Kapal Perang Iran Tenggelam oleh Kapal Selam AS, Perang Meluas ke Seluruh Timur Tengah

Table of Contents
US submarine sinks Iranian warship as war expands | AP News
Kapal Perang Iran Tenggelam oleh Kapal Selam AS, Perang Meluas ke Seluruh Timur Tengah

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sebuah kapal selam Amerika Serikat dilaporkan telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di Samudra Hindia pada Selasa malam. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan intensifikasi serangan udara oleh Washington dan Tel Aviv terhadap kekuatan keamanan Iran serta simbol-simbol kekuasaannya. Perang yang semakin meluas ini memicu Iran untuk mengancam kehancuran total infrastruktur militer dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Intensitas serangan terhadap Iran begitu tinggi hingga televisi pemerintah mengumumkan penundaan upacara duka bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikabarkan tewas dalam konflik tersebut. Peristiwa ini menggemakan kesedihan jutaan orang yang menghadiri pemakaman pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada tahun 1989.

Eskalasi Konflik dan Serangan Lintas Batas

Pada hari kelima konflik, selain serangan di Teheran, Israel juga menyasar kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal ke Bahrain, Kuwait, dan Israel. Eskalasi ini semakin terasa ketika pertahanan NATO dilaporkan mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran sebelum memasuki wilayah udara Turki.

Data resmi dari kedua negara menunjukkan korban tewas telah mencapai lebih dari 1.000 orang di Iran dan puluhan di Lebanon. Konflik ini juga telah mengganggu pasokan minyak dan gas global, memperlambat pelayaran internasional, dan menyebabkan ratusan ribu pelancong terdampar di Timur Tengah.

Sekretaris Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengkonfirmasi bahwa sebuah torpedo dari kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Ia menambahkan bahwa serangan ini merupakan yang pertama kali terjadi terhadap musuh sejak Perang Dunia II.

Otoritas Sri Lanka melaporkan 32 orang berhasil diselamatkan dari kapal yang tenggelam di lepas pantai negara mereka. Hingga kini, jumlah pasti korban tewas lainnya masih belum diketahui.

Target Serangan Israel dan Tujuan Strategis

Militer Israel menyatakan telah menghantam fasilitas yang terkait dengan Basij, pasukan sukarela dari Garda Revolusi paramiliter Iran. Pasukan ini sebelumnya terlibat dalam penindasan brutal terhadap para demonstran pada Januari, yang menyebabkan ribuan kematian dan puluhan ribu penangkapan.

Lebih lanjut, militer Israel juga mengklaim telah menyerang markas komando keamanan internal Iran, lembaga yang juga bertanggung jawab menumpas demonstrasi di masa lalu. Serangan juga dilaporkan menghantam kota-kota di dekat Beirut.

Amerika Serikat dan Israel secara terbuka menyatakan keinginan mereka untuk melihat rakyat Iran menggulingkan rezim teokrasi negara tersebut. Serangan terhadap unit antiprotes dinilai sebagai bagian dari upaya strategis ini.

Kerusakan di Teheran dan Ancaman Balasan Iran

Eskalasi Konflik dan Serangan Lintas Batas

Televisi pemerintah Iran menampilkan citra reruntuhan bangunan di pusat ibu kota Teheran, dengan warga melaporkan kerusakan pada rumah mereka akibat serangan tersebut. Serangan juga dilaporkan terjadi di kota suci Syiah, Qom, yang menargetkan sebuah bangunan yang terkait dengan badan keagamaan yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Media Iran melaporkan bahwa bangunan tersebut kosong pada saat serangan terjadi.

Televisi negara mulai menyebut konflik ini sebagai "perang Ramadan", mengacu pada bulan puasa suci Muslim yang saat ini sedang berlangsung. Pemberian nama ini mengisyaratkan upaya pemimpin Iran untuk mempersiapkan publik menghadapi konflik yang berkepanjangan.

Laksamana Brad Cooper, komandan tertinggi militer AS di Timur Tengah, senada dengan itu, menyatakan bahwa "Kita baru saja memulai." Ia menambahkan bahwa pasukan Amerika telah berhasil merusak sistem pertahanan udara Iran serta melumpuhkan rudal balistik, peluncur, dan drone.

Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengindikasikan bahwa kerusakan yang ditimbulkan telah mengurangi jumlah peluncuran dari Iran. Namun, suara ledakan masih terdengar di langit Yerusalem pada Rabu pagi, menandakan Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara tersebut, sementara Hizbullah juga menembakkan roket.

Korban Jiwa dan Dampak Ekonomi Global

Serangan Iran juga meluas ke kawasan sekitarnya, dengan sirene meraung di seluruh Bahrain, markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS, pada Rabu. Total korban tewas yang dikonfirmasi mencapai setidaknya 1.045 orang di Iran, 11 di Israel, dan lebih dari 50 di Lebanon.

Enam personel militer AS juga dilaporkan tewas dalam konflik ini. Seorang warga Teheran yang berprofesi sebagai pemilik toko pakaian mengungkapkan ketidakpastiannya dalam menghadapi situasi ini. "Sangat sulit untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Jika saya meninggalkan kota, bagaimana saya akan mencari nafkah dan bertahan hidup?" ujarnya, meminta anonimitas karena takut akan pembalasan.

Garda Revolusi paramiliter Iran mengeluarkan ancaman paling kerasnya, menyatakan bahwa serangan terhadap mereka akan "menelan biaya kehancuran total infrastruktur militer dan ekonomi kawasan." Kekhawatiran akan dampak ekonomi global meningkat tajam setelah sebuah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz pada Rabu sore, jalur krusial bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Pergantian Kepemimpinan Iran dan Ancaman Israel

Para pemimpin Iran kini tengah berupaya keras untuk mencari pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin negara itu selama 37 tahun. Ini merupakan kali kedua sejak Revolusi Islam 1979 pemilihan pemimpin tertinggi baru dilakukan.

Kandidat potensial berkisar dari kaum garis keras yang berkomitmen pada konfrontasi dengan Barat hingga kaum reformis yang menginginkan keterlibatan diplomatik. Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi, telah lama dipertimbangkan sebagai salah satu kandidat, meskipun ia belum pernah terpilih atau ditunjuk untuk posisi pemerintahan.

Sebagai tanda penguatan kekuasaan di tengah krisis terbesar Iran dalam beberapa dekade, kepala kehakiman memperingatkan bahwa "mereka yang bekerja sama dengan musuh dalam bentuk apa pun akan dianggap sebagai musuh." Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara tegas mengancam siapa pun yang dipilih Iran sebagai pemimpin tertinggi berikutnya. Ia menyatakan bahwa setiap pemimpin yang ditunjuk rezim Iran untuk melanjutkan rencana menghancurkan Israel akan menjadi target eliminasi.

Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Selasa bahwa "skenario terburuk adalah hal ini terjadi, dan kemudian seseorang mengambil alih yang sama buruknya dengan orang sebelumnya." Bagaimana Washington akan merespons jika pemimpin baru yang serupa dengan Khamenei terpilih masih belum jelas.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...