respon Militer dan Retaliasi Korps Garda Revolusi Islam
Menanggapi gempuran tersebut, Iran segera meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah yang dikuasai Israel sebagai bentuk pembelaan diri. Selain itu, militer Iran juga menargetkan sejumlah infrastruktur militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Perwakilan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras terkait tindakan militer pihak lawan. Mereka menegaskan bahwa Israel telah melakukan "salah perhitungan" besar dengan memulai serangan langsung terhadap kedaulatan wilayah Iran.
Dampak Terhadap Sistem Pendidikan Nasional Iran
Kementerian Pendidikan Iran mengambil langkah cepat untuk mengamankan para pelajar lainnya di tengah situasi yang masih memanas. Berdasarkan laporan kantor berita ISNA, pemerintah telah memutuskan untuk menutup seluruh sekolah fisik di wilayah terdampak konflik.
Sebagai alternatif, sistem pembelajaran di Iran kini telah dialihkan sepenuhnya ke platform daring guna menjamin keselamatan siswa. Langkah darurat ini diambil menyusul kekhawatiran akan adanya serangan lanjutan yang bisa mengancam nyawa warga sipil dan anak-anak sekolah.
Hingga saat ini, situasi di Provinsi Hormozgan masih dalam pengawasan ketat oleh otoritas keamanan nasional. Komunitas internasional terus memantau perkembangan konflik ini seiring dengan meningkatnya jumlah korban jiwa dari kalangan warga sipil di Iran selatan.
Ditulis oleh: Doni Saputra
